Rawat Budaya, SMA Santo Carolus Surabaya Iringi Misa dengan Gamelan

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Suasana perayaan Ekaristi hari Minggu 6 Oktober 2024 di paroki Gembala Yang Baik Surabaya terasa berbeda. Alunan musik gamelan dari SMA Santo Carolus mengiringi lagu pujian dari Voice of Carolus (Tim Paduan Suara SMA Carolus).

Kolaborasi ektrakurikuler karawitan dan paduan suara menciptakan suasana Minggu pagi yang tenang sehingga umat dapat berdoa dengan khidmat. Misa inkulturasi dipersembahkan oleh P. Lucius Tumanggor, SVD. Dalam homilinya Pater Lucius memberikan apresiasi pada anak muda yang mencintai budaya gamelan dan mau berpartisipasi dalam pelayanan di gereja.

“Luar biasa mereka yang muda memberikan hati untuk pelayanan di Gereja Gembala yang Baik. Umat sangat mengapresiasi anak-anak muda yang luar biasa dan  peduli budaya. Inkulturasi yang sangat bagus dan diterima oleh umat dengan latar belakang yang beragam,” seperti dituturkan oleh Winarti Handayani, S.Pd. selaku pendamping.

Baca juga : Tradisi Doa Rosario di SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya

Umat antusias untuk mengikuti perayaan Ekaristi terlebih ketika melihat anak anak muda yang menabuh gamelan. Agnes, siswi SMA Santo Carolus kelas XI1 mengungkapkan kegembiraannya.

“Saya senang sekali karena dapat melayani Tuhan di Gereja Gembala Yang Baik. Bukan pengalaman pertama kali saya untuk melayani di gereja yang bukan paroki saya, namun saya merasa deg-deg-an saat bermain gamelan. Terlebih lagi di saat melihat umat sangat antusias mengikuti irama gamelan, membuat saya semakin senang dan gembira dalam memukul gamelan. Tidak hanya itu, umat juga memberi saya oleh-oleh dan berterimakasih kepada saya karena sudah mau mampir dan bermain gamelan di parokinya. Hal ini membuat saya makin ceria dan semakin lebih semangat untuk bermain gamelan untuk melayani Tuhan”.

Baca juga : Hiking Character Building SMP Sint Carolus : Membangun Kemandirian, Disiplin, dan Tanggung Jawab

Secara singkat Gracia Mariska (Siswi kelas XII1) mengatakan “Pelayanan ini sangat menghidupkan suasana umat dan juga gereja”.

Budaya lokal  yang bernuansa tradisional masa sekarang ini semakin dijauhi oleh generasi muda, gadget telah mengerus waktu dan perhatian anak muda. Melek budaya sekarang ini menjadi suatu kebutuhan agar tradisi-tradisi lokal dapat dilestarikan dan tidak hilang.

SMA Santo Carolus Tarakanita Surabaya menaruh perhatian untuk turut serta berpartisipasi secara aktif dalam merawat budaya gamelan yang merupakan kebudayaan asli bangsa Indonesia. Misa inkulturasi diharapkan mampu menjadi jembatan antara peserta didik SMA Santo Carolus dengan budaya lokal sehingga sungguh terbangun lingkungan belajar yang harmonis antara perkembangan generasi muda dan pelestarian budaya bangsa.

4.7 3 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments