Paskah Momentun Bangkit Bersama di Tengah Pandemi

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Paskah adalah perayaan kebangkitan Yesus Kristus dari kubur pada hari ketiga setelah penyaliban. Mengingat kebangkitan Yesus adalah cara untuk umat Kristiani memperbarui harapan sehari-hari.

Menurut Kitab Suci, Paskah merupakan tiga hari setelah kematin Yesus di kayu salib. Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, Paskah adalah tanggal yang sangat penting bagi umat Kristiani dan merupakan dasar dari iman Kristen.

Perayaan paskah tahun ini masih dalam suasana pandemi. Sudah sekitar setahun lebih, sebagian masyarakat Indonesia berada dalam situasi yang tidak biasa, karena pandemi Covid-19.

Tidak biasa itu: sebagian masyarakat bekerja dari rumah (work from home), tidak sedikit juga pekerja yang dirumahkan (atau di-PHK), dan cukup banyak pekerja informal yang merosot bahkan nirpenghasilan. Catatan pemerintah, sebanyak 3 juta orang di-PHK dari kantornya.

Beban perekonomian yang ditimbulkan oleh pandemi ini terasa sangat berat. Pemerintah memang menyalurkan bantuan sosial, tetapi menuai banyak kritikan. Basis data penduduk dianggap sudah lampau, persyaratan yang berbelit, penyaluran barang yang tidak merata, hingga solusi yang tak tepat sasaran.

Alhasil, muncul banyak gerakan dari masyarakat sendiri untuk membantu sesamanya. Gerakan ini merupakan Gerakan cinta.

Baca Juga: Menghadirkan Kembali Mujizat Natal

Beberapa hari lalu Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat paskah kepada seluruh umat nasrani. Diketahui umat nasrani tengah memperingati Trihari Paskah atau Trihari Suci. Momen ini diawali dengan Kamis Putih, Jumat Agung dan diakhiri dengan Minggu Paskah.

Sebelumnya, umat Nasrani juga telah merayakan Minggu Palma.”Selamat Paskah kepada saudaraku, umat Nasrani di seluruh Indonesia,” ujar Menag di Jakarta, Kamis (1/4) malam.

Dia mengajak umat nasrani untuk menjadikan nilai-nilai Paskah sebagai spirit membangun masyarakat. Caranya, dengan semakin peduli kepada sesama, khususnya yang menderita, sebagaimana dicontohkan Yesus.

Lebih dalam menanggapi seruan mentri agama ini yang terpenting, momen Paskah dimanfaatkan semua umat nasrani untuk mengajak setiap orang peduli dan membantu siapa pun yang membutuhkan tanpa terkecuali.

Pandemi corona sejatinya tak membuat kita terpecah belah, melainkan lebih peduli dengan sesama. Pada hari yang suci ini, biarkan kita berdiri di depan Yesus dan meminta roh kudus turun demi melayani.

Semoga kita membantu orang yang menderita dan yang paling membutuhkan. Semoga kita tak hanya sadar akan kekurangan kita, tapi juga tentang hal baik yang bisa dilakukan bagi orang lain,

Baca Juga: Peran Keluarga Dalam Membangun Motivasi Anak Untuk Bertumbuh

Paskah yang dirayakan oleh umat Kristiani saat ini bukanlah sebuah rutinitas semata. Namun, Paskah memiliki makna yang begitu dalam. Di antaranya adalah:

Pertama, bahwa peristiwa besar ini memberi makna jika Tuhan Yesus sama sekali tak terkekang oleh maut dan Tuhan Yesus adalah Allah yang memiliki kuasa penuh pada maut.

Kedua, kebangkitan Tuhan Yesus adalah bukti dari janji-Nya, yaitu apabila Tuhan Yesus diserahkan kepada orang berdosa dan mati, namun akan bangkit pada hari ketiga.

Ketiga, Paskah menunjukan pengharapan untuk umat yang percaya akan kebangkitan dan kematian Yesus, maka umat akan mendapat kehidupan kekal. Momentun Paskah adalah moment bangkit dari manusia lama dan menjadi pribadi yang berguna bagi sesama.

Foto: tribunnewswiki.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of