Telkom di Sikka Beri Wi-Fi dan Gawai Gratis untuk Masyarakat

DEPO Peduli
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – “Sebagai guru Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), kami sangat butuhkan materi mengajar. Banyak material yang bagus di intenet tetapi selama ini kami kesulitan mengaksesnya”, demikian keluhan Ibu Matilde.

Guru SLB ini, kini bergembira. Hanya selangkah dari rumahnya,  ia bisa temukan jaringan wi-fi gratis.

Tidak hanya Matilde. Hampir 100 anak SD, SMP, SMA di sekitar Perum Puri Kimbul, Wolomarang, Kecamatan Alok, lebih merasakan hal ini.

Awalnya seorang tokoh masyarakat setempat, Yuvensius merasa prihatin atas anak-anak yang tidak bisa mengerjakan  dan mengirimkan tugas-tugasnya oleh ketiadaan kuota.

Ia lalu menyediakan paket internet 10MpBS dan selanjutnya memberi izin kepada anak-anak untuk memanfaatkan wi-fi yang dia pasang secara khusus untuk belajar.

Prakarsa Yuvensius itu cukup menarik perhatian.  Team Telkom Sikka, di bawah Karama Bajher segera menurunkan team untuk mencek langsung di lokasi.

“Kami merasa inisiatif positif dari masyarakat seperti ini perlu didukung. Apalagi Telkom selalu peduli memberikan dukungan agar siswa dapat belajar dengan maksimal”, demikian Kepala Telkom Flores-Lembata dalam acara penyerahan perangkat wi-fi 50 MpBS, pada 28/8 2020.

Baca Juga : Telkom, Peduli ‘Webinar’ Untuk Lembata

Tidak hanya wi-fi. Melihat kenyatan tentang adanya siswa yang tidak memiliki ‘gawai’ (HP), maka diserahkan juga 2 HP Android.

“HP itu bukan diberikan kepada orang per orang tetapi disediakan di lokasi. Bagi anak yang tidak memiliki gawai, dapat meminjamnya. Itu berarti HP bisa digunakan bergantian”, demikian tambah Bajher.

Agar nyaman, Telkom juga mendonasikan 10 kursi dan material  berupa plywood untuk bisa dibuatkan meja.

“Semuanya itu dilakukan hanya agar anak-anak yang paling merasakan kekurangan itu dapat mengakses informasi dan memiliki pengetahuan yang setara dengan anak-anak di daerah lain yang lebih maju”, ungkap Karama.

Menanggapi sumbangan Telkom, Seli dan Lin yang merupakan pelajar di sebuah SMP Negeri Maumere merasa senang. Dengan kekuatan wi-fi yang lebih besar maka mereka bisa belajar dengan lebih maksimal. Lebih lagi dengan HP Android yang ‘standby’ di lokasi, mereka bisa pakai secara begantian.

Baca Juga : Kemendikbud Memberikan Subsidi Kuota Internet Untuk Murid Dan Guru

Agar peralatan tersebut terjaga, maka setiap anak yang menggunakan gawai diharuskan menuliskan nama dan waktu penggunaannya dan menuliskan bahwa gawai itu dikembalikan dalam keadaan baik.

Sejak dipasang wi-fi gratis berkekuatan cukup besar, wilayah sekitarnya menjadi ramai. Orang berdatangan untuk menggunakan akses.

“Kami selalu menghimbau masyarakat luas agar mengutamakan para siswa yang sedang belajar. Di luar jam belajar, orang dewasa bisa memanfaatkannya”, demikian aku seseorang yang tidak mau disebutkan namanya.

Warga lain mengungkapkan kegembiraan atas insiatif dari GM Witel NTT. Mereka mengungkapkan rasa terimakasihnya atas bantuan itu. Para keluarga yang memiliki rumah dengan radius 50-100m merasa sangat bergembira. Kini mereka bisa akses belajar di rumahnya dengan kekuatan internet yang ada.

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of