Menyiapkan Anak Memasuki Sekolah yang Baru

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Tidak lama lagi kita memasuki tahun ajaran 2018/2019. Anak umur 4-5 tahun akan segera memasuki Taman Kanak-kanak, dan anak usia 6-7 tahun memasuki Sekolah Dasar. Itu berarti anak-anak pada usia 4–5 tahun 6-7 tahun memasuki sekolah yang baru. Anak-anak harus disiapkan, karena untuk dapat cepat beradaptasi dan dapat belajar dengan baik, seorang anak memerlukan school maturity (kematangan masuk sekolah) dan school readiness (kesiapan masuk sekolah). Kematangan terkait dengan perkembangan aspek fisik maupun mental, yang akan berpengaruh pada school maturity dan school readiness.

Seorang anak dikatakan memiliki school maturity jika motorik kasar dan halusnya dapat berfungsi, dan dapat dikontrol dengan baik. School maturity menyebabkan anak menjalani proses-proses skolastik seperti menulis, menggambar, mengerjakan keterampilan tangan seperti menggunting dan menempel. Ia pun mampu duduk diam, tertib, dalam waktu yang lama.
Di samping motorik kasar, seorang anak dikatakan memiliki school maturity apabila ia memiliki kematangan mental, sehingga mampu menangkap instruksi dan melakukan seperti yang diinstruksikan. Mampu memahami penjelasan guru, dapat mengerti pertanyaan dan dapat menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang tepat. Mampu mematuhi aturan sekolah dan mampu beradaptasi.

Selain itu, anak juga perlu memiliki kematangan emosi dan sosial yang ditandai kemampuannya lepas dari keterikatan secara emosional dengan Ibu atau tokoh penggantinya. Ia pun dapat menerima otoritas seperti guru dan dapat berinteraksi dengan teman. Anak lebih mandiri, sadar akan tugas dan mampu menyelesaikan tugas. Dengan memiliki school maturity, akan menjadi dasar yang baik untuk memiliki school readiness.

Persiapan Masuk Taman Kanak-kanak

Masuk Taman Kanak-kanak tidak memerlukan school maturity apalagi school readiness, karena tujuan Taman Kanak-kanak harusnya terkait dengan pembentukan school maturity. Jika school maturity terbentuk, akan lebih mudah terbentuk school readiness pada anak. Maka persiapan yang harus dilakukan oleh orang tua untuk membantu anak memasuki Taman Kanak-kanak terkait bagaimana menyiapkan anak dengan perubahan suasana rumah dan suasana sekolah dengan melakukan hal berikut ini.

Ciptakan Rutinintas

Biasakan anak dengan jadwal yang lebih teratur. Jam bangun pagi sudah harus disesuaikan dengan jam persiapan dan berangkat sekolah. Sarapan dan makan siang sudah harus diatur dan disesuaikan dengan jam-jam sekolah. Jam tidur malam sudah harus diatur pada jam tertentu. Batasi waktu anak untuk menonton TV.

Biasakan Kemandirian

Anak sudah harus dibiasakan untuk mandiri. Makan sendiri, tidak lagi disuapi. Beri dia permainan-permainan yang membuatnya mandiri. Main puzzle sendiri, mewarnai gambar. Ceritakan dongeng yang mengandung pesan kemandirian.

Kegiatan Taman kanak-kanak

Jelaskan tentang kegiatan Taman Kanak-kanak. Sempatkan cari video tentang suasana belajar di Taman Kanak-kanak, dan nonton bersama anak. Bicara dengan anak tentang video yang ditonton. Sempatkan berkunjung ke Taman Kanak-kanak yang dipilih dan lihat kegiatannya, atau jika anak berminat, bisa mencoba kelasnya, cari kelas yang menurut Eduers menyenangkan anak.

Libatkan Anak

Libatkan anak dalam proses persiapan, misalnya : beli tas baru yang warnanya dipilih oleh anak. Tunjukkan baju seragam yang baru padanya. Tunjukkan alat tulis dan buku baru untuknya.
Yang paling penting dari persiapan ini adalah tersedianya waktu Bapak dan Ibu untuk melakukan empat hal di atas, dan memilih sekolah yang tepat. Sekolah yang tepat adalah sekolah yang orientasi programnya adalah pengembangan school maturity.

Persiapan Memasuki SD

Masuk SD tidak hanya memerlukan school maturity, tetapi juga school readiness. Oleh karena itu tergantung pada Taman Kanak-kanak yang Eduers pilih tersebut orientasinya untuk mengembangkan school maturity atau tidak. Maka persiapannya tergantung pada pengamatan Eduers terkait programnya. Jika cukup berhasil mengembangkan school maturity, maka tugas persiapan Eduers lebih ringan. Tetapi jika orientasi pengembangannya masih ada kurang sana sini, maka program persiapan diperlukan untuk menambal yang kurang. Atau cari Sekolah Dasar yang menyiapkan program transisi untuk menyempurnakan. Hal berikut ini bisa menjadi panduan Eduers untuk menyiapkan anak memasuki SD.

Kemampuan Skolastik

Latih kemampuan dasar anak terkait kemampuan skolastik seperti mengenal huruf, warna, angka, juga hitung dasar.

Kebiasaan Belajar

Membangun kebiasaan belajar, dengan membangun minat anak terkait kegiatan skolastik seperti membaca, dengan cara membacakan dongeng pada anak.

Ciptakan Rutinitas

Ciptakan rutinitas, terkait kapan tidur, kapan bangun, kapan belajarn dan batasi nonton TV.

Kemandirian dan Sosialisasi

Lakukan persiapan terutama terkait kemandirian dan sosialisasi. Dapat dilakukan dengan bercerita yang memuat pesan kemandirin dan sosialisasi. Atau cari video di youtube terkait tema tersebut, nonton dan bicarakan bersama anak.

Hari Pertama Masuk Sekolah

Luangkan waktu untuk mengantr anak pada hari-hari pertama masuk sekolah. Minta nomor kontak guru kelasnya dan sempatkan telpon untuk mengetahui perkembangan anak.
Sebetulnya persiapan yang baik adalah persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari. Dan ini terkait dengan komitmen Eduers menjadi orang tua yang mengasihi anak. Kasih itulah yang membuat Eduers tahu apa yang sungguh dibutuhkan oleh anak untuk tumbuh. (Foto: theasianparent.com)

0 0 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments