Depoedu.com-Menanamkan nilai kejujuran pada anak tidaklah mudah. Pada saat kita meminta anak jujur, sering kali anak melihat temannya, bahkan guru dan orang tua tidak jujur. Tugas utama menanamkan kejujuran bagi anak adalah orang tua.
Peran ayah dan ibu dalam keluarga sangat penting dalam menanamkan atau meningkatkan kejujuran sedini mungkin. Orang tua harus mengajarkan anaknya untuk jujur, berani berkata sesuai dengan keadaan.
Menanamkan kejujuran pada anak sedini mungkin akan mempengaruhi sikapnya di kemudian hari. Anak akan memiliki integritas yang tinggi dalam hidupnya. Kejujuran akan berhasil ditanamkan di keluarga jika orang tua menunjukkan contoh dan perilaku jujur.
Oleh sebab itu, orang tua harus mendorong dan mendukung anak untuk berkata jujur dan tidak meminta anak untuk berkata tidak jujur demi kepentingan orang tua. Dimulai dari hal-hal sederhana.
Misalnya orang tua dapat menanyakan aktivitas anak selama ditinggal di rumah atau pengalaman selama di sekolah pada hari itu. Tujuh cara menanamkan kejujuran pada anak:
- Kejujuran harus diterapkan setiap hari sebagai pembiasaan.
Cara yang pertama dapat dilakukan orang tua adalah melalui pembiasaan. Dimulai dari anak diminta bercerita tentang yang dialami. Jika anak berbohong, dekati dengan lembut dan penuh kasih sayang, jangan dibentak tetapi diajak untuk berkata benar.
Baca juga : Ini Rumus Untuk Tidur Lebih Berkualitas
Jika anak salah, ajarkan untuk meminta maaf. Selain melalui cerita dan mengajak anak berbicara, orang tua perlu perlu mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari
- Berikan pemahaman pentingnya kejujuran
Berikan pemahaman dengan bahasa yang sederhana bahwa setiap orang perlu jujur. Beri tahu anak bahwa Tuhan maha melihat, jadi harus bersikap jujur. Berikan pemahaman jika kita jujur maka akan disayang Tuhan.
- Ajak anak mendongeng
Mendongeng dapat menjadi salah satu cara yang mudah untuk mengajarkan kejujuran pada anak. Dongeng si kancil misalnya atau dongeng yang lain kan membantu anak dengan mudah memahami tentang kejujuran dan meinta anak menerapkan dalam kehidupannya.
Kondisi menjelang tidur gelombang otak anak sehingga dapat diisi dengan cerita positif agar anak berperilaku jujur. Umumnya anak-anak menyukai dongeng sehingga dianggap cukup efektif untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan.
- Memberi pujian dan motivasi
Pujian dan motivasi sangat diperlukan. Jika anak telah melakukan suatu kejujuran, berikan pujian dan motivasi agar anak mengulangi perilaku itu.
- Memberi kepercayaan
Mendapat kepercayaan dari banyak orang merupakan hal penting dari kejujuran. Ajarkan anak untuk selalu mendahulukan perilaku jujur karena dibutuhkan dalam kehidupan.
- Stop memberi julukan “pembohong”.
Dampak dari memberi julukan “pembohong” anak menjadi pembohong. Dia akan merasa percuma jujur karena akan dianggap sebagai pembohong. Label pembohong dapat mengerdilkan diri anak. Anak menjadi takut atau sebaliknya semakin berani berbohong.
- Bermain congklak
Congklak merupakan permainan tradisional yang dapat melatih kejujuran. Permainan ini menggunakan kerang kecil untuk mengisi lubang-lubang yang dimainkan berdua.
Baca juga : Melejitkan Potensi Anak Melalui Konsep Diri
Permainan ini dianggap selesai jika tidak ada biji yang bisa diambil lagi (lubang besar milik masing-masing pemain terisi semua biji).Permainan ini dapat mengajarkan anak bersikap jujur. Anak yang jujur akan mengisi setiap lubang dengan satu biji.
Peluang untuk tidak jujur dapat dilakukan dengan mudah agar lubang besar cepat terisi banyak biji. Cara tersebut tentu tidak terpuji. Jadi sebelum memulai bermain anak diarahkan untuk jujur, menang dengan cara tidak jujur adalah perbuatan tidak terpuji.
Anak usia 5 tahun dapat diajak bermain congklak untuk menanamkan nilai kejujuran. Anak akan senang karena tanpa disadari belajar sportif. Lama kelamaan anak akan senang jujur karena perjuangan hingga mencapai kemenangan yang jujur akan membuat perasaan lega dan puas.
Jika anak menang (secara jujur) dari permainan, dia diberi penghargaan untuk memulai permainan lebih dulu. Berikan pula pujian sehingga anak akan mengulangi lagi bermain dengan jujur.
Jika kedapatan anak tidak jujur, nasehati dan ajak mengulangi lagi permainan agar bermain dengan jujur. Tetap berikan dorongan, jangan dibentak, diolok-olok atau menghentikan permainan. Cara itu tidak bijaksana bahkan membuat anak untuk curang agar menang.
Ayo ajak anak-anak kita bermain congklak, hati senang, upaya menanamkan nilai-nilai kehidupan akan tercapai dengan baik.
Foto:klik dokter

[…] Baca juga : Tujuh Cara Menanamkan Kejujuran Pada Anak […]
Mantap Via, sangat bermanfaat.
makasih sharingnya