Infeksi Amoeba Pemakan Otak Dapat Menjadi Pandemi Berikutnya Setelah Pandemi Covid-19?

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Pemerintah baru secara resmi mencabut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada tanggal 30 Desember 2022, terkait pandemi covid-19, setelah mempertimbangkan situasi pandemi yang semakin terkendali.

Per 27 Desember 2022, tercatat kasus harian hanya 1,7 per satu juta penduduk. Positivity rate berada pada 3,35 persen, tingkat perawatan rumah sakit atau BOR berada pada angka 4,79 persen, dan kematian pada angka 2,39 persen.

Menurut Presiden Joko Widodo, angka-angka ini berada di bawah standar dari WHO. Seluruh kabupaten/kota di Indonesia saat ini berstatus PPKM level 1 dengan pembatasan kerumunan dan pergerakan orang di tingkat rendah.

Selain itu, alasan lainnya adalah tingkat kekebalan masyarakat berada pada angka 98,5 persen per Juli 2022, meningkat dari 87,8 persen pada Desember 2021.

Meskipun demikian, Presiden tetap menghimbau masyarakat untuk tetap memakai masker di dalam ruangan tertutup dan dalam kerumunan. Karena hingga saat ini, pandemi covid-19 belum menunjukkan penurunan di negara Asia seperti RRC.  Oleh karena itu, ancaman pandemi covid-19 masih ada dan harus terus diwaspadai.

Ancaman Pandemi Baru?

Belum sungguh bebas dari ancaman pandemi Covid-19, kini muncul ancaman baru yang berasal dari kasus infeksi amoeba pemakan otak, yang ramai menyedot perhatian publik tanah air, setelah Korea Selatan melaporkan kasus kematian pertama akibat infeksi amoeba pemakan otak tersebut.

Baca juga : Refleksi Awal Tahun 2023 Bangkit Bersama Menuju Indonesia Yang Maju

Seperti dilansir pada laman Kompas.com, amoeba adalah organisme sel tunggal, termasuk spesies amoeba naegleria fowleri yang hidup dengan bebas karena tidak membutuhkan inang utuk dapat hidup. Ukurannya sangat kecil, sehingga hanya dapat diamati melalui mikroskop.

Amoeba naegleria fowleri pemakan otak ini, adalah satu satunya pathogen yang menginfeksi manusia, yang biasanya hidup di air tawar yang hangat pada danau, sungai, air tanah dan mata air panas.

Infeksi terjadi ketika amoeba masuk ke otak melalui rongga hidung, jika seorang menghirup air yang mengandung amoeba, dengan masa inkubasi hingga 12 hari.

Menurut Dicky Budiman, epidemolog dari Griffith University seperti dilansir Kompas.com, jika pathogen ini menginfeksi otak, maka dapat menyebabkan pembengkakan serius pada sistem saraf pusat pada otak, hingga menimbulkan kematian.

Menurut Dicky, kemungkinan kematiannya hingga 90-97 persen. Namun menurutnya, tidak perlu khawatir berlebihan karena infeksi amoeba ini tidak mudah menular. Oleh karena itu, kemungkinan kecil infeksi amoeba ini berubah menjadi pandemi, seperti pandemi covid-19.

Baca juga : Mengenal Gejala Anxiety Disorder Pada Anak, Orang Tua Wajib Paham

Gejala Terinfeksi Amoeba Pemakan Otak

Selanjutnya Eduers perlu mengenali gejala awal ketika terinfeksi amoeba ini untuk dapat mengambil tindakan yang tepat, yang terdiri dari:

  • demam tinggi
  • sakit kepala yang hebat
  • mual dan muntah
  • gemetaran
  • mengalami gejala seperti menigitis; leher kaku, dan sensitif terhadap cahaya
  • kebingungan mental
  • dapat mengalami koma

Tindakan Pencegahan Agar Tidak terinfeksi

Selain mengenali gejalanya, Eduers juga perlu mengetahui cara-cara mencegah agar tidak terinfeksi amoeba pemakan otak seperti dilansir pada laman, Kompas.com:

  • Jangan berenang, menyeberang atau melakukan olah raga air tawar pada lokasi air tawar hangat tanpa penutup hidung.
  • Jangan gunakan air ledeng untuk neti pot alat lain untuk membersihkan hidung, gunakan air suling atau air yang steril.
  • Gunakan filter untuk menghilangkan kuman dari air.
  • Gunakan klorin untuk mendesinfeksi air untuk membersikan hidung.
  • Jika mengalami gejala demam atau sakit kepala setelah berenang atau menyelam di air tawar yang hangat, lakukan pemeriksaan pada layanan kesehatan segera.

Itulah informasi tentang infeksi amoeba pemakan otak yang dikhawatirkan menjadi pandemi berikutnya setelah masyarakat kelelahan mengalami pademi covid-19.  Diky Budiman seorang epidemolog menjelaskan bahwa kemungkinan kecil infeksi amoeba ini menjadi pandemi karena tidak gampang menular.

Foto:SehatQ

5 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga : Infeksi Amoeba Pemakan Otak Dapat Menjadi Pandemi Berikutnya Setelah Pandemi Covid-19? […]

trackback

[…] Baca juga : Infeksi Amoeba Pemakan Otak Dapat Menjadi Pandemi Berikutnya Setelah Pandemi Covid-19? […]