Duo Siswa Tarakanita Tangerang Menangkan Perunggu Ajang IEYI 2022 Melalui Inovasi Vending Machine Masker Berbayar Sampah

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Masker mulut merupakan barang yang sangat diandalkan sebagai alat perlindungan diri   di masa pandemi ini. Dengan memakai masker mulut secara benar diharapkan menghindarkan pemakainya menularkan ataupun tertular penyakit ISPA, terutama COVID-19.

Oleh karenanya masker menjadi kebutuhan yang sangat mendasar saat ini. Di sisi lain, isu tentang sampah menjadi keprihatinan bersama. Ada begitu banyak sampah dari setiap aktivitas kita yang tidak dibuang pada tempat yang seharusnya dan tidak dikelola dengan baik sehingga menambah masalah lingkungan.

Ingin menjawab kebutuhan mendapatkan masker sekaligus membawa manfaat lain dalam mengelola sampah menjadi inspirasi bagi Hansen dan Gerald menciptakan sebuah alat yang diberi nama VeMas: Vending Machine berbayar sampah.

“Berawal dari masalah yang kami alami sendiri saat ke sekolah harus membawa beberapa masker termasuk cadangan untuk mengganti masker yang telah dipakai selama 4 jam dan (atau) basah maka perlu alat yang praktis untuk mendapatkannya,” ungkap Hansen yang memiliki nama lengkap Hansen Aurelius Tjandra ini.

Baca juga : Urgensi Pendidikan Karakter Anak Di Era Digital

“Kepedulian masyarakat dalam membuang sampah masih rendah sehingga perlu edukasi,“ tambahnya.

Penemuan kedua anak muda ini dianggap sebagai penemuan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan berhasil memikat para juri International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2022 sehingga mendapatkan medali perunggu di ajang internasional yang diumumkan awal November ini.

Hak paten akan VeMas ini sedang diproses oleh BRIN sebagai bentuk pengakuan terhadap inovasi yang dibuat oleh kedua pelajar.

Semangat dan daya juang Hansen dan Gerald yang sekarang merupakan peserta didik kelas XII dari SMA Tarakanita Gading Serpong ini telah melewati berbagai ujian.

Baca juga : Pameran Pendidikan Sekolah Tarakanita Secara Virtual Melalui Artsteps

Semuanya berawal ketika pada  Oktober  2021 lalu mereka mengikuti National Young Inventors Award (NYIA), sebuah ajang yang yang diadakan oleh LIPI (sekarang BRIN) untuk menjaring penemuan-penemuan oleh kaum muda. Lolos ke babak final, mereka harus melawan 48 tim lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Pada babak final ini penemuan mereka mendapatkan special award dan berhak mewakili Indonesia di ajang IEYI 2022.

“Kami mendapat pelatihan presentasi dari BRIN untuk persiapan IEYI. Di ajang ini kami mendapat pengalaman yang luar biasa dan harus bersaing dengan peserta dari Jepang, Cina, Rusia, Singapura, Taiwan, Hong Kong, Thailand, dan Indonesia sendiri,” ungkap Ignatius Gerraldo Ramlan dengan penuh semangat.

Bagi teman-teman seusianya dan generasi muda pada umumnya Hansen berpesan: “Jangan putus asa, terus maju. Berkaryalah selagi masih bisa. Waktu yang ada gunakan untuk mewujudkan mimpi yang terasa mustahil. VeMas masih bisa dikembangkan, jadi cobalah.”

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments