Perubahan Wujud Benda sebagai Proyek Integrated Learning Kelas V SD Yuwati Bhakti Sukabumi

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – SD Yuwati Bhakti selalu melakukan perubahan demi menghasilkan pendidikan yang lebih baik. Salah satu kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh SD Yuwati Bhakti untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah menerapkan pembelajaran terpadu (Integrated Learning).

Pembelajaran terpadu ini bertujuan agar peserta didik dapat menuangkan kreativitas yang dimiliki dengan membuat satu proyek, melatih peserta didik mengambil keputusan dan berpikir kritis melalui sebuah percobaan dalam bentuk proyek. Peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung.

Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi bervariasi dan lebih menarik. Dalam Integrated Learning, peserta didik mengumpulkan informasi, membuat perencanaan (planning), praktik, menyusun laporan, dan mempresentasikannya di depan kelas.

Project Integrated Learning Kelas V SD Yuwati Bhakti semester II ini mengambil tema “Peristiwa dalam Kehidupan” dengan subtema “Perubahan Wujud Benda”. Mata pelajaran yang terkait dengan proyek ini adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), yaitu perubahan wujud benda.

Bidang lain yang terintegrasi adalah Ilmu pengetahuan Sosial (IPS) yaitu interaksi manusia dengan lingkungan, mengumpulkan data dan menyajikan data (Matematika), dan menulis kesimpulan (Bahasa Indonesia).

Baca Juga: Tumbuhkan Kreativitas Siswa Melalui Berbagai Kegiatan Sekolah

Pertama, kelas dibagi menjadi 6 kelompok yang ditentukan oleh guru dan bersifat heterogen dengan tujuan setiap anggota kelompok bisa saling bertukar ilmu dan pendapat, berproses bersama, dan belajar percaya diri. 

Selanjutnya, mereka mencari informasi yang bertujuan untuk menunjang pengetahuan mereka dalam menerapkan dan melaksanakan proyek. Pada proses ini peserta didik mengumpulkan informasi dari buku mata pelajaran, buku referensi di perpustakaan, dan searching di internet.

Mereka bebas mencari informasi agar dapat mengeksplorasi informasi dari berbagai sumber. Kegiatan literasi ini dilakukan pada minggu pertama hingga ketiga.

Setelah mengumpulkan informasi, peserta didik merencanakan proyek. Perencanaan ini dilakukan pada minggu keempat. Minggu berikutnya, selama lebih kurang 3 minggu.

Mereka mengerjakan proyek di rumah masing-masing karena situasi dan kondisi yang belum memungkinkan untuk berkumpul dan berkerumun. Namun, peserta didik tetap dapat berdiskusi melalui aplikasi yang disediakan sekolah yaitu Microsoft Teams.

Baca Juga: Video Iklan Layanan Masyarakat: Proyek Integrated Learning Kelas VI SD Yuwati Bhakti

Tahap terakhir, peserta didik membuat laporan dan video tentang pengamatan  terhadap perubahan wujud benda. Pada tahap ini, selain mengamati perubahan wujud benda, mereka juga mengamati bagaimana interaksi manusia dengan lingkungan alam sekitar selama mengerjakan proyek.

Setelah laporan dan video selesai, peserta didik mempresentasikan dan menarik kesimpulan dari proses perubahan wujud benda tersebut. Pada kegiatan ini,  mereka melatih diri berbicara di depan umum dengan percaya diri. Pendidik memberikan penilaian berdasarkan indikator yang telah ditentukan pada tiap mata pelajaran.

Penulis adalah Guru Kelas V SD Yuwati Bhakti, Sukabumi

Inovasi pembelajaran seperti ini perlu diterapkan di sekolah dasar karena dapat menciptakan suasana belajar kondusif, aktif, dan menyenangkan. Terlihat, mereka sangat bersukacita, antusias, dan penuh semangat mengerjakan proyek tahap demi tahap.

Semoga dengan pembelajaran model ini, peserta didik SD Yuwati Bhakti, khususnya kelas V makin antusias belajar, berpikir kritis, kreatif, dan memiliki keingintahuan yang tinggi, serta berani berinovasi untuk mencoba atau menciptakan hal-hal baru.

3 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments