Tanpa Disadari Enam Kebiasaan Ini Telah Menjadi Penyebab Kerusakan Otak Manusia

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Otak adalah organ tubuh yang sangat penting, tidak hanya menjadi pusat kendali semua organ penting tubuh lainnya, seperti jantung dan paru-paru, tetapi juga menjadi penentu produktivitas manusia. Karena semua karya manusia, berpusat pada kerja otak manusia, termasuk proses belajar. Bahkan proses belajar ini berlangsung selama hayat manusia.  

Meskipun peran otak sangat penting dalam hidup manusia, namun tanpa sadar, banyak kebiasaan manusia dapat mempercepat penuaan otak. Penuaan otak merupakan penurunan alami fungsi dan struktur otak, seiring bertambahnya usia, akibat kebiasaan buruk manusia sehari-hari.

Caitlin Shure, seorang pakar neuroscience seperti dikutip CNN Indonesia, menggambarkan penuaan otak tersebut mencakup berkurangnya koneksi antar sel otak, penurunan efisiensi sinyal, serta melemahnya kemampuan neuroplastisitas, atau kemampuan adaptasi otak termasuk kemampuan otak untuk  belajar hal baru.     

Proses penuaan tersebut, bisa lebih cepat, bisa lebih lambat, tergantung pada apakah sehari-hari kita lebih sering mengulang kebiasaan baik, atau kebiasaan buruk dalam hidup kita. Jadi tergantung kebiasaan kita sendiri. Tulisan ini membahas enam kebiasaan buruk yang mengakibatkan penuaan otak kita seperti dilansir pada laman CNN Indonesia. 

Terlalu banyak duduk

Terlalu banyak duduk ketika sedang bekerja atau sedang menonton TV, merupakan kebiasaan yang dapat berpengaruh pada kinerja otak. Posisi duduk memperlambat aliran darah yang mengandung oksigen ke otak. Pasokan oksigen yang berkurang berdampak langsung pada kinerja otak. 

Oleh karena itu para ahli menganjurkan agar diselingi dengan gerak fisik seperti berjalan untuk merangsang pelepasan brain derived neurotrophic factor (BDNF), saat yang membantu pertumbuhan sel otak baru dan memperkuat koneksi otak. 

Baca juga : Dampak Buruk Media Sosial Bagi Pertumbuhan Remaja

Maka bagi para pekerja, dianjurkan untuk melakukan gerakan fisik rutin minimal 150 menit perminggu. Misalnya, jogging, jalan kaki santai,  bersepeda, atau kerja fisik seperti ngepel di rumah, berkebun, bisa dipilih untuk merangsang pelepasan BDNF tersebut.

Ini sangat perlu dilakukan oleh para pekerja yang banyak duduk dalam melakukan pekerjaannya. Tapi rutin olahraga setiap minggu, sangat diperlukan oleh semua orang untuk mengupayakan otak yang sehat. 

Membiarkan stres berlarut-larut

Stres harus cepat dikelola, jangan biarkan stres berlarut-larut karena akan menyebabkan penuaan dini otak. Pada saat kita stres, hormon stres yang disebut kristol menumpuk dalam jumlah banyak secara berkepanjangan, bisa merusak memori pada area hippocampus yang berguna untuk belajar dan mengingat. 

Penelitian menunjukkan bahwa stres yang berlarut-larut dapat menyebabkan kemunduran kemampuan mengingat. Oleh karena itu, para ahli menganjurkan teknik manajemen stres melalui meditasi atau yoga. Atau konseling dengan psikolog atau konselor agar segera mengatasi stres. 

Kurang waktu  tidur  

Tidur tidak hanya diperlukan untuk mengistirahatkan tubuh dari aktivitas yang melelahkan secara fisik. Pada saat tidur juga terjadi pembersihan dan pembuangan racun yang bisa memicu kemunduran otak atau penyebab penyakit otak seperti alzheimer atau parkinson.

Oleh karena itu dianjurkan agar setiap orang memiliki waktu tidur 7-9 jam setiap malam untuk kesehatan otak. Maka dianjurkan untuk menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan kita susah tidur seperti makan makanan berat menjelang jam tidur, atau menatap layar gadget menjelang tidur.  

Baca juga : Dilema Penjurusan dan Peminatan di Sekolah Menengah Atas dan Jalan Keluarnya

Jarang bersosialisasi

Sosialisasi dengan orang lain, terutama melalui interaksi langsung, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan ketajaman daya ingat otak. Maka jadwalkan waktu rutin untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang lain. Interaksi tersebut tidak hanya memberi stimulasi emosional tetapi juga stimulasi otak untuk menjadi sehat. 

Orang yang jarang bersosialisasi biasanya mengalami kesepian yang bisa berdampak buruk bagi otak. Banyak studi menyimpulkan bahwa orang yang merasa kesepian memiliki resiko lebih besar menderita penyakit otak seperti alzheimer. 

Multitasking berlebihan

Demi efisiensi dan produktivitas, banyak orang pada saat yang sama harus melakukan banyak hal sekaligus. Ini tidak hanya membuat otak cepat lelah tetapi juga menghasilkan residu yang menyebabkan penurunan konsentrasi berpikir. 

Oleh karena itu kurangi kebiasaan mengerjakan banyak hal pada waktu yang bersamaan. Fokuslah pada satu tugas dalam satu waktu hingga tuntas, sebelum beralih ke hal yang lain. Ini sangat baik untuk kesehatan otak. 

Terlalu banyak makan makanan olahan 

Makanan olahan merupakan ultra process food yang biasanya mengandung gula dan garam yang tinggi. Dalam banyak kasus ini, makanan olahan menjadi penyebab peradangan otak yang berakibat lebih lanjut pada penurunan kemampuan berpikir. 

Oleh karena itu, untuk kesehatan otak, dianjurkan untuk menghindari konsumsi makanan olahan secara berlebihan. Sebaliknya, untuk kesehatan otak banyak konsumsi buah, sayuran, ikan, kacang-kacangan. Makanan sehat adalah pemasok nutrisi, bahan bakar  utama otak, untuk kesehatan otak. 

Foto: MSN

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments