Depoedu.com-Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
Mulai tahun 2022/2023 satuan pendidikan dapat memilih untuk mengimplementasikan kurikulum berdasarkan kesiapan masing-masing mulai dari TK B, Kelas I, Kelas IV, VII, dan X.
Baca Juga: Pimpin Pemulihan, Bergerak Untuk Merdeka Belajar
Untuk mengukur kesiapan satuan pendidikan, pemerintah menyiapkan angket untuk membantu satuan pendidikan menilai tahap kesiapan dirinya untuk menggunakan Kurikulum Merdeka.
Namun sebelum memutuskan untuk mengimplementasikan kurikulum Merdeka di satuan pendidikan, setiap sekolah harus mengkaji kebutuhan sekolah masing-masing. SDK Sang Timur memilih Kurikulum Merdeka berubah.
Pemilihan kurikulum membuat sekolah berbenah dan menyiapkan diri. Salah satu persiapan adalah penyusunan modul belajar.

SDK Sang Timur Karang Tengah kemudian menyelenggarakan workshop Pendidikan untuk para guru. Workshop ini diikuti sebanyak 34 guru SD dan digelar pada hari Jumat, 3 Juni 2022.
Kepala SDK Sang Timur Sr. Clarissa PIJ mengatakan, penyelenggaraan workshop bagi guru-guru ini agar guru terus belajar dan berubah. Pelatihan untuk guru bertujuan agar para pendidik memiliki kemampuan profesional dan dapat memaksimalkan proses pembelajaran di dalam kelas.
Fokus workshop ini terkait Modul Ajar Kurikulum Merdeka yang merupakan perangkat penting untuk kesuksesan implementasi pembelajaran paradigma baru. Sebelumnya, sekolah/madrasah harus menyusun kurikulum operasional satuan pendidikan.
Menurut Panduan Pembelajaran dan Asesmen, tujuan pengembangan modul ajar yaitu mengembangkan perangkat ajar yang memandu pendidik melaksanakan pembelajaran.
Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada pendidik untuk mengembangkan modul dengan 2 cara, yaitu:
- Memilih atau memodifikasi modul ajar yang sudah disediakan pemerintah untuk menyesuaikan modul ajar dengan karakteristik peserta didik, atau
- Menyusun sendiri modul ajar sesuai dengan karakteristik peserta didik
Modul ajar dalam kurikulum 2022 ini cukup berbeda. Modul ajar dalam kurikulum Merdeka ini berfungsi sebagai pengganti RPP dan Silabus yang wajib dibuat oleh guru untuk merencanakan pembelajaran. Modul ajar ini berisi komponen RPP dan Silabus sekaligus beserta komponen lainnya.
Modul ajar ini seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yang dilengkapi dengan berbagai materi pembelajaran, lembar aktivitas siswa, dan asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit/topik berdasarkan alur tujuan pembelajaran untuk mengecek apakah tujuan pembelajaran dicapai siswa.
Pendidik tidak perlu repot lagi membuat RPP dan Silabus secara terpisah. Tetapi, cukup membuat modul ajar, karena komponen RPP dan Silabus sudah terintegrasi langsung ke dalam modul ajar ini.
Baca Juga: Esensi Kurikulum Merdeka Menuju Kebebasan Belajar
Bukan hanya itu, pendidik dapat memodifikasi atau membuat modul ajar sendiri sesuai kebutuhan siswa atau pendidik juga bisa mengikuti modul ajar oleh satuan pendidikan setempat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menghasilkan diskusi dan menerima masukan-masukan, terutama bagi keberhasilan pendidikan di SD Sang Timur. Selanjutnya para guru langsung menerapkan ilmu ini di lapangan, agar materi pembelajaran yang telah susun ini dapat bermanfaat dengan baik bagi pesertadidik nantinya.

[…] Baca juga : Urgensi Modul Belajar Bagi Proses Pendidikan […]