Depoedu.com – Pelajaran Matematika seringkali dianggap sulit bagi peserta didik, khususnya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Namun, jika pendidik kreatif dan mampu memberikan pembelajaran yang menarik, peserta didik pasti menyukainya.
Nah, kali ini penulis akan membagikan pengalaman seputar pembelajaran matematika yang akan berkolaborasi dengan mata pelajaran lain dalam satu kesatuan tugas di kelas II SD Yuwati Bhakti Sukabumi.
Pada awal semerter II tahun pelajaran 2021-2022 ini, SD Yuwati Bhakti mulai menerapkan pembelajaran terpadu (Integrated Learning). Pembelajaran terpadu merupakan paket pembelajaran yang menghubungkan berbagai konsep dari beberapa disiplin ilmu.
Salah satu tujuan pelaksanaan Integrated Learning ini adalah memberdayakan peserta didik agar mampu berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan teman satu kelompok untuk menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi peserta didik dalam hidup sehari-hari.
Agar menarik, media pembelajaran dapat menggunakan benda-benda di sekitar rumah atau sekolah. Peserta didik akan lebih memahami jika mereka melakukan sesuatu dalam proses pembelajaran itu. Dengan melakukan sesuatu, mereka akan memperoleh pengalaman pembelajaran yang tidak akan pernah dilupakan sepanjang hayat.
Dalam pembelajaran terpadu kali ini, ada 3 mata pelajaran yang dipadukan, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Sebelum melakukan pembelajaran terpadu para pendidik berkumpul untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menganalisa Kompetensi Dasar (KD) dari masing-masing mata pelajaran.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia merinci ungkapan ajakan, pelajaran Matematika menentukan panjang (termasuk jarak, berat, dan waktu) dalam satuan baku yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, dan SBdP mengenal gerak keseharian.
Baca Juga: Pemanasan Global Sebagai Materi Pembelajaran Terpadu Kelas VII SMP Yuwati Bhakti Sukabumi
Tiga mata pelajaran tersebut diikat dalam satu tema yaitu “Pengalamanku”. Langkah pertama yang kami lakukan adalah membagi kelas dalam 4 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 6 siswa.
Ada 4 tahap yang akan dilakukan peserta didik dalam pembelajaran terpadu ini, yaitu literasi (literacy), perencanaan (planning), pelaksanaan (doing), dan presentasi (presenting). Empat tahap tesebut dilakukan selama 7 minggu (7 x 30’).
Pada kesempatan perdana pelaksanaan pembelajaran terpadu di kelas II ini, peserta didik akan melakukan pengukuran benda di sekitar kelas dan hasilnya akan disajikan pada 2 minggu terakhir.
Tahap awal, selama 2 minggu peserta didik melakukan literasi dengan mengamati video tentang proses pengukuran panjang benda dengan alat ukur baku. Melalui video tersebut, peserta didik dapat mencermati alat ukur yang digunakan, cara mengukur, dan manfaat pengukuran benda.
Setelah mengamati video, peserta didik berdiskusi dalam kelompok didampingi pendidik untuk mendiskusikan isi video yang dicermati. Pada tahap perencanaan (planning) peserta didik dalam kelompok mendiskusikan benda-benda yang mau diukur, peralatan, dan pembagian tugas.
Tahap pelaksanaan (doing), peserta didik melakukan pengukuran dan pencatatan sesuai tugas masing-masing hingga menjadi sebuah laporan yang siap dipresentasikan. Setelah menjadi sebuah laporan, tiap kelompok mempresentasikan laporannya di depan kelas secara bergiliran.
Pada tahap inilah, pendidik menilai hasil karya peserta didik sesuai dengan kriteria penilaian mata pelajaran yang ditentukan. Hasil pengukuran untuk mata pelajaran matematika, penyusunan kalimat dan pilihan kata untuk pelajaran Bahasa Indonesia, dan gerak tubuh untuk pelajaran SBdP.
Baca Juga: Dua Agenda Penting Untuk Mendidik Anak Muda Menjadi Pemimpin Masa Depan
Dengan demikian, dalam satu laporan kegiatan, peserta didik memperoleh 3 nilai pengetahuan dan juga beberapa nilai karakter maupun nilai dasar pendidikan Serviam yang telah direncanakan.
Selain KD pengetahuan, kami juga mengacu pada KD keterampilan untuk mendorong peserta didik terampil dan kreatif dalam menyajikan hasil kerja dari masing-masing kelompok.
Beberapa manfaat dari pembelajaran terpadu ini adalah mengenal alat ukur baku dan tidak baku, menghitung secara urut, menuliskan lambang bilangan dari hasil pengukuran.
Manfaat selanjutnya adalah membandingkan beberapa benda berdasarkan hasil pengukuran, melatih konsentrasi, melatih berkolaborasi, berpikir kreatif, aktif dalam kelompok, serta melatih keberanian peserta didik berbicara di depan umum.

Peserta didik kelas II tampak sangat antusias mengikuti proses pembelajaran terpadu ini. Mereka dapat mempraktikkan secara langsung proses pengukuran panjang benda, dapat berkomunikasi dengan teman, berdiskusi, dan juga bercanda sehingga mereka dapat belajar dengan bahagia.
Kegiatan Pembelajaran terpadu ini berlangsung dari tanggal 15 Februari 2022 hingga 24 Maret 2022 dengan pembelajaran online dan offline. Pada saat offline peserta didik dengan antusias mengikuti pembelajaran di sekolah.
Pada saat online mereka pun tetap bersemangat mengikuti pembelajaran melalui Microsoft Teams. Semoga pengalaman ini mampu memotivasi peserta didik untuk memperdalam wawasan, keterampilan, dan keingintahuan mereka demi meraih asa dan impian.

[…] Baca juga : Asyiknya Mengukur Benda Dalam Integrated Learning Kelas II Di SD Yuwati Bhakti Sukabumi […]