Depoedu.com-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan SD Tarakanita 3 menggelar forum penguatan Program Adiwiyata se-DKI Jakarta di SD Tarakanita 3, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026). Acara ini dihadiri oleh perwakilan sekolah-sekolah swasta yang sedang bersiap untuk masuk dan naik tingkat ke jenjang Adiwiyata Tingkat Kota maupun Provinsi.
Kolaborasi ini lahir dari keprihatinan atas masih minimnya keterlibatan sekolah swasta dalam gerakan lingkungan di ibu kota. Catatan DLH Provinsi DKI Jakarta menunjukkan hal yang menarik: dari 481 Sekolah Adiwiyata hingga tahun 2025, porsi sekolah swasta ternyata baru menyentuh angka 8,7 persen atau sekitar 42 sekolah saja.
Melalui perjumpaan ini, DLH DKI Jakarta bersama SD Tarakanita 3 ingin memberikan pendampingan langsung agar sekolah swasta calon Adiwiyata Kota dan Provinsi dapat mempersiapkan kriteria serta pendokumentasian dengan matang.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Koordinator Tim Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) SD Tarakanita 3, Heribertus Suparyanto, membeberkan deretan kebiasaan kecil harian yang mengantarkan sekolahnya sukses meraih dan mempertahankan predikat Adiwiyata Mandiri.
Baca juga : Hakekat Pendidikan Menurut Driyarkara: Memanusiakan Manusia Muda
Para siswa diajak aktif mengolah sampah dapur menjadi eco-enzyme, menyulap minyak goreng bekas menjadi lilin aromaterapi, hingga membuat kertas daur ulang. Tak berhenti di situ, sekolah juga memanfaatkan air sisa buangan AC dan tampungan air hujan untuk menyiram tanaman.
Pembiasaan ini makin lengkap dengan hadirnya kebun obat keluarga, kegiatan pembibitan pohon, racikan gizi sehat anak “Gizi Antarcil”, hingga pendampingan rutin ke puluhan sekolah imbas di sekitar Jakarta.
Heribertus Suparyanto menuturkan bahwa kunci utama perubahan di sekolahnya sebenarnya sederhana, yaitu keberanian untuk memulai dari langkah terkecil seperti memilah sampah dan membuat kompos.
Ketika kepedulian pada alam itu sudah menyatu dengan ritme belajar sehari-hari, seluruh warga sekolah—mulai dari murid, guru, hingga orang tua—akan bergerak dengan sendirinya tanpa merasa terbebani.
Baca juga : Memahami Imposter Syndrome: Apa Itu, Mengapa Terjadi dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
Langkah inspiratif ini mendapat dukungan penuh dari Staf Ahli Khusus Menteri Kemendukbangga sekaligus Penggiat Lingkungan, Triyaka Lisdiyanta, serta perwakilan DLH Provinsi DKI Jakarta yang hadir sebagai narasumber.
Triyaka mengingatkan bahwa apa yang dilakukan SD Tarakanita 3 adalah contoh nyata dari ruh Permen LH Nomor 5 Tahun 2025, di mana Adiwiyata dijalankan bukan demi mengejar piala seremonial, melainkan untuk membentuk watak peduli lingkungan yang melekat seumur hidup.
Melalui kerja sama ini, DLH Provinsi DKI Jakarta berharap kemudahan pemetaan lewat platform digital SIDIA Jakarta dapat membantu sekolah-sekolah swasta peserta forum agar lebih percaya diri menembus penilaian Adiwiyata Kota dan Provinsi.
Forum ini pun diharapkan menjadi pintu pembuka bagi sekolah-sekolah swasta di Jakarta untuk saling bertukar pengalaman dan tumbuh bersama menuju lingkungan sekolah yang lebih hijau dan nyaman.
Penulis adalah Wakil Kepala Bid. Kehumasan SD Tarakanita 3
