Depoedu.com-Seiring dengan perkembangan zaman tentu kompetensi abad 21 yang akan dihadapi siswa juga akan berubah. Di mana perkembangan zaman tersebut akan fokus pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Perlu diketahui pesatnya perkembangan IPTEK akan membuat tantangan menjadi lebih besar dibandingkan masa sebelumnya. Abad ke-21 disebut sebagai abad pengetahuan, abad ekonomi berbasis pengetahuan, abad teknologi informasi, globalisasi, revolusi industri 4.0, dan sebagainya.
Pada abad ini, terjadi perubahan yang sangat cepat dan sulit diprediksi dalam segala aspek kehidupan meliputi bidang ekonomi, transportasi, teknologi, komunikasi, informasi, dan lain-lain.
Perubahan yang berlangsung sangat cepat ini dapat memberikan peluang jika dapat dimanfaatkan dengan baik, tetapi juga dapat menjadi bencana jika tidak diantisipasi secara sistematis, terstruktur, dan terukur. Salah satu contoh dari perubahan yang sangat cepat ini adalah dalam bidang pendidikan.
Pembelajaran abad 21 menekankan pada pembelajaran adaptif menggunakan siklus berulang. Mulai dari mengajukan pertanyaan (pengujian), pembelajaran atau materi penguat (belajar), dan menilai kepercayaan peserta didik dalam apa yang dia ketahui.
Dengan menggunakan pendekatan “pertanyaan-pertama”, pembelajaran adaptif menyelidiki apa yang pelajar ketahui dan kuasai dan di mana mereka memiliki kesenjangan dan membutuhkan dukungan instruksional.
Baca juga : Membaca Kasus Remaja Hamil Di Luar Nikah, Apa Yang Perlu Kita Lakukan?
Menggunakan kurikulum yang disesuaikan, pembelajaran adaptif dapat memperkuat kompetensi abad ke-21 dan memberikan pengetahuan baru tentang produk, layanan, dan proses khusus perusahaan. Kompetensi abad 21 terbagai menjadi tiga kategori meliputi:
- Keterampilan belajar (learning skills)
Learning skills adalah keterampilan yang melatih keterampilan belajar. Dalam hal ini learning skills menekankan pada kompetensi abad 21 yang mencakup 4C (creative thinking, critical thinking, communication, dan collaboration).
Keterampilan belajar (4C) mengajarkan siswa tentang proses mental yang diperlukan untuk beradaptasi dan memperbaiki lingkungan kerja modern.
- Keterampilan literasi (literacy skills)
Keterampilan literasi (literacy skills) berfokus pada bagaimana siswa dapat membedakan fakta, menentukan sumber informasi, mampu menangkal informasi bohong (hoaks), dan mengetahui teknologi di baliknya.
Keterampilan ini sangat diperlukan di tengah era informasi yang berkembang pesat. Ada banyak informasi yang membanjiri internet, oleh sebab itu perlu keterampilan untuk memilah dan mengecek apakah informasi tersebut benar atau tidak.
- Keterampilan hidup (life skills)
Keterampilan hidup berfokus untuk mewujudkan kecakapan siswa dalam bertahan hidup dan kualitas kehidupan pribadi maupun profesional. Keterampilan ini bisa membantu dan memengaruhi karier siswa.
Baca juga : Dengan Dalih Pemeriksaan, Seorang Kepala Sekolah Mencabuli Dua Korban Pencabulan
Keterampilan yang masuk dalam life skills antara lain:
Fleksibilitas (flexibility): kemampuan untuk mudah beradaptasi dan keterampilan untuk adaptif ketika rencana tak berjalan sesuai rencana.
Kepemimpinan (leadership): kemampuan memimpin menjadi hal penting dalam memotivasi tim untuk mencapai tujuan.
Inisiatif (initiative): Memulai proyek, strategi, dan rencana sendiri.
Produktivitas (productivity): kemampuan untuk mempertahankan efisiensi di tengah lingkungan kerja yang banyak distraksi.
Keterampilan sosial (social skills): kemampuan untuk bersosialisasi dan berjejaring dengan orang lain untuk saling menguntungkan.
Foto:kabar inspirasi jabar

[…] Baca juga : Mengenal Dan Mengembangkan Tiga Kompetensi Abad 21 […]
[…] Baca juga: Mengenal Dan Mengembangkan Tiga Kompetensi Abad 21 […]