Depoedu.com – Terobosan baru terus dihadirkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah dengan meluncurkan Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh: Praktisi Mengajar.
Praktisi Mengajar adalah Program yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia agar lulusan perguruan tinggi lebih siap untuk masuk ke dunia kerja.
Program ini mendorong kolaborasi aktif praktisi ahli dengan dosen juara agar tercipta pertukaran ilmu dan keahlian yang mendalam dan bermakna antar sivitas akademika di perguruan tinggi dan profesional di dunia kerja.
Kolaborasi ini dilakukan dalam mata kuliah yang disampaikan di ruang kelas baik secara luring maupun daring.
Baca Juga: Nadiem Makarim Me-Launching Merdeka Belajar Episode Ke-17: Revitalisasi Bahasa Daerah
Dalam paparannya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, mengajak para profesional dan ahli di berbagai bidang untuk turut memajukan pendidikan Indonesia dengan turut bergabung dan bergerak bersama menjadi Praktisi Mengajar.
“Kami mengajak seluruh praktisi dan tenaga ahli di seluruh lini industri untuk berkolaborasi dalam Praktisi Mengajar. Lewat partisipasi aktif, mari kita ciptakan bersama sumber daya manusia unggul dan kompetitif di kancah global,” ucap Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh, Jumat (3/6).
Menteri Nadiem berharap, bimbingan dan didikan dari para praktisi dapat berkontribusi pada munculnya para lulusan yang memiliki kompetensi tinggi, punya kepemimpinan, mampu memecahkan masalah, komunikatif, dan adaptif terhadap dinamika dunia kerja.
Seorang praktisi adalah orang yang ahli disuatu bidang. Ciri-ciri orang Praktisi:
- Mengerjakan project secara langsung dengan langkah-langkah yang fleksible dan tanpa terpaku oleh langkah-langkah yang ada pada teori akademisi.
- Selalu menuliskan report dengan tidak formal, yang penting orang lain mengerti dalam memabaca laporannya.
- Belajar dari teori dan pengalaman yang didapat dilapangan, naun lebih orang praktisi lebih banyak belajar dari lapangan.
Dapat disimpulkan bahwa orang praktisi akan lebih mudah terjun kelapangan dalam mengerjakan sebuah project, orang praktisi cocok menjadi team lead dalam sebuah project karena keuntungan tipe praktisi adalah dapat cepat menyelesaikan masalah/troubleshooting secara cepat.
Kehadiran praktisi diharapkan dapat dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran yang ada. Keterlibatan tersebut harus dimulai dari proses penyusunan kurikulum dan proses belajar mengajar.
Keterlibatan praktisi juga dalam hal meminta masukan dan evaluasi mengenai proses pembelajaran yang telah dilakukan. Hal ini sangat penting dilakukan supaya arah Pendidikan kita semakin jelas.
Lebih jauh manfaat kolaborasi dalam komunitas praktisi dapat menciptakan ketergantungan sosial yang positif, membangun relasi yang positif dengan antar anggota, berbagi sumber daya.
Baca Juga: Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar
Ketergantungan sosial yang positif berkolaborasi dengan orang-orang yang berbeda latar belakang, pengetahuan dan keterampilan akan memunculkan ide-ide baru untuk pemecahan masalah.
Kemampuan berkolaborasi akan mengurangi adanya kompetisi negatif atau keinginan untuk melihat orang lain gagal. Kolaborasi menciptakan suasana saling mendukung dalam ekosistem Pendidikan.
Semoga melalui program praktisi dalam dunia Pendidikan akan membawa angin segar perubahan menuju merdeka belajar.
Semoga ini menjadi oase di gurun pasir untuk bersama meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui pemimpin pembelajaran yang inovatif, kreatif dan menyenangkan menuju terwujudnya profil pelajar Pancasila.
Foto: detik.com

[…] Baca juga : Urgensi Praktisi Mengajar Dalam Ciptakan Sumber Daya Manusia Indonesia […]