Depoedu.com – Literasi merupakan proses secara menyeluruh yang melibatkan pembangunan pengetahuan, budaya, serta kepandaian untuk mengembangkan pengetahuan baru dan wawasan yang lebih dalam.
Undang-undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Perbukuan pasal 1 ayat 4 menjelaskan bahwa literasi adalah keterampilan dalam memaknai informasi secara kritis sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Literasi dapat memberikan motivasi terhadap peserta didik
Sejak Gerakan Literasi Sekolah (GLS) berdasarkan Peraturan Presiden No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) guru dituntut mampu melakukan penguatan karakter siswa melalui kegiatan pengembangan literasi di kalangan peserta didik.
Literasi merupakan sarana peserta didik dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkan di bangku sekolah dalam kehidupan nyata, baik di dalam lingkungan sekolah maupun luar sekolah.
Baca Juga: Seminar Gerakan Literasi Digital Nasional 2021
Literasi memang tidak hanya membaca dan menulis saja tetapi literasi membaca dan menulis merupakan dasar pengembangan literasi lainnya yang mencakup 1) literasi matematika, 2) literasi sains, 3) literasi teknologi informasi dan komunikasi, 4) literasi keuangan, dan 5) literasi kebudayaan dan kewarganegaraan.
Untuk itu, literasi membaca dan menulis merupakan lieterasi paling mendasar yang harus dikuasai oleh peserta didik dalam rangka menguasai literasi dasar lainnya.
Untuk itu implementasi GLS merupakan sebuah proses agar peserta didik beserta warga sekolah lainnya termasuk guru menjadi literat dan literat hendaknya menjadi kultur atau budaya yang dimiliki setiap individu dalam sekolah tersebut.
Guru sebagai teladan bagi peserta didiknya memiliki peranan yang sangat penting. Seorang guru harus bersedia mengontrol peserta didiknya. Maka, apabila minat peserta didik terhadap budaya literasi kurang sangat diperlukan adanya peran seorang guru.
Baca Juga: Kejengahan Literasi Sekolah
Peranan guru dalam meningkatkan budaya literasi berupa meminta peserta didik untuk membaca buku di rumah dan menciptakan beberapa program atau kegiatan di sekolah yang mendukung gerakan literasi.
Contoh kegiatan yang mendukung gerakan literasi adalah kunjung perpustakaan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menumbuhkan minat membaca serta meningkatkan kemampuan membaca agar peserta didik dapat menambah pengetahuannya.
Budaya literasi tentunya sangat penting ditingkatkan di sekolah. Kemampuan dasar literasi yang berupa kemampuan membaca menulis harus menjadi prioritas utama dalam dunia pendidikan. Banyak manfaat yang didapatkan dari hasil membaca.
Dengan membaca, kita bisa dan pengetahuan misalnya membaca koran majalah. Dengan membaca kita juga bisa mendapatkan hiburan seperti membaca cerpen, novel, serta membaca berita lainnya.
Baca Juga: Bagaimana Kabar Keberhasilan Gerakan Literasi Di Sekolah Kita?
Dengan membaca, kita mampu memenuhi tuntutan intelektual, meningkatkan minat terhadap suatu bidang, dan mampu meningkatkan konsentrasi.
Menurut Lerner (1988:349), kemampuan membaca merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidang studi. Jika anak pada usia sekolah permulaan tidak segera memiliki kemampuan membaca, maka ia akan mengalami banyak dalam mempelajari berbagai bidang studi kelas-kelas berikutnya.
Penguasaan terhadap sangat ditentukan dari tingkat pendidikan. Orang dengan tingkat pendidikan yang tinggi pasti akan lebih mudah memahami dan informasi mengaplikasikan pemahaman literasinya dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan orang dengan tingkat pendidikan yang rendah.
Sebaliknya, membiasakan akitivitas literasi akan positif, salah satunya dapat meningkatkan mutu pendidikan di negara kita karena dengan literasi yang baik, tentu kualitas intelektualnya juga baik.
Foto: intens.news
