Pengembangan Kelas Khusus Siswa Berbakat Seni

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depodu.com – Kesesuaian antara kebutuhan dengan layanan menjadi aspek penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Sekolah perlu memperhatikan kemampuan siswa di mana pada hakikatnya setiap siswa adalah pribadi yang unik, memiliki karakteristik yang berbeda terutama dalam hal bakat dan minat.

Idealnya sekolah berfungsi laksana supermarket yang menyediakan ragam kebutuhan untuk pengembangan bakat dan minat siswa.

Alternatif model penyelenggaraan pendidikan yang sudah dilakukan selama ini dalam mengatasi permasalahan tersebut di antaranya melalui kegiatan ekstrakurikuler dan program Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang juga dikenal dengan kelas khusus Bakat Istimewa Olahraga (BIO)

Kelas khusus BIO bertujuan mewadahi siswa yang mempunyai bakat dan potensi dalam bidang olahraga. Sampai saat ini sudah banyak sekolah yang menyelenggarakan kelas khusus BIO dengan segala dinamikanya.

Belajar sesuai bakat, minat, dan kebutuhan

Pada dasarnya bakat merupakan potensi bawaan yang dimiliki seseorang, sedangkan minat terbentuk pada seseorang karena adanya ketertarikan kuat terhadap sesuatu. Kita menyadari setiap siswa adalah individu yang unik, di mana setiap siswa mempunyai bakat dan minat berbeda.

Implikasi dari hal tersebut terhadap konsep merdeka belajar yaitu setiap bakat siswa perlu mendapat perhatian khusus dan setiap siswa dapat mengenali potensi bakat dan minat masing-masing, kemudian difasilitasi sesuai kebutuhannya.

Siswa perlu diberikan kesempatan untuk memilih jalur pengembangan bakat, minat, hobi, termasuk juga pendidikan.

Kesuksesan belajar dan esensi merdeka belajar adalah terwujudnya pembelajaran dengan perasaan aman, nyaman, gembira dan jauh dari tekanan yang berlebihan.

Baca juga : Dua Soft Skills Ini Mengantar Anak Untuk Sukses. Sekolah Bagus Bukan Jaminan Sukses Anak?

Ada dua hal yang perlu mendapat perhatian khusus, yakni menerapkan merdeka belajar berdasar gaya belajar dan menerapkan merdeka belajar sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki siswa.

Setiap siswa perlu mengupayakan penciptaan perasaan tersebut dalam dirinya. Sedangkan pihak sekolah, orangtua dan masyarakat memberikan dukungan sesuai dengan fungsi dan perannya.

Minat dan bakat siswa dapat berkembang dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah dengan motivasi dan dukungan dari lingkungan terdekat. Jika hal ini terus dilakukan, maka perkembangan siswa dapat semakin terasah dengan baik.

Untuk itu, sekolah perlu menyediakan program, sarana dan prasarana pendukung untuk pengembangan bakat dan minat siswa. Melalui pendidikan secara berkelanjutan diharapkan bakat dan minat siswa dapat tumbuh dan berkembang.

Bakat dan minat yang ditekuni secara sungguh-sungguh akan menjadi life skills yang berguna untuk kehidupan siswa maupun kelanjutan pendidikan berikutnya. Bakat dan minat siswa perlu diwadahi dengan kegiatan ekstrakurikuler dan program kelas khusus yang sesuai.

Kelas khusus Siswa Berbakat Seni

Siswa berbakat seni belum mendapat layanan yang semestinya di sekolah umum jenjang SMP maupun SMA seperti siswa berbakat olahraga. Pengembangan siswa berbakat seni lebih mengandalkan pada pembelajaran seni budaya secara umum dan ekstrakurikuler seni budaya di sekolah.

Agar siswa berbakat seni dapat mengembangkan potensinya secara optimal, dibutuhkan program dan layanan pendidikan secara khusus. Mereka lahir dengan membawa potensi kebermaknaan hidup. Tugas pendidikan adalah mengembangkan kebermaknaan tersebut secara optimal.

Penyelenggaraan kelas khusus Siswa Berbakat Seni mempunyai landasan hukum yaitu Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 5 ayat (4) yang berbunyi “warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak mendapatkan pendidikan khusus.”

