Depoedu.com-Salah satu ciri khas manusia yang paling mendasar adalah makhluk yang selalu bertanya (interrogans creatura). “Pertanyaan” yang merupakan bagian yang paling esensial dari kehidupan manusia itu, biasanya berhubungan erat dengan pengetahuan yang akan dimilikinya, dan digunakannya sebagai pedoman hidupnya.
Pertanyaan-pertanyaan yang dikonstruksikan manusia merupakan jalan menuju pemenuhan hidup sebagai manusia yang berpengetahuan (ways of knowing). Karena itu tidak mengherankan kalau Thomas Berger pernah mengatakan bahwa seni dan ilmu membuat atau memberikan pertanyaan merupakan sumber dari segala ilmu pengetahuan.
Barak Rosenshine yang terkenal dengan bukunya “The Principles of Instructions” (effective teaching) juga mengatakan bahwa “questions help students practice new information and connect new material to their prior learning”.
Bahkan pakar pendidikan pembebasan di Amerika Latin Paulo Freire menempatkan pertanyaan sebagai bagian yang paling penting dalam proses pendidikan populer yang dikembangkannya terutama bagi masyarakat kecil yang membutuhkan pengetahuan.
Sekolah yang merupakan sebuah institusi pendidikan formal, di mana manusia belajar, tidak terlepas dari proses “interrogans creatura” ini. Karena itu, belajar memberikan pertanyaan atau membuat pertanyaan yang merupakan sumber ilmu pengetahuan itu merupakan bagian yang esensial dari pendidikan di sekolah-sekolah, terutama bagi para pendidik (guru/dosen).
Pertanyaannya: bagaimana membuat atau memberikan pertanyaan yang efektif kepada para murid?
Sebagai guru, memberikan atau membuat pertanyaan mungkin sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaannya. Tapi harus diakui bahwa sering terjadi pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada para murid sering diberikan tanpa memiliki tujuan yang jelas.
Baca juga : Kehadiran Guru Pengerak Dan Maknanya Dalam Dinamika Pendidikan Indonesia
Bahkan, pertanyaan-pertanyaan tersebut kadang-kadang membuat murid semakin tidak memahami apa yang mereka pelajari. Karena itu seni dan pengetahuan membuat atau memberikan pertanyaan kepada para murid perlu dikembangkan seorang guru/dosen sehingga apa yang menjadi tujuan pembelajaran bisa dicapai dengan baik.
Hal yang paling pertama untuk diperhatikan seorang guru dalam membuat atau memberikan pertanyaan kepada para murid adalah bagaimana memberikan atau membuat pertanyaan-pertanyaan penting (besar) kepada para murid? Pertanyaan-pertanyaan penting bagi murid harus didasarkan pada:
- Pertanyaan yang bisa menunjukkan seberapa baik atau sejauh mana materi yang dipelajari dikuasai/dipahami/dikembangkan para murid.
- Pertanyaan yang bisa menyoroti atau mengembangkan jika ada instruksi lanjutan yang dibutuhkan atau dikembangkan para murid.
- Pertanyaan yang menunjukkan bagaimana murid bisa sampai kepada sebuah jawaban (proses menuju konklusi).
- Pertanyaan yang bisa menjelaskan langkah-langkah atau strategi yang dibutuhkan oleh para murid.
Di atas semuanya itu pertanyaan-pertanyaan yang baik harus berpedomankan pada:
- sebuah pertanyaan harus direncanakan. Guru harus mempersiapkan pertanyaannya dengan baik dan bukan pertanyaan aksidental (yang muncul saat pelajaran berlangsung).
- sebuah pertanyaan harus memiliki maksud atau tujuan yang jelas. Dalam kurikulum di Indonesia biasanya pertanyaan ini berhubungan dengan tujuan pelajaran yang mau dicapai.
- sebuah pertanyaan menciptakan sebuah ruang di mana para murid memiliki waktu untuk berpikir.
