Depoedu.com-Apakah saya akan selalu memperoleh apa yang saya inginkan? Jawabnya tidak! Namun saya akan selalu mendapatkan apa yang Tuhan kehendaki. Kutipan dari salah satu buku Nick Vucidic ini selalu bergema dalam hati kami.
Adakah orangtua di dunia ini yang mau mempunyai anak “istimewa”?
Tentu tidak, jawaban itu adalah keinginan kita bukan keinginan Tuhan. Tuhan menitipkan anak spesial kepada kita, siapapun kita, karena Tuhan tahu bahwa kita sanggup asalkan kita mau.
Merawat dan mendampingi anak berkebutuhan khusus layaknya sebuah lari marathon. Kami harus terus berlari, karena kalau kami berhenti sebentar saja maka kami akan tertinggal.
Menjadi juara bukanlah tujuan kami, namun yang paling penting adalah anak kami harus mencapai garis finish. Garis finish yang dimaksud di sini adalah kemandirian seutuhnya.
Baca juga : Lima Pekerjaan Tak Tergantikan Robot Berikut Bisa Jadi Pertimbangan Memilih Karier
Hal yang paling utama dalam membesarkan anak spesial adalah orangtua mau menerima dan mengakui keberadaan anak istimewanya apapun kondisinya. Kita lihat anak spesial kita sebagai subyek, manusia yang utuh dan sempurna. Inilah jalan masuk untuk berkembangnya anak kita.
Durasi anak di rumah lebih panjang daripada di luar rumah (entah itu di tempat terapi atau sekolah). Oleh karena itu, keterlibatan orangtua dan anggota keluarga lain dalam mendampingi adalah kunci utama bagi kemajuan anak kita.
Jadi walaupun di rumah, kita gunakan setiap waktu sebagai terapi, jadikanlah anak sebagai mitra dalam setiap aktivitas keluarga, selalu libatkan anak spesial kita.
Kita tahu bahwa kita tidak akan menemukan obat ajaib agar anak kita normal. Karena anak berkebutuhan khusus tak bisa disembuhkan. Namun kita bisa meminimalisir perbedaan dan ketertinggalan itu asalkan kita mau berjuang dan terlibat secara langsung.
Baca juga : Kisah Sukses Group Band Voice Of Baceprot Dan Peran Guru Bimbingan Dan Konseling
Hal yang terbaik adalah menerima mereka sebagai anak normal, mereka adalah bagian dari hidup, tidak untuk diasingkan. Ketika kita menyadari bahwa kita peduli dengan mereka.
Itu adalah hal luar biasa yang kita lakukan. Mereka juga akan memberikan kepedulian yang sama kepada kita (dengan kita ajari dan contohkan bagaimana caranya).
Anak berkebutuhan khusus tidak pandai merangkai kata, tidak lancar beraksara, namun mereka genius dalam bahasa emosi, bahasa yang tidak memikirkan tapi merasakan. Mereka bisa menatap kita dan sungguh tahu bagaimana suasana hati kita.
Membesarkan, merawat, melayani anak berkebutuhan khusus mengajari kita arti cinta tanpa pamrih, cinta sesungguhnya. Bukankah kehidupan diukur dengan seberapa banyak cinta yang telah kita berikan? Maka sempatkanlah waktu untuk melayani mereka.
Foto:Fimela.com

[…] Baca juga : Menjadi Orangtua Istimewa Bagi Anak Istimewa […]
[…] Baca Juga: Menjadi Orangtua Istimewa Bagi Anak Istimewa […]