Webinar SMA Pangudi Luhur Jakarta; Healthy vs Unhealthy Relationship

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Sabtu 2 April 2022, SMA Pangudi Luhur Jakarta telah menyelenggarakan kegiatan webinar sex education yang berkaitan dengan Healthy vs Unhealthy Relationship. Kegiatan tersebut berlangsung pada pukul 09:00-11:00 WIB.

Kegiatan tersebut dipandu oleh Ibu Veronica Dentha selaku Master of Ceremony dan dimoderatori oleh Drs Theo Suprijatin Rastam.

Narasumber dari webinar tersebut adalah Ibu Krishervina Rani Lidiawati, M.Psi,. Dalam pemaparannya, narasumber yang akrab disapa Bu Kris mengatakan bahwa terdapat 5 ciri hubungan yang tidak sehat.

Ciri tersebut di antaranya adalah: intensitas, isolasi, cemburu yang berlebihan, sikap meremehkan dan adanya ketidakkonsistenan atau ketidakjelasan.

Intensitas:

Adanya ketidaksabaran untuk menunggu balasan/chat, atau bahkan menanyakan keadaan secara terus menerus walaupun sudah mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh pasangan merupakan bagian intensitas relasi yang kurang sehat.

Sudah mengetahui pasangannya sedang berkumpul bersama keluarga, sedang belajar, sedang mengikuti kegiatan tertentu, dll, akan tetapi secara terus menanyakan, menghubungi.

Baca juga : Kenali Ciri Toxic Relationship Dalam Relasi Dengan Pasangan Anda

Keadaan ini sungguh menunjukan sebuah intensitas relasi yang tidak sehat. Keadaan ini yang kemudian dapat menimbulkan tindakan abuse atau kekerasan.

Isolasi:

Adanya keinginan untuk selalu bersama pasangan. Tidak memberi kesempatan kepada pasangan untuk aktif mengembangkan potensi dirinya, melakukan hobinya ataupun hal-hal lain yang disukai juga merupakan ciri hubungan yang tidak sehat. Keadan ini menjadikan pasangan terisolasi.

Menjadi jauh dengan dirinya atau bahkan mungkin menjadi asing serta lupa akan jati dirinya. Keterasingan ini juga merupakan tanda sebuah hubungan sudah tidak sehat.

Cemburu yang berlebihan:

Adanya kecenderungan untuk selalu bertanya kepada pasangan, sedang apa, sama siapa, di mana, bahkan harus menunjukan bukti lewat foto atau video call yang dilakukan secara terus menerus, tentu akan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman.

Ketika sesuatu sudah berada pada taraf berlebihan, maka di saat itu sudah mempertegas eksistensi bahwa sesuatu itu sudah tidak baik. Sama halnya dengan cemburu yang berlebihan kepada pasangan, juga menunjukkan sebuah relasi yang sudah tidak sehat.

Meremehkan:

Adanya bahasa verbal atau sikap yang menunjukkan kemarahan, merendahkan dan tidak menginginkan pasangan berkembang adalah ciri hubungan yang tidak sehat. “Kamu ko bodoh banget si”, “Kamu ko jelek banget si”, “Kamu ko tidak bisa ngapa-ngapain”.
Ungkapan-ungkapan meremehkan yang cenderung ditujukan kepada pasangan, juga merupakan ciri sebuah hubungan yang tidak sehat.

Inkonsisten:

Kejadian sering putus nyambung putus nyambung menunjukkan adanya ketidakkonsistenan di dalam sebuah hubungan. Hari ini sudah putus, 2 jam kemudian setelah putus langsung minta balikan. Keadaan ini menunjukkan ketidakstabilan dalam pengambilan keputusan.

Jika sudah ada kejadian seperti itu, dan berulang kali, secara terus menerus terjadi, maka relasi yang dibangun kedua pasangan tersebut sudah tidak sehat.

Baca juga: Empat Level Praktik Hidup Berkeluarga. Keluargamu Berada Di Level Yang Mana?

Selain adanya 5 ciri hubungan yang tidak sehat, Ibu Kris selaku narasumber juga mengungkapkan bahwa, sebuah relasi dikatakan sehat ketika ditandai dengan adanya kesehatan secara fisik, sehat secara psikologis dan sehat secara sosial.

Sehat secara fisik:

Sehat secara fisik artinya mampu menghormati dan menghargai bahwa tubuh kita perlu dirawat, serta dijaga kehormatannya.

Sehat secara psikologis:

Sehat secara psikologis artinya kedua pasangan mampu mendorong dan membangun rasa percaya diri, saling mendukung untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki, dan mampu mengembangkan konsep diri yang positif.

Sehat secara sosial:

Sehat secara sosial artinya kedua pasangan memiliki kesempatan untuk membangun relasi dengan orang lain, dan memiliki kebebasan dalam memilih teman. Tidak ada penjara yang menunjukkan keterikatan, atau bahkan mengekang dan menentukan kepada siapa pasangannya harus berelasi.

Berdasarkan point-point atau ciri relationship yang sehat dan tidak sehat, sudahkah Eduers atau pembaca dapat melihat serta menginvestigasi hubungannya saat ini?
Sudahkan Anda dan pasangan Anda membangun sebuah sebuah relasi yang sehat? Atau bahkan sebaliknya?

Jika Anda sedang terjebak dengan relasi yang tidak sehat saat ini, pikirkan baik-baik. Apakah Anda mau mengakhiri, atau ingin mengubah relasi tersebut ke arah yang lebih sehat?

Selamat menginvestigasi, selamat menjalani dan membangun hubungan ke arah yang lebih baik.

5 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments