Dua Agenda penting untuk Mendidik Anak Muda Menjadi Pemimpin Masa Depan

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Bagian pertama dari dua tulisan

Depoedu.com-Pada awalnya kepemimpinan adalah inisiatif, saat di mana seorang pribadi melihat masalah di hadapannya dan memulai langkah pertama untuk mengatasi masalah tersebut.

Setelah langkah pertama, diikuti dengan langkah demi langkah berikutnya. Tiap-tiap langkah ada tantangan dan konsekuensinya sendiri pula.

Jika langkah itu mempengaruhi dan berdampak mengubah, maka akan menimbulkan reaksi dari pihak-pihak yang terdampak perubahan. Dan para inisiator biasanya fokus pada tujuan mereka, bukan pada reaksi orang terhadap langkah demi langkah yang mereka ayunkan.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri tetapi sekaligus menjadi iklim yang menuntut para inisiator untuk lebih berhasil memimpin diri mereka sendiri, sekaligus menjadi iklim yang secara keseluruhan membentuk visi kepemimpinan mereka.

Dari pengalaman para inisiator, kita belajar bahwa tugas kepemimpinan paling pertama adalah memimpin diri mereka sendiri. Para inisiator tidak akan mampu mengubah orang lain jika mereka belum selesai dengan diri sendiri.

Jadi jika orang tua dan guru hendak mendidik anak menjadi pemimpin, maka du agenda penting dari pendidikan kepemimpinan adalah bagaimana orang tua dan guru menumbuhkan inisiatif dan memberi ruang bagi anak untuk belajar memimpin diri sendiri. Berikut ini uraiannya.

  1. Menumbuhkan inisiatif pada anak

Inisiatif adalah kesediaan seseorang untuk melakukan sesuatu tanpa orang tersebut diminta untuk bertindak. Sang inisiator mengikuti logika, pertimbangan, dan motivasi sendiri. Anak dengan berbagai inisiatif juga menggambarkan kecerdasan tersendiri.

Baca Juga : Menjalankan Roda Organisasi Siswa Di Tengah Pandemi

Anak dengan banyak inisiatif terlihat eksplosif, gesit, dan mandiri. Namun dalam banyak kasus, anak dengan banyak inisiatif masih memiliki keterampilan yang terbatas sehingga tindakannya tidak menghasilkan hasil yang sepadan. Bahkan eksplorasinya bisa tampak membahayakan.

Oleh karena itu banyak orang tua atau guru justru melarang anak untuk eksplosif dan tidak melakukan banyak inisiatif karena di samping membahayakan, hasilnya juga tidak sebanding dengan upaya yang dikeluarkan.

Di samping itu juga, dapat terjadi pada kasus di mana orang tua atau guru terlalu protektif terhadap anak. Orang tua dengan tipe ini melarang anak untuk melakukan banyak hal karena takut menghadapi resiko yang membahayakan anak.

Akibatnya, munculnya inisiatif pada anak dihambat. Oleh karena itu, ruang untuk berlatih tertutup karena kecenderungan protektif tersebut. Padahal untuk kepentingan pertumbuhan kepribadian, munculnya inisiatif pada anak sangat diperlukan.

Berikut ini empat agenda untuk menumbuhkan inisiatif pada anak.

Memberi tanggung jawab pada anak

Sesuai dengan usia perkembangan dan kematangan, anak diberi tanggung jawab untuk melaksanakan suatu tugas dan menjalankan semua konsekuensi dari tugas tersebut.

Baca Juga : Pola Asuh Toxic Ini Harus Dihindari Orang Tua Agar Tumbuh Rasa Percaya Diri Pada Anak

Misalnya pada usia sekolah dasar, salah satu tugas perkembangan anak adalah mencapai kemandirian pribadi. Anak usia SD sudah harus mampu melakukan hal-hal pribadi secara mandiri.

Oleh karena tugas perkembangan ini, orang tua dapat memberi tanggung jawab pada anak untuk bangun pagi sendiri, mandi sendiri, merapikan tempat tidur sendiri, makan sendiri, berpakaian sendiri setelah mandi, membereskan mainannya sendiri.

Dalam melakukan tanggung jawabnya, mungkin hasilnya tidak sebaik kalau hal yang sama dilakukan oleh orang dewasa. Misalnya tempat tidur yang ia rapikan mungkin tidak serapi jika dilakukan oleh orang dewasa.

Namun dengan tanggung jawab, inisiatif anak akan tumbuh. Jika anak menghadapi situasi sejenis, ia akan tergerak untuk melakukan. Misalnya, anak melihat tempat tidur tidak rapi, anak akan berinisiatif untuk merapikan. Ini menandakan telah tumbuh inisiatif pada anak.

Latih anak untuk berpikir kritis

Anak dilatih berpikir secara rasional dan objektif dalam melihat permasalahan adalah langkah awal bagi anak untuk lebih mampu menemukan cara menyelesaikan permasalahan.

Cara melatih anak untuk berpikir kritis adalah membimbing anak untuk merumuskan permasalahan dan menuntun anak menjawab permasalahan dengan menggunakan fakta dan informasi yang relevan.

Orang tua atau guru jangan mendiktekan rumusan masalahnya, apalagi mendiktekan pemecahan suatu permasalahan, dan anak tinggal mengikuti apa yang didiktekan oleh orang tua.

Baca Juga :Tujuh Ciri Orang Cerdas Yang Dapat Dikenali Tanpa Melalui Tes Psikologi

Berpikir kritis merupakan langkah penting yang mendahului inisiatif. Selain itu, seorang dengan keterampilan berpikir kritis dapat mengambil keputusan yang cepat dan tepat.

Orang tua atau guru memberikan contoh

Ketika menghadapi masalah, orang tua atau guru peduli dan langsung mengambil inisiatif untuk mengatasi masalah tersebut, menjadi contoh yang sangat menumbuhkan inisiatif pada anak.

Ketika bangun pagi orang tua membiarkan tempat tidurnya berantakan dan masih berantakan ketika anak pulang sekolah, akan menjadi contoh yang buruk untuk pengembangan inisiatif pada anak.

Sebaliknya, jika bangun pagi tempat tidur dirapikan, akan menjadi contoh bagi anak untuk berinisiatif merapikan tempat tidur dan kamarnya sendiri. Semua inisiatif yang dilakukan oleh orang tua akan ditiru oleh anak.

Puji setiap inisiatif anak

Banyak anak ragu berinisiatif karena takut salah, takut orang tua dan guru marah. Dapat juga terjadi, anak takut ditertawakan atau takut tidak dikehendaki oleh orang tua atau guru.

Untuk memperkuat inisiatif pada anak, berikan pujian ketika anak berinisiatif, meskipun hasilnya belum sesuai dengan standar orang dewasa.

Dengan memuji inisiatif yang dilakukan, anak akan cenderung mengulang inisiatif tersebut ketika ia berhadapan dengan permasalahan. Inisiatif perlu diperkuat karena inisiatif adalah kualitas pribadi yang penting bagi seorang pemimpin.

Uraian di atas baru terkait agenda pertama. Bagian  berikutnya tentang agenda ke dua, dapat  Eduers baca besok.

Foto:orami.co.id

Sebarkan Artikel Ini:

2
Leave a Reply

avatar
2 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga : Dua Agenda Penting Untuk Mendidik Anak Muda Menjadi Pemimpin Masa Depan […]

trackback

[…] Baca Juga : Dua Agenda Penting Untuk Mendidik Anak Muda Menjadi Pemimpin Masa Depan […]