Depoedu.com-Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengajak milenial mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan tahun ini.
Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan merupakan salah satu kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyelesaikan dan menuntaskan sertifikasi guru dalam jabatan, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru & Dosen.
Pendaftaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan 2023 dibuka sejak hari Rabu 31 Mei 2023. Kuota nasional yang tersedia pada PPG Prajabatan 2023 adalah sebanyak 59.019 mahasiswa.
PPG prajabatan 2023 yang dibuka kembali ini dikhususkan bagi lulusan sarjana maupun diploma IV, baik dari kependidikan maupun nonkependidikan.
“Melalui transformasi program PPG Prajabatan ini, kami ingin menekankan pengalaman praktik bagi calon guru sebagai simulasi yang menggambarkan dunia pendidikan yang sesungguhnya,” tutur Mas Nadiem.
Baca juga : Workshop Literasi Guru Bahasa Indonesia SMP MPK KAJ
“Selain itu, yang tak kalah penting program PPG merupakan upaya menjaring calon guru potensial yang sesuai kebutuhan dan benar-benar memiliki kompetensi untuk direkrut sebagai guru,” lanjut Mas Nadiem, Sabtu (3/6).
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbudristek Nunuk Suryani mengatakan bahwa PPG Prajabatan bertujuan mencetak generasi baru guru-guru Indonesia yang memiliki panggilan hati menjadi guru profesional, berkomitmen menjadi teladan, cinta terhadap profesi, dan pembelajar sepanjang hayat.
Dirjen Nunuk juga menjelaskan bahwa para peserta akan memperoleh sertifikat pendidik dan mendapatkan kompetensi pedagogik, sosial, profesional dan kepribadian untuk memulai karier sebagai guru profesional yang diakui.
Pendidikan Profesi Guru bagi calon guru yang mengikutinya tentu akan dibekali dengan skill yang dibutuhkan untuk menjadi seorang tenaga pendidik yang handal. Pendidik akan difokuskan pada materi bagaimana mengefektifkan pembelajaran melalui bimbingan praktik lapangan selama 6 bulan.
Baca juga : Ustaz Adi Hidayat Dapat Gelar Doktor Kehormatan Dari Universitas Muhammadiyah Jakarta
Calon guru akan dibimbing oleh tenaga ahli yang sudah professional di bidangnya tentang metote, pendekatan, model pembelajran, teknik sampai ke pada tahap dasar sebagai pendidik yaitu bagaimana menyusun RPP yang baik dan benar.
Selanjutnya bagi yang telah menyelesaikan studi PPG ini, nantinya akan menjadi guru yang professional. Lebih dalam dengan PPG diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan pendidikan, seperti kualifikasi di bawah standar (under qualification), dan guru-guru yang kurang kompeten (low competence).
Di era revolusi industri 4.0, guru diharapkan memiliki kemampuan melaksanakan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan dengan mengintegrasikan critical thinking dan problem solving, communication and colaborative skill, creativity and inovative skill, information and communication technology literacy, contextual learning skill, serta information and media literacy.
Selain itu, PPG dalam Jabatan juga dirancang agar mampu membekali kemampuan problem solving, kritis, dan kreatif kepada calon guru profesional, melalui implementasi model pembelajaran dan kegiatan berbasis masalah (problem-based learning) dan proyek (project-based learning).
Foto: Universitas Bina Bangsa

[…] Baca juga : Urgensi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Tahun 2023 […]