Depoedu.com-CEO Tesla Motor Elon Musk, dalam dialog daring dengan 400 mahasiswa dari seluruh Indonesia, yang merupakan salah satu dari rangkaian acara G20. Dialog yang dipandu oleh menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim ini membicarakan berbagai hal penting tentang pendidikan.
Saat Nadiem bertanya tentang bagaimana pendidikan di masa depan, Elon Musk mengatakan, hal yang sangat perlu diajarkan adalah bagaimana kemampuan berpikir kritis dilatih.
Ia kemudian menggambarkan dua kebiasaannya, yang membuatnya dapat berpikir jauh ke depan, out of the box, dan kritis, sehingga menjadi sukses.
Dua kebiasaan tersebut adalah kebiasaan membaca dan kebiasaaan menontom filem fiksi ilmiah. Ia mengatakan, dua kebiasaan inilah yang membuatnya dapat berpikir kritis, yang kemudian banyak berdampak padanya.
Dari dua kebiasaan tersebut, ia juga menemukan bahwa Ilmu Fisika adalah ilmu yang sangat membantu dalam banyak hal.
Selain itu, Elon juga merespon pertanyaan Nadiem tentang upaya mencari pendidikan yang terbaik. Bagi Elon, selain berpikir kritis, pendidikan yang terbaik adalah apa yang relevan bagi kebutuhan masa depan.
Ia lantas berbagi ide tentang pekerjaan-pekerjaan masa depan yang menurutnya relevan dan akan banyak diminati. Menurut Elon, dua bidang tersebut adalah Artificial Inteligence, dan energi terbarukan.
Baca juga : Nasihat Bernas Dari Elon Musk Bagi Pelajar Dan Mahasiswa Jika Ingin Sukses
Menurut Elon, ke depan dua program studi tersebut akan menjadi primadona di perguruan tinggi karena relevan dengan kebutuhan perkembangan pada masa depan.
Seperti dilansir pada laman detikedu, pada dasarnya sejumlah kampus di Indonesia telah membuka dua program studi tersebut, karena telah menawarkan program studi dan mata kuliah terkait bidang studi artificial inteligence dan energi terbarukan tersebut.
Kampus dengan Program Studi AI
- Universitas Airlangga
Universitas ini menyelenggarakan prodi S1 Robotika dan Kecerdasan Buatan. Misi dua porgram studi ini adalah mempersiapkan lulusan yang mampu mengembangkan metode kecerdasan buatan pada sistem fisik siber yang otonom pada aplikasi industri secara luas.
Beberapa mata kuliah yang akan dipelajari adalah Fisika Dasar, Mobile Robot, Otomasi Industri, Praktikum Pembelajaran Mesin, Autonomus Vehicle.
- Universitas Gajah Mada
UGM menyelenggarakan prodi AI pada program S2 Kecerdasan Artificial pada Juni 2022. Lulusan pada program studi ini akan bekerja sebagai Data Scientist dan Analyst, AI Specialist, AI Enterpreneur
- Binus University
Binus menyelenggarakan prodi AI melalui program studi Computer Science. Di program studi ini mahasiswa akan belajar mengembangkan sistem kecerdasan, robotik, computer vision, hingga bioinformatika. Selain itu itu, menyelenggarakan mata kuliah AI pada semester ke lima.
Lulusan program studi Computer Science memiliki prospek kerja sebagai AI Specialist, Data Scientists, IT Consultant, Database Specialist, Multimedia programmer
Baca juga : Tahun Ini Perusahaan Elon Musk Akan Tanam Chip Di Otak Manusia. Ini Dampaknya
Kampus dengan Program Studi Energi Terbarukan
- Universitas Prasetya Mulia
Universitas Prasetya Mulia menyelenggarakan program S1 Teknik Energi Terbarukan. Mata kuliah yang akan dipelajari adalah Manajemen Sumber Daya Pengolahan Bahan Baku, Pembangkit Listrik, Efisiensi Energi dan Konservasi.
Mata kuliah lainnya adalah Termodinamika, Manajemen Proyek, Sustainable Development, dan Heat and Moss Transfer.
- Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)
Sedangkan ITS menyelenggarakan program studi S2 Energi Terbarukan. Mata kuliah yang akan dipelajari adalah Manajemen Teknologi dan Inovasi, Etika Bisnis dan Keberlanjutan.
Selain itu, mata kuliah pilihannya adalah Sumber Daya Energi Terbarukan, Solar Bioenergi, dan Hidropower Energi, Kebijakan dan Masyarakat dan Penyimpanan Energi.
Itulah pendapat inovator Elon Musk, tentang pendidikan yang tidak hanya memnggambarkan kondisi inovasi di dunia industri tetapi juga menggambarkan kebutuhan sumber daya manusia dan apa yang harus dikerjakan oleh lembaga pendidikan.
Selain itu dalam penelusuran kami, untuk mengecek kesiapan lembaga pendidikan kami juga menemukan bahwa pendidikan tinggi kita tidak kalah cepat merespon trend perkembangan teknologi.
Program studi AI dan Energi terbarukan sudah hadir di beberapa kampus kita baik di progran S1 maupun program S2. Yang agak tertinggal sebetulnya pendidikan dasar hingga menegah kita, karena koding yang harusnya sudah bisa di pelajari belum juga muncul dalam kurikulum, paling tidak di SMP dan SMA.
Foto: detikInet

[…] Baca juga : Elon Musk Tentang Pendidikan, Pekerjaan Masa Depan. Dan Sudah Adakah Program Studi Serta Kampusnya D… […]
[…] Baca juga : Elon Musk Tentang Pendidikan, Pekerjaan Masa Depan. Dan Sudah Adakah Program Studi Serta Kampusnya D… […]