Jika Orang Tua Pemarah, Ini Dampaknya bagi Pembentukan Pribadi Anak

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Suasana, beban dan tekanan kerja di kantor sering membuat stress dan berdampak bagi para pekerja, bahkan hingga mereka kembali ke rumah. Mereka menjadi mudah marah, bahkan oleh pemicu kecil.

Marah memang merupakan luapan emosi yang wajar, namun marah yang tidak terkendali dapat berdampak tidak baik bagi suasana rumah, terutama jika di rumah ada anak yang sedang bertumbuh.

Karena marah tidak terkendali, baik terhadap anak maupun tidak, akan diserap oleh anak-anak, dan berpengaruh dalam pembentukan anak secara pribadi di rumah, seperti dilansir pada laman klikdokter.com sebagai berikut:

Anak menjadi penakut

Salah satu dampak yang paling sering diamati jika orang tua sering marah-marah di rumah adalah, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang penakut.

Anak bahkan merasa menjadi sumber penyebab kemarahan orang tuanya. Anak jadi takut berkata-kata karena kuatir perbuatan dan perkataannya membuat orang tuanya marah. Anak hidup dalam ketakutan, bahkan hingga ia dewasa.

Anak menjadi mudah cemas

Akibat lain dari anak sering dimarahi apalagi sering dibentak adalah anak menjadi mudah cemas. Anak seperti ini menunggu orang tua yang kembali ke rumah bukan dengan rasa bahagia, melainkan dengan kecemasan.

Baca juga : Mengukur Seberapa Kita Terdidik Dengan Sampah

Rasa cemas ini akan membuat anak menjadi kuatir untuk bertindak dalam berbagai hal. Anak akan sulit berkembang, cenderung kurang berani dalam mengambil keputusan. Ia juga ragu-ragu dalam mencoba hal yang baru.

Anak menjadi tidak percaya diri

Dampak lanjutan jika anak sering dimarahi adalah anak akan merasa dirinya tidak berguna. Akibat lebih lanjut adalah ia menjadi kehilangan rasa percaya diri.

Jika anak tidak dibantu, situasi ini akan mengganggu interaksi sang anak dengan orang lain. Padahal untuk pertumbuhannya, anak perlu berinteraksi dengan orang lain.

Anak menjadi cuek atau pemberontak

Dampak lebih lanjutnya tergantung pada tipe kepribadian anak. Jika tipe kepribadian anak adalah tipe kepribadian yang lemah, maka ia akan cuek pada situasi di sekitarnya.

Namun sebaliknya, jika anak memiliki tipe kepribadian yang kuat, maka ia bisa menjadi pemberontak, keras kepala, dan suka melawan orang tua.

Ini biasanya muncul pada anak-anak dengan tipe kepribadian yang kuat dan cerdas. Ia merasa orang tuanya tidak adil terhadapnya, karena sering menjadi sasaran kemarahan oleh sesuatu sebab yang tidak ia ketahui.

Sulit berkonsentrasi

Anak yang sering dimarahi akan tumbuh menjadi anak yang sulit berkonsentrasi. Ini terjadi karena rasa cemas dan takut yang sering ia alami. Oleh karena itu, ia akan kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah.

Baca juga : Mengenal 4 Tipe Kepribadian Murid Dan Bagaimana Guru Memberi Perlakuan Yang Tepat?

Akibat lebih jauhnya adalah, anak tidak memiliki prestasi yang baik di sekolah. Anak biasanya juga mengalami hambatan dalam berinteraksi dengan teman-temannya.

Itulah beberapa dampak yang bisa muncul pada anak, jika sebagai orang tua, Anda mudah meluapkan emosi melalui kemarahan yang tak terkendali.

Anak-anak yang sudah terlanjur menjadi sasaran kemarahan orang tua perlu diberi pertolongan agar mereka dapat keluar dari rasa takut, cemas, dan tidak percaya diri mereka.

Sedangkan orang tua yang sering meluapkan kemarahan secara tidak terkendali pun perlu mendapat bantuan terapi psikologis agar dapat menjadi orang tua yang lebih membuat anak nyaman dan terlebih merasa dicintai.

Rumah kemudian menjadi area yang dapat menumbuhkan semua pribadi yang ada di dalamnya.

Foto:kompas.com

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
disahija
1 year ago

bagus saya setuju

Sipri Peren
1 year ago
Reply to  disahija

Terimakasih responya. Semoga bermanfaat. Kita perlu saling belajar, agar kehidupan bersama kita menjadi lebih sehat