Menunggu Penanganan Kemacetan di Depan Pasar Modern BSD

DEPO Peduli
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Ruas jalan Letnan Sutopo, depan Pasar Modern, merupakan ruas jalan yang selalu macet, terutama di sisi sebelah Timur Pasar. Jika diamati, penyebab kemacetan ini ada dua, pertama di depan pasar modern ada satu putaran balik yang berdekatan dengan pintu masuk pasar modern. Jika ada kondisi antrian masuk pasar, mobil yang baru masuk langsung mengantri, untuk masuk ke dalam pasar modern. Kondisi ini memacetkan mobil dari arah atas.

Kedua, kondisi macet ini diperparah oleh parkir liar di sepanjang sisi Timur Pasar Modern. Ratusan kendaraan di lokasi tersebut diparkir secara serong. Jika akan jalan kembali, mobil-mobil tersebut harus mundur, menutupi jalan. Jalan yang bisa dilewati tinggal separuh, sehingga mobil dari arah atas otomatis tertahan. Jika pada saat yang sama ada lebih dari satu mobil yang jalan kembali, maka potensi macetnya bisa lebih lama.

Untuk menangani kemacetan di lokasi tersebut, Depoedu mengusulkan agar pintu masuk yang paling dekat dengan putaran balik ditutup. Gunakan pintu masuk tengah yang juga selama ini dibuka. Atau jika mempertahankan pintu masuk yang dimaksud, maka putaran baliknya digeser 50 – 70 meter ke atas. Disamping itu, tertibkan parkir liar di badan jalan tersebut. Hilangkan parkir di area tersebut atau mobil tetap bisa diparkir tetapi diparkir secara pararel.

Di sisi Timur Taman Kota, badan jalan juga dipakai untuk parkir, tetapi mobil diparkir secara pararel maka tidak memacetkan jalan. Padahal lebar ruas jalan di depan Taman Kota, sama dengan ruas jalan di sisi Timur Pasar Modern.

Mohon pihak yang bertanggung jawab memperhatikan usul ini. Tangani titik kemacetan di area ini. Masyarakat menunggu kemacetan di area ini terurai.(Oleh: Sipri Peren).

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
less
less
5 years ago

bagaimana cara saya mnegirimi artikel tentang pemikiran saya?

Sipri Peren
5 years ago
Reply to  less

Tulisan dikirim ke email: perenenamtujuh@gmail.com