Retret Sekolah Tarakanita Tendean; Kasih Yesus Bersama Bunda Elisabeth Membuahkan Transformasi Diri, Komunitas dan Institusi

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Di tengah padatnya rutinitas belajar dan aktivitas sekolah, kami diberi kesempatan istimewa untuk mengikuti kegiatan retret, sebuah perjalanan rohani dan reflektif yang menjadi momen penting dalam perjalanan kami sebagai pelajar dan pribadi. 

Retret ini diselenggarakan sebagai sarana untuk menenangkan diri, membangun kedekatan antar teman, serta memperdalam nilai-nilai kehidupan yang seringkali terlupakan dalam keseharian.

Hari Pertama: Menyapa Hening, Menyambut Kesadaran

Kami berangkat dengan semangat dan penuh antusias. Setibanya di lokasi yang tenang dan dikelilingi alam yang asri, suasana hati mulai berubah. Seolah alam menyambut kami untuk benar-benar ‘berhenti sejenak’ dari hiruk-pikuk dunia luar.

Baca juga : Mengelola Lima Aspek Manajemen Sekolah, Untuk Mengupayakan Perkembangan Sekolah Secara Berkelanjutan

Hari pertama dimulai dengan ibadat pembukaan, materi, dan aktivitas kelompok yang mengajak kami untuk melihat lebih dalam ke dalam diri sendiri bagaimana kehadiran Tuhan dalam hidup kami masing-masing. Dalam keheningan, kami diajak merenungkan perjalanan hidup, relasi dengan keluarga, teman, dan Tuhan. 

Hari Kedua: Membangun, Membantu, Memaafkan

Hari kedua dimulai dengan meditasi di pagi hari. Meditasi untuk merenungkan betapa bersyukurnya atas ciptaan Tuhan dan untuk selalu mencintai alam yang telah Tuhan sediakan. 

Kegiatan kami dilanjutkan dengan melihat para pencari nafkah yang berjuang dan bagaimana kami bisa membantu mereka yang kesusahan. Momen paling mengesankan adalah ketika kami saling menyampaikan permintaan maaf kepada sesama melalui ibadat rekonsiliasi. 

Baca juga : Anak Kelas 3 SD Mengkritik Pemerintah?

Hari Ketiga: Pulang dengan Hati yang Baru

Menjelang kepulangan, kami diajak untuk menyusun niat dan harapan baru. Retret bukan sekadar momen sejenak, tapi menjadi titik awal perubahan kecil yang bisa berdampak besar. Kami membawa pulang tidak hanya kenangan, tetapi juga semangat baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sadar, dan lebih peduli.

Retret ini menyadarkan kami bahwa dalam kehidupan yang serba cepat, kita tetap butuh waktu untuk menepi, untuk mengenal diri sendiri lebih dalam, dan untuk menyegarkan kembali makna hidup. 

Kami pulang dengan hati yang lebih ringan, pikiran yang lebih jernih, dan semangat untuk menapaki hari-hari ke depan dengan lebih bijaksana. Kegiatan ini diakhiri dengan misa yang semakin menguatkan dan memberikan kami harapan dan jalinan kasih yang semakin kuat. 

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments