Depoedu.com-Merdeka mengajar merupakan salah satu program pembelajaran yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun pembelajaran ini. Tujuan utama adalah membawa perubahan yang signifikan terhadap proses pendidikan di Indonesia.
Program pembelajaran yang paling baru ini merupakan salah satu upaya untuk mendobrak sistem pembelajaran di Indonesia. Karena masyarakat menilai bahwa sistem pendidikan di Indonesia dirasa terlalu penuh dengan tuntutan kompetensi yang tidak diperlukan semua oleh siswa.
Tentunya perubahan ini akan sangat mempengaruhi mereka yang langsung terlibat di dalamnya. Terutama para guru yang setiap hari berinteraksi dengan para siswa untuk melaksanakan proses pembelajaran di dalam kelas.
Sehingga seyogyanya program ini tidak hanya menguntungkan siswa tetapi juga membawa pengaruh positif bagi guru.
Pendaftaran implementasi Kurikulum Merdeka untuk sekolah segera dibuka. Pengumuman ini disampaikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam Instagram resminya.
Baca juga : Tamparan Nono Sang “Malaikat Agung”: “Kemiskinan” Tak Menyilaukan Mata!
“Nantikan pendaftaran Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Tahun Ajaran 2023/2024 di Platform Merdeka Mengajar dan mulai persiapkan kebutuhan pendaftaran untuk satuan pendidikan Ibu dan Bapak,” tulis pengumuman dalam Instagram @kemdikbud.ri dikutip Jumat (3/2/2023).
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum pendidikan yang baru diresmikan Februari 2022 oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Kurikulum ini berfokus pada materi yang esensial serta pengembangan karakter siswa dengan Profil Pelajar Pancasila.
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Konten pembelajaran dioptimalkan agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan kompetensi.
Dengan adanya penerapan program merdeka belajar, maka guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Caranya adalah dengan memberikan kebebasan untuk memanfaatkan apapun guna meningkatkan kualitas pembelajarannya. Tidak hanya fasilitas di sekolah tetapi juga lingkungan yang berada di sekitarnya.
Guru pun dapat memanfaatkan berbagai macam aplikasi yang banyak diciptakan untuk mendukung proses pembelajaran pada saat pandemi ini. Sehingga nantinya ketika sudah bertatap muka seperti sebelum pandemi tidak hanya menguasai Zoom meeting atau Google classroom saja.
Baca juga : Pertama Dalam Sejarah, Presiden BEM Columbia University Berasal Dari Indonesia
Keunggulan Kurikukum Merdeka untuk guru yaitu dapat memberikan Kurikulum Merdeka Belajar dengan beban kerja yang berkurang, penyederhanaan RPP dan keunggulan lainnya.
Kurangnya beban guru ialah guru bisa dapat leluasa dalam melaksanakan pembelajaran serta beban tugas administrasi lebih sederhana sehingga dalam menjalankan sebagai guru lebih terasa nyaman.
Penyederhanaan RPP dengan Kurikulum Merdeka dapat memberikan ruang luas dalam penyederhanaan rancangan pelaksanaan pembelajaran sehingga pada proses evaluasi terdapat aturan yang memberikan kebebasan bagi guru dalam pembuatan, pemanfaatan serta pengembangan RPP.
Kurikulum Merdeka berdampak positif bagi siswa. Dampak positifnya siswa dalam proses pembelajaran dapat mengikuti proses perkembangan zaman di mana semakin maju dan didukung oleh kepala sekolah, beserta guru, dan tenaga pengajar, dan peserta didik bahkan lembaga itu sendiri.
Tujuan Kurikulum Merdeka mengembalikan otoritas sekolah dan pemerintah daerah untuk mengelola sendiri pendidikan yang sesuai dengan kondisi di daerahnya. Mempercepat pencapaian tujuan pendidikan nasional. Menyiapkan tantangan global era revolusi.
Foto:NaikPangkat.com

[…] Baca juga : Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi Dunia Pendidikan Indonesia […]
[…] Baca juga : Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi Dunia Pendidikan Indonesia […]