Pengelola Lembaga Pendidikan Terduga Teroris, Ditangkap Densus 88 di Banyuwangi

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Seorang pria berinisial SN, berusia sekitar 41 tahun, warga Dusun Susukan Kidul, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur ditangkap pasukan anti-terror Densus 88 karena dugaan terlibat jaringan terorisme.

SN diamankan di kantor At Tauban Law Office, jalan Sritanjung dusun Susukan Kidul RT 03/01 Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Sabtu (3/6) siang, tanpa perlawanan yang berarti dari SN. Prosesnya berlangsung sangat cepat sehingga warga setempat tidak ada yang mengetahui.

“Kejadiannya begitu cepat. Kami selaku kepala desa baru tahu kejadiannya setelah selesai. Kami baru mengetahui setelah penggeledahan rumah SN pada hari Minggu (4/6),” kata Kepala Desa Gladag A. Haidir Sidqi.

Haidir menyebut mereka sama sekali tidak menduga jika SN terlibat jaringan terorisme, karena sehari-hari SN dikenal sebagai warga yang baik dan rutin bersosialisasi dengan warga sekitar. Ia mengaku sering ngobrol tentang banyak hal dengan SN.

“Selama ini dengan masyarakat sosialisasinya bagus. Sering kali juga kita ngobrol tentang berbagai hal,” kata Haidir.

Haidir menyebut, sehari hari ia mengenal SN sebagai dosen dan pengacara. Sebagai pengacara, SN mengelola kantor pengacara At Tauban Law Office. Tahun 2022 SN terlibat dalam pendampingan korban kekerasan seksual.

Baca juga : Urgensi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Tahun 2023

Selain itu, SN juga mengelola Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) At Tauban di desa Gladag, Kecamatan RogoJampi. Di PKBM ini SN mengelola Pendidikan Anak Usia Dini, juga Taman Pendidikan Anak Soleh.

Selain pendidikan anak usia dini, PKBM At Tauban juga mengelola program paket A, paket B, paket C dan kursus pengembangan soft skill. Menurut  Haidir, Kepala Desa Gladag, ada sekitar seribu (1000) orang yang belajar di PKMB At Tauban, lembaga pendidikan non formal yang dikelola oleh SN tersebut.

Selain aktivitas tersebut, SN juga dikenal masyarakat Desa Gladag dan sekitarnya sebagai pribadi yang dermawan, lantaran dulu sebelum pandemi Covid 19, tiap Jumad, SN memberikan santunan kepada fakir miskin dan anak yatim.

Fakta-fakta inilah yang menyebabkan A. Haidir Sidqi Kepala Desa Gladag kaget mendapat informasi bahwa SN, seorang warganya yang terkenal selama ini sebagai warga yang dermawan, ditangkap pasukan anti teror Densus 88 karena terlibat dalam jaringan terorisme.

Bagaimana Membaca Fakta Ini?

Menurut saya, semua kelompok politik selalu berusaha menemukan cara untuk mewariskan nilai perjuangan mereka. Dunia pendidikan selalu menjadi sarana yang paling efektif bagi kelompok politik tersebut untuk mendidik pengikut dan mewariskan nilai-nilai perjuangan mereka.

Inilah yang menyebabkan semua kelompok politik mengincar lembaga pendidikan untuk memperluas dan melanggengkan pegaruhnya. Saya yakin SN menggunakan PKBM yang ia dirikan untuk menanamkan pengaruh kelompok mereka. Dan dampak jangka panjangnya bisa sangat dahsyat.

Baca juga : Workshop Literasi Guru Bahasa Indonesia SMP MPK KAJ

Dan ini merupakan cara lain yang berbeda dengan cara yang selama ini  mereka lakukan. Biasanya melalui sekolah formal, melalui guru-guru yang yang terpapar ideologi radikal, atau melalui kegiatan ekstrakurikuler, mereka mencoba menanamkan pengaruh dan mewariskan nilai-nilai perjuangan.

Meskipun ini gejala lama namun hingga kini pemerintah belum melakukan banyak langkah untuk membersihkan sekolah dari pengaruh ideologi radikal. Kini mereka juga mulai menggunakan lembaga pendidikan nonformal untuk memperluas pengaruh mereka.

Mudah-mudahan kasus ini membuka mata pemerintah untuk lebih serius mengambil langkah untuk menghentikan gerakan radikal memperluas pengaruh mereka. Izin operasional terhadap lembaga pendidikan nonformal hendaknya diikuti dengan pengawasan yang lebih cermat.

Selama ini pengawasan terhadap pengaruh gerakan radikal di lembaga pendidikan boleh dibilang sangat lemah, padahal secara struktural harusnya tersedia pengawas untuk tugas pengawasan tersebut.

Kita berharap penangkapan SN ini membuka mata pemerintah untuk bekerja lebih baik mencegah menyebarnya ideologi radikal, termasuk melakukan pengawasan lebih cermat tidak hanya pada sekolah formal tetapi juga pada lembaga pendidikan nonformal. 

Foto: TvOneNews.com

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments