Siasat Jitu Mendidik Generasi Z

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com – Telinga Anda mungkin akrab dengan istilah generasi Z. Meski tak terlalu paham dengan artinya, namun nyatanya istilah tersebut sering digunakan dalam percakapan kita sehari-hari. Generasi ini lahir pada era 2000-an, lebih tepatnya tahun kelahiran 2001-2010. Ini berarti bahwa pada saat ini, para generasi Z sedang berproses menjadi seorang remaja.

Menurut Millward Brown, generasi Z mempunyai karakteristik yang berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Generasi Z lahir di era teknologi tengah berkembang pesat. Generasi ini lebih melek teknologi dibandingkan generasi sebelumnya. Setiap harinya, mereka mengakses internet selama kurang lebih 3-5 jam lewat ponsel pintar mereka untuk mengakses media sosial. Mereka ingin selalu update dengan trend-trend terkini. Ini mengakibatkan generasi Z kurang suka membaca, tetapi mereka lebih suka menyerap informasi dalam bentuk visual, misalnya saja video pendek.

Nah, ini menjadi tantangan bagi para orangtua dan pengajar untuk bisa mengimbangi kondisi ini. Tak lagi dengan cara-cara kuno, tetapi dengan cara yang kekinian. Mau tidak mau, kita harus menggunakan perangkat teknologi dalam pengajaran sehari-hari. Ini dilakukan untuk membuat generasi Z lebih cepat belajar, juga tidak cepat bosan dengan proses pembelajaran.

Salah satu karakter yang dimiliki oleh generasi Z ini, adalah mereka ingin selalu memperbaharui pengetahuan atau informasi yang mereka miliki. Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi Z menginginkan pengajaran dua arah dan penuh interaksi dengan pengajarnya. Solusi yang bisa dihadirkan pengajar adalah untuk mengajar mereka dengan pelajaran yang interaktif dan aktif. Bukan hanya teori, melainkan praktek-praktek di lapangan. Belajar bukan hanya dari bacaan, melainkan dengan video-video yang inspiratif.

Satu lagi, karena generasi Z sudah terbiasa untuk memanfaatkan teknologi, sehingga mereka ingin mendapatkan segala sesuatu secara instan. Maka, tak heran lagi bila mereka seringkali terlihat tidak sabaran dalam mengerjakan sesuatu dan tidak suka bertele-tele. Jadi, cara yang dapat digunakan oleh para pengajar adalah untuk mengajar mereka dengan sabar dan lembut. Jangan pernah sekali-sekali melakukan hal yang kasar terhadap mereka. (Oleh: Arvyno Limahardja– siswa kelas VIII SMP Stella Maris BSD / Foto: competensizgeneration.blogspot)

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of