Cara Benar Mengunakan ChatGPT dalam Proses Belajar Mengajar di Sekolah

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Sejak diluncurkan pertama kali pada November 2022, kini ChatGPT telah digunakan oleh 100 juta pengguna di seluruh dunia. Kini sudah hadir ChatGPT versi 4 (GPT-4) dengan kemampuan tidak hanya menjawab pertanyaan sederhana, membuat rangkuman dari teks panjang dan menyusun esai dalam hitungan detik.

Kemampuan lain yang bisa dilakukan oleh ChatGPT versi 4 adalah bisa menulis puisi, bisa menulis lagu, menulis skenario, menentukan jadwal yang tepat bagi banyak orang dengan waktu luang yang berbeda.

Di samping itu untuk penelusuran, GPT-4 bisa menghasilkan jawaban yang lebih akurat dan kredibel. Meminimalisir informasi yang keliru, mengurangi penyebaran informasi palsu. ChatGPT versi 4 juga dapat memahami bahasa dengan lebih baik.

Terkait kemampuan skolastik ChatGPT misalnya dalam menjawab pertanyaan, membuat rangkuman dari teks, menyusun esai, banyak pihak menghawatirkan penyalagunaan ChatGPT dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.

Mereka mengkhawatirkan fungsi ChatGPT ini dimanfaatkan oleh para murid di sekolah dalam menjawab pertanyaan, membuat rangkuman, menulis esai sehingga tugas sekolah yang adalah latihan untuk mengembangkan kemampuan skolastik murid nampak seperti dapat terlaksana dengan baik.

Padahal fungsi pengembangan kemampuan skolastik tersebut, tidak dapat berjalan dengan baik karena fungsi latihan berpikir tidak berjalan sebagaimana mestinya. Karena proses tersebut dilakukan oleh ChatGPT.

Belajar mengolongkan, menganalisa, menarik kesimpulan, proses kreatif dalam  memecahkan masalah tidak berjalan. Padahal inilah esensi dari pendidikan dan pengajaran di sekolah.

Baca juga : Pembelajaran Kontekstual-Eksperensial Dalam Bidang Entrepreneurship Kelas 4 SD Tarakanita 3 Patal Senayan

Meskipun demikian, terlalu naif juga jika sekolah melarang para murid untuk menggunakan ChatGPT dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Sekolah tetap harus  membuka ruang penggunaan ChatGPT dalam proses pendidikan dan pengajaran.

Kenapa? Karena ChatGPT nampaknya akan digunakan untuk membuat hidup sehari-hari termasuk bekerja, menjadi lebih efektif dan produktif. Dan sekolah adalah upaya menyiapkan para murid untuk memasuki kehidupan termasuk dunia kerja secara lebih efektif dan produktif tersebut.

Oleh karena itu, para stakeholders perlu merumuskan etika pengunaan ChatGPT di sekolah sehingga para murid dapat menggunakan secara bertanggung jawab dan mendapat manfaat dari berkah ChatGPT, sebagai salah satu bentuk kebudayaan manusia.

Kapan ChatGPT dapat digunakan di sekolah?

Beberapa kemungkinan penggunaan ChatGPT di sekolah sebagai berikut;

Pertama, ChatGPT dapat digunakan di sekolah ketika murid terlibat dalam proses mencari informasi dalam usaha memahami sebuah permasalahan, atau memahami sebuah topik. Juga misalnya dapat digunakan dalam rangka menulis esai yang bagus.

Namun karena batasnya sangat tipis terkait hasil antara proses mencari informasi dan proses menghasilkan esai maka perlu segera ditemukan dan dirumuskan cara kerja mencari informasi dengan menggunakan ChatGPT yang diperbolehkan dan yang dilarang.

Murid diijinkan menggunakan ChatGPT untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan pokok masalah, untuk membantu proses penulisan esai dengan menggunakan informasi yang relevan tersebut. Bukan sepenuhnya menggunakan ChatGPT secara langsung dalam menghasilkan esai.

Baca juga : Mempertimbangkan Kelebihan Dan Kekurangan Aplikasi ChatGPT Dalam Penggunaannya Di Lembaga Pendidikan

Jika ini dilakukan, bukan saja tidak bertanggungjawab karena bertentangan dengan hakikat belajar di sekolah tetapi juga salah secara moral.

Kedua, ChatGPT dapat digunakan dalam rangka mengefektifkan kerjasama dalam kerja kelompok, dalam proses mengerjakan proyek sekolah, mulai dari menentukan lokasi kegiatan, jadwal kegiatan, bahkan dalam mengupayakan titik temu dari silang pendapat dalam kerja sama tersebut.

Ketiga, ChatGPT justru harus digunakan dalam proses pendidikan dan pengajaran karena pada saat yang sama ChatGPT menyediakan peluang pada murid untuk belajar bertanggung jawab dalam mengunakan ChatGTP, belajar nilai moral dan integritas.

Adalah sangat tidak efektif jika nilai-nilai moral terkait teknologi diajarkan tetapi pada saat yang sama mereka diisolasi dari area moral tersebut, sehingga sebetulnya para murid tidak belajar apa-apa sama sekali.

Kapan ChatGPT tidak dapat digunakan di sekolah?

ChatGPT tidak dapat digunakan dalam proses belajar mengajar jika karena penggunaan ChatGPT pada proses tersebut sehingga meniadakan proses belajar murid seperti latihan berpikir, latihan memecahkan masalah.

Oleh karena itu, murid dilarang menggunakan ChatGPT pada saat mengerjakan ulangan, mengerjakan pekerjaan rumah yang didesain untuk melatih murid untuk berpikir dan memecahkan masalah. Murid juga dilarang menulis esai, dengan menggunakan ChatGPT yang meniadakan proses berpikir.

Itulah ChatGPT, meskipun menyediakan pelung untuk mengembangkan murid secara intelektual, tetapi dapat juga meniadakan kesempatan tersebut. Oleh karena itu, para stakeholders perlu melakukan antisipasi sehingga  murid dapat bertumbuh meskipun ChatGPT digunakan di sekolah.

Foto: Investing News Network

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga : Cara Benar Mengunakan ChatGPT Dalam Proses Belajar Mengajar Di Sekolah […]

trackback

[…] Baca juga : Cara Benar Mengunakan ChatGPT Dalam Proses Belajar Mengajar Di Sekolah […]