Baca juga : Infeksi Amoeba Pemakan Otak Dapat Menjadi Pandemi Berikutnya Setelah Pandemi Covid-19?

”Landasan hukum lainnya adalah Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pasal 52 menjelaskan tentang perihal yang sama yaitu “anak yang memiliki keunggulan diberikan kesempatan dan aksesbilitas untuk memperoleh pendidikan khusus”.

Dalam penyelenggaraan kelas khusus Siswa Berbakat Seni perlu disertai dengan terbitnya pedoman pelaksanaan yang meliputi juknis dan juklak serta petunjuk turunannya yang mengatur segala hal dalam penyelenggaraan kelas khusus Siswa Berbakat Seni.

Petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan menjadi pedoman sekolah dalam mengatur segala kegiatan dan penyelesaian permasalahan yang mungkin terjadi.

Penyusunan pedoman pelaksanaan perlu melibatkan berbagai pihak terkait yang kompeten sehingga pengelolaan (perencanaan, pengorganisasian, realisasi program dan evaluasi) sesuai dengan tujuan semula dan terantisipasi munculnya hal-hal yang tidak diinginkan dalam penyelenggaraannya.

Secara umum manajemen kelas khusus Siswa Berbakat Seni meliputi :

(1) perencanaan terkait analisis kebutuhan dan target, sistem pembelajaran dan struktur kurikulum yang digunakan, bagaimana sistem pembinaan bakat siswa di bidang seni,

(2) pengorganisasian lebih ke bagaimana alur garis komando dari struktur organisasi yang dibangun

(3) realisasi program terkait dengan sistem yang digunakan untuk rekruitmen siswa, jenis bidang seni yang dibuka (difasilitasi), jadwal pelajaran, sistem penilaian, fasilitas atau sarana dan prasarana yang dibutuhkan

(4) evaluasi oleh yang berwenang dilakukan terjadwal dan tidak terjadwal untuk pengawasan bagaimana kesesuaian antara perencanaan atau target dengan pelaksanaan di lapangan.

Baca juga : Mengenal Gejala Anxiety Disorder Pada Anak, Orang Tua Wajib Paham

Struktur kurikulum dan desain pembelajaran kelas khusus Siswa Berbakat Seni perlu dirancang secara fleksibel agar tercipta suasana pembelajaran yang ceria, tumbuh perilaku positif pada siswa dan siswa mempunyai pengalaman berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah.

Selain itu, jenis mata pelajaran dan porsi masing-masing mata pelajaran perlu menjadi perhatian supaya program yang dikembangkan relevan dengan kebutuhan siswa terutama untuk keperluan lanjut ke perguruan tinggi.

Harapan besar kelas khusus Siswa Berbakat Seni yaitu mengembangkan dan mengasah talenta siswa sehingga dapat berprestasi, dan membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.

Sekolah perlu membangun ekosistem yang dapat menghubungkan siswa dengan dunia usaha, masyarakat dan pihak lainnya yang terkait sehingga siswa mempunyai pengalaman berinterkasi, aktualisasi dan menyelesaikan masalah melalui pembelajaran berbasis proyek maupun aktivitas lainnya.

Perubahan peradaban dunia yang begitu cepat seperti saat ini, menjadikan hubungan keterkaitan antara seni dengan ilmu lainnya semakin cair. Dalam menciptakan sesuatu atau memecahkan masalah tertentu, membutuhkan kolaborasi seni dan ilmu-ilmu yang terkait secara terpadu.

Melalui media seni dan ilmu lainnya yang relevan diharapkan terbentuk lingkungan belajar yang memungkinkan siswa dapat mengeksplorasi potensi unik mereka, untuk mempersiapkan masa depan.

Melalui media seni dan ilmu lain yang relevan juga, siswa belajar tentang hal-hal yang penting dan berdampak, menggali isu-isu terkini, dan berkontribusi mengatasi masalah global dengan kegembiraan. Dengan ilmu hidup menjadi lebih mudah, dengan seni hidup menjadi lebih indah.

Penulis adalah Kepala SMA Karangturi Semarang

Foto:Times Indonesia

 

 

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga : Pengembangan Kelas Khusus Siswa Berbakat Seni […]

trackback

[…] Baca juga : Pengembangan Kelas Khusus Siswa Berbakat Seni […]