Depoedu.com- Ada yang mengatakan bahwa terkadang hidup memberikan apa yang tidak diharapkan. Ada juga yang mengatakan bahwa hidup memberikan pengalaman. Banyak juga yang mengatakan tentang hidup itu sendiri dengan berbagai pengalaman dan persepsi masing-masing. Seseorang bisa berbicara artinya seseorang itu hidup.
Berbagai macam versi tentang hidup bisa muncul karena masing-masing orang memiliki pengalaman yang tidak sama. Dari pengalaman yang berbeda inilah kemudian muncul berbagai makna tentang hidup. Mengapa bisa berbeda dalam pemaknaan? Hal ini disebabkan karena manusia itu “unik” sehingga membuat pemikiran setiap orang tidak sama.
Saat pola pikir seseorang tidak sama kemudian melahirkan pemaknaan yang berbeda pula, walaupun dengan peristiwa yang sama. Hal ini memperjelas mengapa kehidupan manusia diwarnai dengan konflik yang bermula dari kesalahpahaman. Pemikiran yang berbeda inilah yang menjadi akar masalah sebuah kesalahpahaman.
Kemudian bagaimana melihat perbedaan pola pikir manusia ini dalam kehidupan sehari-hari? Hal ini menjadi pertanyaan besar yang sebenarnya sudah disadari oleh setiap manusia. Hanya saja keegoisan dalam diri manusia yang membuat tidak ingin dikalahkan, sehingga mengakibatkan saling serang dalam rangka mempertahankan apa yang dipahami masing-masing.
Bukankah sebagai manusia hendaknya saling menghargai satu dengan lainya? Bagaimana hendaknya memahami hal ini? Sebenarnya permasalahan ini menjadi keprihatinan manusia, karena kondisi yang paling berharga adalah kedamaian dan ketenangan diri setiap manusia di tengah perbedaan yang ada.
Terlalu sulit memang untuk melihat perbedaan menjadi kekuatan, jika keegoan dalam diri masih menonjol. Maka diperlukan ketenangan diri untuk melihat semua hal yang ada di kehidupan ini menjadi sebuah kekayaan tanpa harus merubah misi setiap pribadi.
Baca Juga: Menjaga Keharmonisan Keluarga
Diibaratkan seperti kamera saat akan digunakan memotret objek, maka kamera akan difokuskan pada titik objek tersebut dan objek yang ada disekitarnya hanya sebagai ornamen yang memperkuat komposisi gambar tersebut.
Teknik semacam ini hendaknya dimiliki setiap pribadi manusia agar semakin menurunkan keegoisannya. Sehingga memandang segala hal yang berbeda dalam hidup sebagai pelengkap dan penguat hidup itu sendiri.
Akhirnya bisa dimunculkan dengan kata sinergi. Saling melengkapi tanpa mengganggu perputaran roda-roda yang lain. Saling berputar pada poros masing-masing dengan satu tujuan besar dalam hidup yaitu kedamaian.
Biarkanlah semua makhluk bahagia. Biarkanlah semua merasakan ketenangan dan kedamaian dengan ukuran masing-masing. Tanpa perlu menilai bahkan membandingkan.
Mengapa perlu menanggalkan penilaian? Hal ini lagi-lagi perlu disadari bahwa keragaman manusia itu ada. Tidak ada alat ukur yang mampu mengukur setiap pribadi manusia.
Nampak rumit, ketika seseorang sudah meletakkan penilaian sebagai standar berelasi dengan orang lain. Mengapa rumit? Karena akan muncul kotak-kotak yang membuat seseorang tersebut terjebak di dalamnya. Mengakibatkan tidak mampu melihat dari sisi yang lain yang disebabkan terhalang dinding-dinding yang menutupinya.
Baca Juga: Hidup Bahagia Vs Hidup Bermakna
Kerumitan ini lagi-lagi bersumber pada pikiran manusia itu sendiri. Kerumitan terjadi karena manusia menetapkan standar masing-masing yang terkadang sulit dimengerti oleh sesamanya. Hal ini berakibat banyak orang berusaha ingin menyenangkan orang lain sehingga mengabaikan dirinya sendiri.
Kondisi semacam ini akan berakibat buruk bagi orang yang berusaha menyenangkan orang lain, karena akan muncul kekecewaan, keputusasaan, stress dan depresi berakhir pada sakit mental.
Penerimaan adalah kebutuhan manusia. Oleh karena itu banyak orang berlomba untuk bisa diterima di tengah banyak orang. Semangat untuk membangun relasi memang baik, namun ada hal yang perlu disadari yaitu diri sendiri. Berusahalah untuk membangun relasi tanpa mengabaikan diri sendiri.
Ketika akal pikiran sehat maka tidak akan ada kekecewaan, keputusasaan, stress dan depresi. Saat akal pikiran sehat maka sudah tentu kedamaian ada dalam diri yang akan berakibat pada ketidak rumitan berpikir. Hidup terasa tenang, damai selaras dengan semesta dan relasi pun berjalan baik.
Sumber dari segalanya terletak pada pikiran dan hati yang dipengaruhinya. Jika sehat pikirannya maka hati akan tenang dan damai. Kenikmatan dan kemerdekaan hidup akan dirasakan. Tidak hidup dalam belenggu kotak yang dibuat oleh penilaian. Sehat jasmani dan rohani akan dirasakan. Begitulah manusia merdeka.
Foto: heppines.id
Penulis adalah Guru BK SMP Kanisius Jakarta

[…] Baca Juga: Manusia Merdeka, Manusia Yang Sehat Jasmani Dan Rohani […]