Aku Tahu Apa yang Kumau

Bimbingan
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – “Aku Tau Apa yang Kumau”, demikian salah satu ajakan dari Bu Hanlie Muliani, M. Psi kepada siswa-siswi kelas 9 SMP Candle Tree dalam webinar bimbingan karir, Selasa, 23 Maret 2021.

Miris rasanya mengetahui ada banyak remaja – terutama murid kelas 11 dan 12 – yang masih belum bisa menentukan langkah ke depan atau mengetahui kelebihan mereka masing-masing, lanjut Beliau.

Untuk itulah, siswa-siswi SMP diajak untuk berpikir juga berlatih untuk mengetahui passion dan menetapkan apa yang akan mereka lakukan untuk masa depan mereka.

Dengan gayanya yang menarik, Ibu atau kak Hanlie mampu membuat siswa-siswi tetap tekun mendengarkan selama tiga jam.

Beliau merupakan seorang psikolog anak, remaja, juga konsultan dalam pendidikan bullying prevention. Siswa-siswi antusias mengikuti, berbagi opini, dan menjawab pertanyaan yang diajukan kak Hanlie.

Baca Juga: Menjadi Guru Pembelajar

Pada zaman yang memiliki teknologi yang lebih memadai ini, ternyata masih banyak remaja yang tidak mengetahui apa yang akan mereka lakukan di masa depan.

Banyak yang belum mengembangkan bakat mereka maupun menjelajahi berbagai bidang yang sesuai dengan kelebihan masing-masing pribadi dengan lebih dalam sehingga masa depan mereka kurang terarah.

Berdasarkan riset dari berbagai sumber, dikatakan bahwa ada sekitar 87% mahasiswa yang salah memilih jurusan dan 40% yang DO akibat salah memilih jurusan.

Hal-hal itu bisa terjadi akibat ketidakcocokan minat dengan jurusan yang diambil, mengikuti pendapat orang lain yang belum tentu cocok, mengikuti tren, karena ajakan teman, dan masih banyak lagi.

Agar bisa menikmati masa-masa kuliah ataupun saat bekerja, sudah seharusnya memilih bidang yang disukai dan sesuai dengan kita masing-masing. Dengan usaha, daya juang, dan kekuatan passion yang tinggi, hari-hari sibuk bisa terasa lebih menyenangkan layaknya melakukan hobi.

Baca Juga: Webinar SMP Candle Tree; Menjadi Remaja Yang Tangguh Dan Mandiri

Pada sesi kedua, Ibu Hanlie mengajak kami, para murid, untuk menjawab sebuah pertanyaan simple. “Bayangkan kalian berada di kondisi di mana kalian have freedom to choose. Kalian punya kesempatan, punya dukungan dari orang tua, hingga dukungan secara finansial.

“Ketika kalian berada di kondisi itu, what do you want to become?”, ucap beliau. Mendengar kata-kata tersebut, para murid pun berani membuka diri menyampaikan pekerjaan, bidang, atau sesuatu yang mereka impikan. Dari situ, siswa-siswi bisa paham bidang yang sebenarnya mereka minati.

Selain itu, beliau juga memberi berbagai tips dan hal-hal yang perlu diperhatikan seperti mentalitas yang diperlukan untuk menjalani hidup dan karakter utama generasi Z.

Pola pikir atau mindset juga berperan penting dalam kehidupan kita. Cobalah memiliki growth mindset daripada fixed mindset, karena salah satu faktor yang membuat manusia tidak bisa berkembang ialah dirinya sendiri.

Di akhir webinar, Bu Hanlie mengucapkan beberapa kata-kata untuk mendukung perjalanan hidup para murid juga memberi quotes bermakna yang berbunyi, Life is not about finding yourself. Life is about creating yourself. You are the creator of your own life. Dengan kata-kata tersebut dan sebuah doa penutup, kegiatan webinar pun diakhiri.

Penulis adalah Murid kelas 9 SMP Candle Tree

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of