Sorgum: Nutrisi Penting Masa Emas Anak

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Dalam tulisan sebelumnya sudah saya uraikan bahwa otak kita memiliki sekitar 1 triliun sel. 100 milyar di antaranya adalah neuron. Dan 900 milyar lainnya adalah sel glial.

Neuron sebagai “super computer” di dalam kepala, menyimpan semua memori dalam cabang-cabang dendrit. Setiap sel neuron, memiliki hingga 20 ribu cabang dendrit.

Untuk mengoptimalkan kerja super computer otak , 100 miliyar sel neuron diselubungi oleh 900 milyar sel glial.

Sel neuron pada otak terbentuk selama 9 bulan 10 hari kita di dalam rahim saat kehamilan.  Selama masa kehamilan, dalam keadaan normal, dan terpenuhinya nutrisi, neuron dan dendrit terbentuk secara optimal.

Setelah lahir, neuron dan dendrit kita tidak lagi tumbuh. Namun perlindungan oleh 900 sel glial, terus berlangsung selama masa pertumbuhan di dalam kandungan hingga kita meninggal.

Setiap sel neuronyang memiliki cabang cabang dendrit terhubung oleh akson. Akson adalah semacam kabel listrik yang menghubungkan masing-masing sel neuron. Di dalam akson terjadi aliran elektris dan kimiawi yang berlangsung seumur hidup.

Pesan-pesan kimiawi dan elektris yang terjadi melalui akson mencakup seluruh pusat kehidupan kita. Informasi kimiawi dan elektris dalam semua sel-sel tubuh, tidak hanya sel otak, dikirim ke pusat computer otak – neuron- untuk diproses kemudian dikirim kembali ke seluruh sel tubuh.

Baca Juga: Ini 5 Jurusan Saintek dan 5 Jurusan Soshum Termurah di UGM

Neuron adalah system saraf pusat. Tugasnya banyak. Neuron mengendalikan, mengatur dan mengolah setiap rangsangan.  Mengatur pikiran dan emosi. Pernapasan, denyut jantung, kerja metabolisme. Mengatur pelepasan hormone tubuh, mengatur suhu tubuh. Neuron adalah titik kordinasi seluruh sel saraf agar dapat berfungsi optimal di dalam tubuh.

Neuron bekerja sama dengan system saraf tepi sebagai penerima rangsangan. Kemudian ada sel saraf motorik : mengatur gerak tubuh. Dan sel saraf somatik : yang mengatur reflex tubuh yang kita tidak sadari.

Misalnya saat tangan kita menyentuh benda panas. Saraf sensorik kita membaca rasa panas pada tubuh, ia mengirim rangsangan itu ke neuron. Pada saat yang sama saraf motoric kita menarik tangan untuk menjauh dari sumber panas.

Baca Juga: Stunting, Sorgum, Kelor dan Kedaulatan Pangan.

Lalu sel saraf somatic mempercepat denyut nadi, meningkatkan frekuensi pernapasan agar aliran darah lebih cepat. Pada saat otak  memerintahkan pelepasan normon endorphin untuk meredahkan rasa sakit akibat panas pada tubuh.

Saraf somatic yang mempercepat aliran darah agar hormon endorphin segera sampai ke pusat rasa sakit untuk menenangkannya. Semua proses ini diolah pada pusat computer otak – neuron.

Semua pertukaran informasi yang berlangsung dalam kecepatan hyper sonic ini terjadi melalui akson. Oleh karena itu akson harus dilindungi oleh lapisan penyelubung- ibarat karet pembungkus kabel – yaitu mielin. Proses penyelubungan ini disebut mielinasi.

Jika proses mielinasi tidak berlangsung baik bisa menyebabkan kebocoran informasi antar sel saraf. Dalam kasus tertentu, kebocoran informasi pada akson mengakibatkan ketidaksesuain pada tahap-tahap pertumbuhan tertentu.

Proses mielinasi berlangsung berurutan. Di dalam otak proses mielinasi berlangsung dari belakang kedepan. Karenanya bayi lebih dahulu melihat sebelum berkata-kata.

Kemudian berlangsung dari yang paling dekat dengan system saraf pusat. Kita lebih dahulu berbicara kemudian berjalan. Akson mengirim pesan ke sel yang menguatkan kaki lebih lama dibandingkan ke sel sel lidah dan pita suara.

Proses mielinasi sangat pesat berlangsung sejak bayi di dalam kandungan hingga berusia 5 tahun. Usia emas ini adalah pondasi bagi berbagai macam pertumbuhan dan perkembangan. Karena itu nutrisi-nutrisi penting pada usia emas ini harus tersedia.

Baca Juga: Sorgum, Iklim NTT Dan Tumbuh Kembang Janin.

Proses elektris dan kimiawi di dalam otak membutuhkan 20 % dari energy yang dihasilkan tubuh. Terutama pada masa emas usia anak. Dan 20 % energy untuk otak ini diperoleh dari makanan dikombinasikan dengan oksigen.

Data diolah oleh penulis

Laman dancow.co.id (12-09-2018) menulis bahwa masa emas anak harus tercukupi dengan 4 nutrisi utama. Karbohidrat, protein, lemak serta vitamin dan mineral.

Sekitar 75 % mielin adalah lemak esensial. 25 % sisanya berasal dari protein. Selain sebagai pengikat oksigen dalam darah, yang berfungsi untuk meregenerasi sel, zat besi juga adalah pembentuk sel glial.

Sedangkan kalsium, magnesium dan fosfor menguatkan tulang dan membentuk otot . Vitamin B membantu perkembangan otak, system saraf tepi dan metabolisme energy. Kandungan niacin dalam Vitamin B6, mengoptimalkan metabolisme nutrisi dan energy.

Maka tidak berlebihan jika dalam masa usia emas anak, mengingat kandungan nutrisinya, sorgum rupanya menjadi pilihan yang paling bijak untuk mengoptimalkan tumbuh kembang mereka.

Tulisan ini sudah pernah diposting di Eposdigi.com dan kini diterbitkan kembali di Depoedu.com atas seijin penulis

Inspirasi utama tulisan ini dari buku Revolusi Cara Belajar oleh Gordon Dryden dan Dr Jeannette Vos – KAIFA – Bandung 2001
Foto : tropis.info

5 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments