Eksistensi Diri dan Tantangan 10 Years Challenge

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Dunia berkembang secara dinamis, selalu berubah mengikuti perkembangan zaman dan mempengaruhi segala aspek dalam kehidupan manusia. Berkembangnya zaman mengakibatkan dunia menjadi semakin sempit, dalam artian individu satu sama lain dapat saling berkomunikasi dan berinterkasi tanpa melihat jauh dekatnya jarak. Hal tersebut terjadi sebab adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menyebar ke seluruh negara di dunia.. Perkembangan ini dapat dirasakan oleh masyarakat dunia karena adanya globalisasi dimana semua mendunia dan satu sama lain saling mengetahui. Internet adalah salah satu kemajuan teknologi yang membantu menyebarluaskan semua informasi di seluruh dunia.

Keberadaan globalisasi dan internet ini diharapkan dapat mempersatukan negara-negara yang berkaitan sehingga akan terjalinnya kerjasama. Namun, di sisi lain berkembangnya dunia yang pesat ini tidak selalu terjadi sesuai dengan yang diharapkan. Kenyataannya perkembangan dunia memberikan dampak bagi masyarakat, yakni semakin tajamnya garis pemisah antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin. Kemajuan-kemajuan hanya bisa dirasakan oleh masyarakat kaya, karena bentuk-bentuk dari kemajuan merupakan sesuatu yang mahal. Bentuk kemajuan tersebut berupa mesin-mesin teknologi yang membantu mempermudah maupun mempercepat pekerjaan, dan mendorong berkembangnya teknologi komunikasi.

Adanya globalisasi  pada era digital, tak ada lagi batas ruang dan waktu untuk memperoleh informasi. Media sosial memudahkan siapa saja untuk saling terhubung satu sama lain Selain sebagai alat komunikasi, media sosial dijadikan alat untuk eksistensi diri dan pencarian jati diri bagi siapa saja. Eksistensi diri sekarang ini menjadi concern banyak orang/masyarakat luas. kenapa?Eksistensi ini sendiri memiliki arti ‘keberadaan’ menurut KBBI, sedangkan eksistensi diri ini kurang lebih mengartikan keberadaan diri kita.

Hari –hari ini tantangan 10 Years Challenge ramai diikuti akun media sosial pesohor Indonesia dan luar negeri. Tantangan yang viral ini memancing pro dan kontra di masyarakat umum. Kelompok yang pro menganggap #10YearChallenge tak lebih dari lucu-lucuan. Namun yang kontra berpendapat tantangan bisa menimbulkan rasa rendah diri. Tidak semua orang punya foto dengan tampilan baik 10 tahun lalu atau sekarang. Hal ini berisiko memancing komentar miring warganet yang berisiko mengganggu kondisi psikologi.

Pada dasarnya, tantangan ini merupakan cara yang menyenangkan untuk melakukan perbandingan usia kita dengan 10 tahun yang lalu dan mencari perubahan yang signifikan, atau justru tidak ada sama sekali. Tantangan #10YearChallenge sebetulnya memiliki arti yang lebih dalam, bahwa penuaan bukanlah hal yang buruk. Berubah secara fisik, emosional, mental, dan semua aspek kehidupan adalah sebuah keindahan. Tidak semua orang cukup beruntung untuk menjadi tua. Usia manusia tidak lebih dari sebuah angka, dan tidak seorang pun berhak membiarkan usia mendefinisikan siapa kita.

Lebih jauh tantangan #10 YearChallenge juga menjagari kita untuk bersyukur merupakan perbuatan yang disukai Tuhan, namun sulit dilakukan manusia. Banyak orang mengeluh dengan kehidupannya dan menginginkan menjadi orang lain. Sikap seperti in justru menyiksa diri karena  kita selalu merasa kurang dan tidak pernah puas dengan kehidupan.

Berpikir tentang masa-masa sulit akan membuat kita merasa lebih kuat dan membantu kita  merasa syukur tentang  hari ini. (Celly Beto)

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of