Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Kunjungi SMA Negeri Kelubagolit

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Sabtu, 6 November 2021, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bapak Linus Lusi,S.Pd. berkunjung ke SMA Negeri Kelubagolit, di Desa Hinga, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur. Kunjungan ini merupakan bagian dari kunjungan kerja ke SMA/SMK se-Adonara.

Dalam kunjungannya tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT didampingi oleh korwas Kabupaten Flores Timur, antara lain Bapak Agus Kumanireng, Nikolaus Openg, dan Drs. Hendrikus Notan Ola. Beliau dan rombongan diterima langsung oleh Kepala SMA Negeri Kelubagolit, Alexander Kopong Kian, S.Pd.Mat,  bersama para guru dan staf tata usaha.

Penerimaan ini didahului dengan sapaan adat oleh Bapak Inosentius Ola Ama HS,S.Ag., guru Agama Katolik pada SMA Negeri Kelubagolit di gerbang masuk. Dalam sapaan adat, Pak Inos, sapaan akrab bapak guru Inosensius Ola Ama HS,S.Ag. mempersilakan bapak kepala dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi NTT beserta rombongan untuk masuk ke lokasi SMA Negeri Kelubagolit.

“Ama Lusi lera gere. Mo pana lodo gere pi lewotana Adonara, tana nuhan nebon, pana maan hulen tede kame ribhun rathun maaro getan natan. Raranem te belaha, ke ewunem lodo sama uran kelen goka. Sedan sapeno pi SMA Negeri Kelubagalit, lewo Hinga liti bolen kae ni. Neku tuak bur’an tapo bali maang lolon di noong hala.

Baca Juga : Bulan Bahasa Dan Sastra Untuk Menyongsong Sumpah Pemuda SMAN Kelubagolit; Berbahasa Sehat Menggapai Prestasi

Arak mitene koli layo mabe papan di getang kurang. Neku taang dore budi adat tite ata Lamaholot, mo sedang pita gawe nawe kae, ke hode tuak bura’an tapo bali  noon wua warak ni, nato tala papa tala lola ti pana pai gawe gere,” ungkap pak Inos dalam sapaan adat yang begitu menggema dalam suasana yang terasa begitu sakral.

Ungkapan tersebut artinya  Bapak Kadis yg kami hormati. Kami berterima kasih karena Bapak sudi datang berkeliling di seluruh wilayah pulau Adonara untuk mengunjungi kami dan melihat dari dekat keberadaan sekolah-sekolah kami. Sekarang Bapak tiba di sekolah kami SMA Negeri Kelubagolit di desa Hinga Liti Bolen.

Jalan panjang yang telah Bapak lalui membuat Bapak amat lelah dan berpeluh. Seharusnya kami menyuguhkan air putih untuk pemuas dahagamu. Tetapi sesuai budaya Lamaholot, saat menerima kehadiran seorang tamu istimewa seperti Bapak ini, kami menyuguhkan tuak putih dan sirih pinang sebagai tanda hormat kami. Terima dan minumlah tuak putih ini serta makanlah sirih pinang ini sebagai tanda keakraban kita, dan mari masuklah ke dalam rumah kami….!

Setelah itu rombongan diarak masuk dari gapura menuju halaman sekolah, Bapak Kepala Dinas bersama Bapak Kepala Sekolah langsung meninjau sarana dan prasarana yang ada di SMA Negeri Kelubagolit.

Menurut penjelasan Bapak Kepala Sekolah, terdapat tiga ruangan darurat yang dibangun secara swadaya untuk mengatasi masalah jumlah siswa yang masuk pada SMA Negeri Kelubagolit. Setelah melihat keadaan sarana dan prasarana sekolah, selanjutnya diadakan pertemuan dengan para guru dan staf tata usaha bertempat di ruang guru SMA Negeri Kelubagolit.

Dalam kesempatan itu, Kepala SMA Negeri Kelubagolit menggambarkan secara singkat sejarah berdirinya SMA Negeri Kelubagolit. Bahkan kehadiran SMA Negeri Kelubagolit ini lahir dari kerinduan masyarakat Kelubagolit akan sarana pendidikan SMA sehingga anak-anak usia sekolah lebih banyak yang bersekolah karena sekolahnya ada di dekat rumah mereka.

Maka keinginan masyarakat Kelubagolit  ini direspon oleh 12 Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan (BPD) se-Kecamatan Kelubagolit. Maka pada tahun 2012, berdirilah SMA Swasta Kelubagolit, yang untuk sementara menempati gedung sekolah SMPK Awas Hinga. Dan pada tahun 2016, atas usaha semua pihak, maka SMA Swasta Kelubagolit di negerikan dengan nama SMA Negeri Kelubagolit.

“Sekarang SMA Negeri Kelubagolit sudah menempati lokasi dan gedung sekolah sendiri, dan terus berkembang. Untuk mencapai semua seperti saat ini, tidaklah mudah. Kami bersama rekan-rekan guru melalui onak duri yang begitu menantang, tetapi semua itu kami hadapi bersama sehingga dapat berkembang hingga hari ini,” ungkap Alex Kopong, sapaan akrab kepala SMA Negeri Kelubagolit.

Baca Juga : Puncak Semarak Gebyar Hari Sumpah Pemuda SMA Negeri Kelubagolit; Moment Meningkatkan Prestasi Di Tengah Pandemi Covid-19

Selanjutnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT memberikan arahan dan motivasi untuk guru-guru dan staf tata usaha SMA Negeri Kelubagolit.  Kadis memberikan apresiasi atas kerja cerdas dan ikhlas pihak sekolah sehingga bisa menghadirkan 7 ruang kelas secara swadaya merupakan bentuk partisipasi murni. Dan Pak Kadis berjanji untuk membantu.

“Karena kami sudah sampai di sini, maka kami akan koordinasi sehingga sisa ruangan yang masih darurat ini akan kita tata kembali,” ungkap Kepala Dinas disambut dengan tepukan tangan yang meriah.

Pada bagian lain, menjawab pertanyaan perwakilan guru yang di sampaikan oleh Eduardus Jemahu, S.Pd.Gr mengenai NUPTK beberapa rekan guru yang belum memilikinya, beliau langsung meminta untuk dibuatkan SK nya dan beliau siap tandatangan.

Sedangkan mengenai bantuan untuk meningkatkan minat dan bakat peserta didik nonakademik bidang olahraga, beliau langsung menyanggupi untuk memberikan bantuan.

“Soal bola voli nanti saya kirim dari Kupang 10 buah, bola kaki 5, net 2 buah, tapi kalau bisa adakan turnamen bola voli antar SMA serayon Adonara”, harap pak Kadis sambil mengakhiri sambutannya.

Penulis adalah Staf Guru pada SMA Negeri Kelubagolit

 

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of