Sekolah di Tangerang Jadikan Kebun TOGA Laboratorium Hidup, Latih Siswa Berliterasi Hingga Kurangi Sampah

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini diwujudkan SMP Tarakanita Citra Raya melalui kegiatan “Giat Bersih dan Sehat”. 

Lebih dari sekadar bersih-bersih, kegiatan ini menjadikan kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai laboratorium hidup bagi siswa, sekaligus bagian dari gerakan pengurangan sampah di sekolah.

Kegiatan yang dihadiri pembina UKS Puskesmas Panongan, Bidan Devi; perwakilan Forum Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Imam Sutopo; serta pengurus Forum Komunikasi dan Kerjasama Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat (FKKSKM), ini menekankan pada pemanfaatan TOGA sebagai alternatif pengobatan dan sumber belajar interaktif.

Baca juga : KB-TK Santo Carolus Tarakanita Surabaya Gelar Talent Show dan Parenting

“Kegiatan menanam TOGA ini sangat positif. Semakin banyak koleksi tanaman TOGA di sekolah, semakin besar pula potensinya sebagai alternatif obat bagi siswa yang sakit,” ujar Bidan Devi mengapresiasi inisiatif sekolah. Ia juga menyoroti upaya literasi siswa sebelum penanaman.

“Yang lebih membanggakan, anak-anak tidak hanya menanam, namun sebelumnya berliterasi mencari tahu tanaman obat dari klasifikasi, deskripsi, manfaat, dan cara menanamnya. Kemudian dibuatkan barcode dan ditempel di pot-pot. Ini menjadi sumber belajar yang berkelanjutan bagi anak-anak.”

Penanaman sekitar 90 jenis tanaman TOGA ini menjadi inti kegiatan. Siswa tidak hanya menanam, tetapi juga belajar mengidentifikasi tanaman, memahami manfaatnya, dan mempraktikkan cara perawatannya. 

Pendekatan ini menjadikan TOGA sebagai media pembelajaran yang efektif, melatih literasi siswa tentang tanaman, serta mengembangkan keterampilan observasi dan penelitian.

Aspek lingkungan juga mendapat sorotan penting. Imam Sutopo menekankan keterkaitan antara kebun TOGA dengan kebersihan dan keindahan sekolah. Gerakan “Kurasaki” (Kurangi Sampah Sekolah Kita) terus digalakkan, dengan pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk untuk tanaman TOGA.

“Sekolah yang bersih adalah sekolah yang bebas sampah. Sampah-sampah organik di sekolah tidak dibuang keluar, tapi diolah menjadi pupuk organik untuk menyuburkan tanaman TOGA,” jelas Imam Sutopo. Ia pun menyampaikan kebanggaannya atas prestasi SMP Tarakanita Citra Raya yang meraih juara I dalam lomba menulis karya tulis di Jambore Sanitasi Kabupaten Tangerang 2024.

Pemenang lomba tersebut, Orlin Tan, berbagi pengalamannya dan mengajak siswa untuk lebih peduli pada masalah sampah.

“Sampah saat ini menjadi masalah yang belum terpecahkan. Dalam sehari Kabupaten Tangerang bisa memproduksi sampah sekitar 1.500 ton. Ini membuat saya sedih dan prihatin. Mari kita semua berusaha mengurangi sampah,” ajaknya. 

Baca juga : Sr. Francesco Marianti OSU, Tokoh Pendidikan Dari Santa Ursula Berpulang

Ia mencontohkan perilaku sederhana seperti membawa botol minum dan tempat makan sendiri sebagai langkah awal pengurangan sampah.

Kegiatan ini juga diisi dengan pembinaan bagi 40 pengurus UKS oleh Bidan Devi. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan diri sendiri dan berperilaku hidup sehat bagi para pengurus, agar dapat menjadi duta kesehatan bagi teman-temannya.

Kegiatan “Giat Bersih dan Sehat” di SMP Tarakanita Citra Raya ini menunjukkan bahwa sekolah dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

Selain itu, juga mendidik siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak, serta memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan bermakna melalui kebun TOGA. 

5 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments