Mirai No Matsuri Japanese Festival Tarakanita Blok Rawamangun 2026

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Pemukulan drum oleh ketiga Kepala Sekolah Tarakanita Blok Rawamangun yang terdiri atas TK Tarakanita 5, SD Tarakanita 5, dan SMP Tarakanita 4 menjadi tanda dibukanya Festival Budaya Jepang/Jav Star 2026.

Festival yang rencananya akan digelar selama dua hari dari hari Jumat 25 September hingga Sabtu 26 September 2026 ini mengangkat tema “Mirai No Matsuri” yang dalam bahasa kita berarti Festival Masa Depan. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari value proposition sekolah yaitu global science. 

Festival ini diharapkan menjadi ajang bagi peserta didik untuk bertanya, berkreasi, dan berkarya serta ikut ambil bagian demi mewujudkan masa depan yang lebih baik. Melalui festival ini peserta didik diberikan kesempatan untuk berinteraksi, berkreativitas melalui berbagai lomba dan pentas seni. 

Berkenan memberikan sambutan pembuka dalam kesempatan ini Bernardus Boli, S.S. M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMP Tarakanita 4 Jakarta. Dalam sambutannya, Beliau mengajak segenap peserta didik untuk mengeksploitasi sekaligus mengaktualisasikan kemampuan diri lewat karya seni dan berbagai perlombaan.

Baca juga : Character Building 2026: Menempa Daya Juang dan Kedisiplinan Siswa Kelas X SMA Tarakanita Magelang

“Selain ajang berkreasi, festival ini juga menjadi sarana mediasi untuk memperlihatkan dan memperkenalkan budaya international khususnya budaya Jepang kepada peserta didik. 

Terima kasih untuk Himeji International School of Japan (HIS) yang telah mengirimkan Ms. Yurike Ueda, Ms. Ayane Kato, dan Ms. Miki untuk terlibat langsung dalam festival ini,” tutur Kepala Sekolah di akhir sambutannya.

Sr. Judith Mariani, CB selaku Sekretaris Eksekutif Yayasan Tarakanita, di kesempatan ini juga berkenan memberikan sambutan peneguhan. Dalam sambutannya, Suster menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta didik, orang tua peserta didik, segenap guru dan karyawan atas jerih payahnya dalam menyiapkan rangkaian kegiatan festival ini.

“Semoga festival ini menjadi kesempatan terbaik bagi seluruh orang tua peserta didik untuk menyaksikan penampilan peserta didik. Mari bersama kita lihat dan apresiasi bagaimana putra-putri mengekspresikan kebolehannya!” pungkas Suster.

Baca juga : Pendidikan yang Berkebudayaan: Menuju Manusia Seutuhnya Menurut Cendekiawan Yudi Latif

Tidak hanya seru-seruan, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, kerja sama, dan kecintaan mereka terhadap budaya internasional utamanya budaya Jepang.

Untuk tujuan tersebut, maka panitia telah mengemas kegiatan festival ini dengan berbagai jenis perlombaan dan juga pentas seni yang bernuansa Jepang, meliputi: Cosplay & Fashion Show, Bazaar Kuliner Jepang, Workshop Budaya, Pentas Seni dan lomba-lomba seru lainnya.

“Melalui Japan Festival, kami ingin peserta didik tidak hanya mengenal bahasa Jepang, tetapi juga belajar tentang disiplin, etos kerja, dan kreativitas yang menjadi ciri khas budaya Jepang,” ujar panitia. 

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments