Akibat Buruk Amarah Pada Tubuh (Bagian kedua dari tiga tulisan)

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Amigdale merespon perasaan yang tidak menyenangkan yang dialami oleh tubuh dengan memerintahkan kelenjar endokrin melepaskan hormon Adrenalin dan Kortisol. Kedua hormon ini dimaksud untuk melindungi tubuh dari sakit yang dapat ditimbulkan oleh hal yang tidak menyenangkan tersebut. Diantara banyak hal yang tidak menyenangkan tersebut adalah emosi negatif berupa amarah.

Amarah yang tidak terkontrol mengakibatkan kelenjar endokrin melepaskan terlalu banyak Adrenalin dan Kortisol. Terlalu banyaknya Adrenalin dan Kortisol membanjiri sel-sel tubuh justru dapat berakibat buruk bagi tubuh. Berikut akibat buruk dari amarah:

  1. Kehilangan Logika Berpikir.

Ketika sedang marah banyak orang kehilangan akal. Kortisol dalam jumlah yang terlalu banyak yang dilepaskan kelenjar endokrin ke sel-sel saraf tubuh juga turut membanjiri lobus frontal pada otak.  Hal ini secara perlahan-lahan mengambil alih pusat logika tersebut. Akibatnya semakin marah orang semakin kehilangan akal sehat. Adrenalin yang dipompa oleh kelenjar endokrin juga turut membanjiri setiap sel tubuh. Adrenalin yang melindungi tubuh dari rasa nyeri juga menjadikan seseorang merasa lebih berani dan kuat. Maka sangat berbahaya ketika seseorang yang merasa kuat dan berani yang pada saat bersamaan tanpa membawa akal sehatnya.

  1. Tekanan darah tinggi dan serangan jantung.

Salah satu fungsi yang baik dari Kortisol adalah menstabilkan tekanan darah. Amigdale yang membaca amarah yang berlebihan sebagai serangan terhadap tubuh, memerintahkan kelenjar endokrin melepaskan Kortisol berkali-kali mengisi setiap sel-sel tubuh. Kortisol yang mengalir melalui darah harus dipompa dengan segera keseluruh tubuh. Jantung dipaksa bekerja dengan sangat keras untuk mendorong Kortisol. Kompas .com yang mengutip European Herat Journal pada 29 September 2016 menulis “Kehilangan kontrol emosi membuat Anda 8,5 kali lebih beresiko serangan jantung hingga dua jam setelah ledakan amarah”. Kerja keras jantung memompa darah mengakibatkan tekanan darah meningkat. Maka orang yang sedang marah biasanya pembuluh darah di wajah terisi penuh dengan darah yang membuat mukanya memerah.

  1. Stroke

Darah yang harus mengalir keseluruh bagian tubuh untuk mengantar Kortisol juga membanjiri pembuluh-pembuluh darah pada otak. Penelitian oleh Harvard School of Public Helath yang dikutip oleh Kompas.com di hari yang sama mengatakan bahwa resiko stroke iskemik yang disebabkan oleh penggumpalan darah meningkat tiga kali lipat hingga dua jam setelah marah.  Sama halnya dengan stroke hemoragik yang disebabkan oleh bocornya pembuluh darah  di otak.

  1. Kelainan Paru

Kompas.com pada hari yang sama menulis bahwa mereka yang mengalami kemarahan hebat akan beresiko mengalami pengurangan fungsi paru. Agar dapat berpiki dengan baik, otak  membutuhkan pasokan oksigen yang cukup. Pada saat diambil alihnya pusat kecerdasan oleh kortisol, tubuh membacanya sebagai kekurangan pasokan oksigen dalam darah yang menuju sel-sel otak.  Itulah sebabnya pada orang yang sedang marah biasanya menarik napas pendek dan cepat untuk menyesuaikan pasokan oksigen menuju otak dan sel-sel tubuh lainnya. Napas-napas pendek dan cepat tentu sangat membebani fungsi paru yang dalam jangka panjang mengurangi kinerja paru-paru.

Namun celakanya, alih-alih memasok oksigen yang cukup, nafas – nafas pendek yang terjadi pada seorang pemarah justru mengurangi pasokan oksigen dalam darah. Lingkaran ini dapat berlangsung intens dan dalam waktu yang lama. Selama waktu seseorang marah.

  1. Meningkatnya Produksi Asam Lambung.

Tidak dapat dipungkiri bahwa setres berbanding lurus dengan keluhan lambung atau maag. Ini sangat mungkin terjadi karena salah satu fungsi Kortisol adalah menyeimbangkan produksi asam lambung. Asam lambung berfungsi sebagai enzim yang membunuh kuman dan bakteri pada makanan. Kortisol yang membanjiri setiap sel tubuh juga turut membanjiri lambung dalam bentuk asam lambung sebagai penangkal serangan terhadap tubuh berupa bakteri maupun kuman yang berada dilambung. (Bersambung….) (Foto: idnews.co.id)

(Inspirasi utama tulisan ini berasal dari meteri training “APP Culture House” yang diselenggarakan oleh APP Academy untuk karyawan APP, Sinar Mas Group, di KKM Karawaci tanggal 14 Mei 2019).

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of