Depoedu.com-Suasana sepulang sekolah di SMAK Kolese Santo Yusup (Kosayu) Malang dalam dua pekan terakhir ini, banyak dijumpai kelompok para siswa yang berlatih untuk perhelatan besar PELANGI BANGSAKU (PB) ke-10. Kegiatan ini akan digelar pada tanggal 25-26 Oktober 2024 dengan mengusung tema “Hargai Perbedaan, Hidupkan Persatuan”.
PELANGI BANGSAKU (PB) sendiri adalah upaya besar SMAK Kosayu untuk menanamkan pendidikan karakter, berupa pameran dan pergelaran budaya nusantara. Segala keberagaman yang dibawa siswa dari 34 provinsi di Indonesia, disatukan oleh Kosayu dalam budaya saling memahami dan menghormati. Hingga akhirnya tumbuh persaudaraan di Kosayu untuk bersatu padu seperti warna pelangi yang tidak pernah saling mengalahkan antara satu warna dengan warna yang lain.
Sebanyak 1.212 siswa yang terdiri dari tiga tingkatan kelas X, kelas XI dan kelas XII, telah dilebur dalam wadah Persaudaraan Anak Kolese Santo Yusup (PAKSY). Ada 12 PAKSY yang nantinya akan mengisi PB, yaitu PAKSY Jabadeka (Jawa Barat, Banten, DKI), PAKSY Yoteng (Yogyakarta, Jawa Tengah), PAKSY Chinese Corner, PAKSY Malang Raya, PAKSY Jatim Barat, PAKSY Jatim Timur, PAKSY Papua-Maluku, PAKSY Sulawesi, PAKSY Bali-NTB, PAKSY NTT, dan PAKSY Kalimantan.
Setiap PAKSY memiliki anggota sekitar seratus siswa yang didampingi oleh sekitar tujuh atau delapan guru pembina. Masing-masing PAKSY telah berbagi tugas antara mempersiapkan dekorasi pameran, makanan, pernak pernik souvenir daerah, presenter stand, serta kelompok siswa yang akan pentas budaya pada sesi pergelaran.
Salah satu agenda yang akan dilakukan saat kunjungan stand pameran adalah penilaian presentasi yang dilakukan oleh setiap perwakilan PAKSY dengan durasi waktu 15 menit. Setiap PAKSY akan menentukan seorang presenter yang bertugas mempresentasikan semua yang telah disiapkan dalam stand masing-masing, dengan mengenakan baju adat.
Baca juga : Pana Beto di Flores Writers Festival 2024:, yang Kembali dan yang Pulang, (Bisa) Buat Apa?
Sedangkan benda-benda budaya yang akan dipamerkan dan dipresentasikan antara lain berupa senjata khas atau alat berburu, rumah adat, baju adat, alat musik tradisional, penanggalan atau kalender tradisional, peralatan-peralatan upacara tradisional, ataupun hasil kerajinan tangan. Tersedia juga barang-barang yang akan dijual di stand antara lain souvenir daerah, pakaian daerah, dan tidak ketinggalan kuliner tradisional daerah.
Tak kalah serunya, untuk persiapan di panggung hari pertama pergelaran, semua PAKSY sudah siap dengan sajian yang akan dipentaskan. PAKSY Jatim Timur akan menampilkan medley folksong Luk-luk Lumbu, Kerben Sape, dan Rek Ayo Rek. PAKSY Jabadeka menampilkan medley tari Genjring Party, dan Banten Jawara. PAKSY Jatim Barat mempersembahkan medley folksong Onde-onde Mojokerto dan Pecel Madiun.
PAKSY Jatim Barat mengusung Reog Ponorogo. PAKSY Malang Raya menyiapkan medley folksong Malang Awe-awe, dan Ademe Kutho Malang. PAKSY Yoteng akan mempersembahkan Tari Golek dan Tari Prajuritan.
PAKSY Sumatera akan mementaskan Ratu Jaroeh dan Zapin Kipas Lampung. PAKSY Sulawesi mempersembahkan Tari Aksara, Empat Etnis, Permainan Lulo, dan Kalampoanna.
PAKSY NTT mempersembahkan medley folksong Bolelebo, Nona Lolo Banda, Benggong Banggong. PAKSY Kalimantan mempersembahkan tampilan Hinje Simpei dan folksong Paris Barantai. PAKSY Papua-Maluku mempersembahkan medley folksong Yamko Rambe Yamko, Sajojo, Apuse, Rasa Sayange, dan Ayo Mama.
Baca juga : Rawat Budaya, SMA Santo Carolus Surabaya Iringi Misa dengan Gamelan
Untuk pementasan hari kedua, semua PAKSY juga telah siap dengan sajian yang tidak kalah menarik. PAKSY Jatim Timur mempersembahkan tari Molong Kopi Bondowoso. PAKSY Yoteng mempersembahkan medley folksong Gundul-gundul Pacul, Lir-ilir, Cublak-cublak Suweng, Padhang Wulan.
PAKSY Sulawesi mempersembahkan medley folksong Marencong-rencong, Sipatokaan, O Inani Keke, Anging Mamiri, Sang Mundun. Paksy NTT mempersembahkan tarian Moko Nona dan Kabor. PAKSY Sumatera mempersembahkan Medley Folksong Sinanggar Tulo, Kampuang Nan Jauh di Mato, Soleram, Alusi Au, Sik-sik, Sibatumanikam, Badindin, Bungong Jeumpa, Butet, Sumatera Pusaka Nusantara.
Kemeriahan acara PB nanti juga akan bertambah lengkap dengan adanya tampilan dari adik-adik TK, SD, dan SMP Kolese Santo Yusup. Juga mama papa yang akan memberikan support bagi anak-anaknya dengan hadir ke Malang meramaikan acara ini. Harapan besar agar melalui pendidikan karakter pentas budaya dan kolaborasi bersama ini, Kosayu mampu mencetak insan Kolese Santo Yusup yang saleh dan terpelajar.
Sampai bertemu dalam PELANGI BANGSAKU KE-10 SMAK KOLESE SANTO YUSUP MALANG. Salam tetap bersemangat.
