SMP Tarakanita 4 Jakarta Tutup Bulan Kitab Suci Nasional 2026 dengan Misa Syukur Bersama

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-“Pada kesempatan ini kita bersyukur karena telah boleh bersama-sama bergelut dengan kitab suci, mendalami dan memahami sabda Tuhan selama satu bulan penuh. Pada saat ini juga kita akan belajar dari St. Hieronimus yang begitu setia pada Sabda Allah.” Demikian pernyataan Pastor Antonius Kustiyanto, MSF membuka Misa Syukur Sekolah SMP Tarakanita 4 dalam rangka penutupan Bulan Kitab Suci Nasional tahun 2026 (30/9/2026). 

Membuka khotbahnya, pastor memberikan sebuah cerita tentang seorang anak yang diajak untuk mendaki gunung oleh ayahnya. Sang Ayah mengajukan pertanyaan kepada anak tersebut, “Nak, apakah kamu sudah tahu arah untuk menuju puncak tersebut?”

“Belum, Ayah! Aku tidak tahu jalan mana yang harus aku pilih!” jawab Sang Anak.

Mendengar jawaban itu, Sang Ayah kemudian memberikan sebuah kompas kepada anak tersebut, sambil berkata,” Nak, untuk naik ke puncak gunung, kamu tidak perlu terlebih dahulu tahu tentang jalan mana yang harus kamu lalui. Yang kamu butuhkan adalah arah yang benar sesuai arah kompas ini. Ikutlah kemana kompas ini menuntunmu,” tegas Sang Ayah.

Baca juga : Jangan Biarkan AI Membuat Anak Berhenti Berpikir

“Nak, memang sebuah perjalan tidak selamanya mulus, kadang kala ada riak gelombang bahkan batu sandungan, lelah letih mungkin akan kamu rasakan. Namun, teruslah berjalan ikuti arah kompas ini, niscaya kamu akan sampai ke puncak,” pungkas Sang Ayah.

Lantas apa maksud Pastor bercerita demikian? Ya, melalui cerita tersebut sesungguhnya Pastor ingin menyampaikan bahwa ibaratnya sebuah kompas maka Kitab suci itu adalah kompas kehidupan. Kompas yang akan menjadi penopang perjalanan hidup kita.  

Mungkin saat ini kita belum tahu apa yang akan terjadi dengan kita di esok hari atau di saat kita dewasa nanti. Namun dengan berpegang pada Kitab Suci, kita pasti diarahkan pada sebuah jalan yang benar. Dengan Kitab Suci kita seyogyanya percaya pada penyelenggaraan Tuhan sebab Kitab Suci bisa menjadi pelita yang menuntun perjalanan kita kepada Tuhan.

Ia adalah Sabda Allah yang mengarahkan kita. Maka, bila Allah mengajakmu dengan bersabda,” Ikutlah Aku!” tanggapilah. Untuk mengikuti Allah memang butuh kesungguhan hati. Namun bukan berarti kita harus meninggalkan tugas kita sehari-hari.

Kita bisa mengikuti Allah melalui tugas harian kita, sebagai pelajar kita harus belajar dengan baik, mendengar nasihat orang tua dan guru, bersikap jujur, membantu mereka yang membutuhkan, dan menggunakan medsos dengan bijaksana.

Baca juga : Pendidikan Gratis untuk Perguruan Tinggi Negeri dan Proteksi bagi Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia

Sabda Allah adalah Sabda yang selalu menjawab segala kegelisahan yang kita alami. Terkadang kita merasa gelisah, tidak berani bertanya tentang banyak hal, tidak tekun dalam belajar dan masih banyak persoalan lain mungkin.

Yuk, belajar dari St. Hieronimus yang saat ini kita peringati. Ia telah banyak memberikan waktu untuk mendalami Kitab Suci, menerjemahkan Kitab Suci ke bahasa latin. “Bulan Kitab Suci boleh berakhir, tetapi kebiasaan membaca Kitab Suci semoga terus dilakukan. 

Jika Yesus bersabda, ”Ikutilah Aku!,” jangan kalian tolak. Jawablah demikian, ”Tuhan, tuntunlah aku dengan sabdaMu agar aku menjadi anak yang berkat bagi banyak orang di sekitarku,” kata Pastor menutup khotbahnya.

Usai misa berlangsung seluruh peserta didik kembali ke sekolah untuk bersiap-siap menggelar berbagai perlombaan seputar Kitab Suci, antara lain; musikalisasi puisi rohani, cosplay keluarga Nazareth, vocal group, story telling, pengkhotbah cilik, menyusun ayat, dan lain-lain. 

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments