Blended Learning di Masa Pandemi

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Kurikulum 2013 secara serempak di Indonesia dianggap sebagai pembawa perubahan dalam dunia pendidikan Indonesia. Pada pelaksanaanya Pemerintah memberikan kebebasan kepada semua sekolah yang ada di Indonesia untuk menyesuaikan sesuai kondisi sekolah masing-masing.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan bertugas meningkatkan, mengembangkan kemampuan siswa dalam mengikuti proses pendidikan. Guru sebagai ujung tombak proses belajar bertanggung jawab terhadap terlaksananya proses belajar secara maksimal di sekolah.

Menurut Djamarah (2000:186), dalam proses  interaksi edukatif selayaknya dibangun oleh guru berdasarkan penerapan aktivitas siswa yaitu belajar sambil melakukan (learning by doing).

Melakukan aktivitas atau bekerja adalah bentuk pernyataan dari siswa bahwa hakikatnya belajar adalah perubahan yang terjadi setelah melakukan aktivitas atau bekerja.

Dimyati dan Mudjiono (2002:46), menyatakan bahwa keterlibatan siswa tidak hanya sebatas fisik semata, yang lebih utama adalah keterlibatan mental emosional.

Juga keterlibatan dengan kegiatan kognitif dalam pencapaian dan perolehan pengetahuan, penghayatan dan internalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap dan nilai, demikian juga pada saat mengadakan latihanlatihan dalam pembentukan keterampilan.

Baca Juga : Muncul Gejala Phubbing Pada Anak Anda, Gejala Apa Ini?

Dalam situasi pembelajaran pandemi dibutuhkan suatu model pembelajaran yang mampu meningkatkan interaksi dan proses belajar aktif yang menerapkan IT sebagai bagian penting pendukung belajar. Salah satu pendekatan yang dianggap sesuai di masa pandemi adalah pendekatan Blended Learning.

Menurut Graham (2005) blended learning sebagai pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran online dengan face-to-face (pembelajaran tatap muka).

Blended Learning merupakan salah satu inovasi pembelajaran e-learning untuk memperoleh pembelajaran output yang lebih baik. Pada dasarnya blended learning merupakan perpaduan dari keunggulan berbagai teknik pembelajaran dengan menerapkan IT,

Model Blended Learning selaras dengan pembelajaran yang bervariasi. Pembelajaran ini menekankan siswa untuk belajar mandiri dengan memanfaatkan berbagai sumber guna untuk menambah wawasannya.

Upaya ini dimasudkan agar siswa dapat membangun pengetahuan dalam diri mereka secara alami, lalu menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa blended learning adalah pembelajaran yang mengkombinasikan antara tatap muka dan pembelajaran online. Pembelajaran tatap muka dengan metode ceramah, penuguasan, tanya jawab dan demontrasi.

Baca Juga : Menggambar Salah Satu Cara Mengatasi Kecemasan Siswa Menghadapi Ujian

Sedangkan pembelajaran secara online dengan memanfaatkan berbagai macam media dan teknologi untuk mendukung belajar mandiri dan memberikan pengalaman belajar kepada siswa.

Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Blended Learning memiliki  tiga komponen penting yaitu 1) online learning, 2) pembelajaran tatap muka, 3) belajar mandiri.

Dalam situasi pembelajaran di masa pandemi, model pembelajaran Blended Learning dapat menjadi salah satu alternatif untuk diterapkan pada siswa. Kelemahan model pembelajaran ini salah satunya adalah sangat bergantung pada koneksi internet. Kendala yang dialami siswa adalah ketersediaan kuota.

Model pembelajaran blended learning jika diterapkan di SMK sangat sesuai pada mata pelajaran produktif. Guru memberi keleluasaan kepada siswa untuk memperkaya bahan belajar dari buku pelajaran dengan mencari informasi melalui internet. Selanjutnya menjadi bahan diskusi maupun presentasi mengenai temuan dan hasil kerja.

Cara belajar yang diterapkan guru dengan menggunakan pendekatan blended learning membuat siswa  tertantang untuk mendapatkan informasi dan menghasilkan berbagai modifikasi produk bahkan inovasi yang bagus. Siswa juga dapat belajar mengembangkan kreativitas, kerja sanam kelompok dalam berkreasi.

Sebagai pendamping siswa SMK saya senang melihat antusias siswa belajar dengan pendekatan blended learnig. Siswa membandingkan informasi yang diperoleh di buku pelajaran dengan informasi di Google. Siswa balajar kritis dengan mempertanyakan ketidaksesuaian antra hasil produk mereka dengan tutorial yang diikuti di YouTube.

Foto : forumketahanakeluarga.net

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of