- sebuah pertanyaan harus beranjak dari suatu pertanyaan tertutup menuju pertanyaan terbuka.
Bloom’s Taxonomy bahkan memiliki hirarki pertanyaan yang perlu dikenal dan dipraktikkan oleh para guru. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada para murid mestinya menciptakan kemajuan atau pengetahuan dalam bidang tertentu. Seperti yang diperlihatkan di bawah ini.

Hal yang paling penting untuk disadari dalam membuat pertanyaan kepada para murid juga adalah jangan memberikan begitu banyak pertanyaan kepada para murid pada saat yang sama.
Pertanyaan yang banyak akan membuat murid bingung dan mereka tidak paham akan apa yang akan mereka pelajari. Berikanlah satu atau dua pertanyaan dan biarkanlah atau berikan mereka waktu untuk berpikir.
Guru yang profesional adalah guru yang memberikan waktu kepada para murid untuk berpikir dan tidak menginginkan jawaban instan atau secepat mungkin kepada gurunya.
Memberikan waktu kepada para murid untuk berpikir dan kesabaran para guru/dosen untuk menunggu jawaban merupakan salah satu kunci keberhasilan proses belajar mengajar di kelas. Hal ini penting karena:
- para murid perlu mendengarkan dan memahami pertanyaan dengan baik. Mendengarkan atau membaca dan memahami pertanyaan merupakan kunci pertama dalam proses menjawab sebuah pertanyaan.
- para murid perlu memproseskan pertanyaan yang mereka dengar atau baca untuk dipahami.
- bagi murid yang mempelajari pelajarannya di luar bahasa aslinya atau dalam bahasa kedua (second/third language) biasanya membutuhkan waktu untuk “menerjemahkan” pertanyaan tersebut ke dalam bahasa asli mereka.
Di sini mereka butuh lebih banyak waktu untuk memahami pertanyaan dengan lebih baik. Hal ini sering terjadi di sekolah-sekolah internasional, di mana para murid belajar berbagai bahasa dan para murid memiliki bahasa asli yang berbeda.
Baca juga : Halo-Halo (Peringatan Bagi) Para Pekerja Usia 40-An Tahun, Siapkan Datangnya Masa Pensiun, Mulai Sekarang!
- para murid membutuhkan waktu untuk membangun sebuah keberanian untuk menjawab pertanyaan. Terutama pertanyaan yang membutuhkan jawaban langsung di kelas (dialog).
Tidak semua murid memiliki keberanian untuk berbicara di depan umum dan mereka butuh waktu untuk memiliki keberanian untuk berbicara menjawab pertanyaan guru.
Saat-saat yang paling penting di mana kesabaran guru dibutuhkan terjadi pada kurun waktu antara pertanyaan diberikan dan waktu murid menjawab pertanyaan. Umumnya guru menghendaki para murid bisa menjawab dengan cepat, tetapi jawaban yang baik dan berkualitas biasanya didasarkan pada jawaban yang “dipikirkan” terlebih dahulu.
Selain itu waktu lain yang menuntut kesabaran seorang guru adalah saat setelah para murid menjawab pertanyaannya. Berikan mereka juga waktu untuk mengembangkan jawaban mereka pada level yang lebih luas.
Kedua momen ini sangat penting dan menuntut kesabaran ekstra keras dari para guru.
Semoga catatan singkat ini bermanfaat bagi para guru untuk semakin meningkatkan kemampuan mereka dalam membuat pertanyaan yang mengembangkan pengetahuan para murid. Selamat mengajar dan belajar!
Foto:Edumaster Privat

[…] Baca juga : Teacher’s Corner: Bagaimana Membuat Pertanyaan Yang Efektif Di Kelas? […]
[…] Baca juga : Teacher’s Corner: Bagaimana Membuat Pertanyaan Yang Efektif Di Kelas? […]