Depoedu.com-Kepemimpinan tidak selalu tentang jabatan atau kewenangan untuk memimpin orang lain. Kepemimpinan dapat dimulai dari kemampuan setiap pribadi untuk memimpin dirinya sendiri. Pesan tersebut menjadi gagasan utama Hari Studi Tata Usaha (HSTU) Tarakanita Nasional 2026 bertema “Self Leadership”, belum lama ini.
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti lebih dari 265 peserta, terdiri atas pelaksana/staf tata usaha dan para struktural dari 59 sekolah Tarakanita. Kegiatan menghadirkan Dr. Eva Hotnaidah Saragih, M.A., Dosen PPM School of Management Jakarta, sebagai narasumber, dengan Rosalija Anna Trimastuti, A.Md. sebagai moderator.
Mengawali kegiatan, Ambrosius Sigit Kristiantoro, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa sebelum mampu memimpin orang lain, seseorang perlu terlebih dahulu mampu memimpin dirinya sendiri.
Baca juga : Semangat Kebangsaan Sejak Dini, Siswa TK A Santo Carolus Tarakanita Surabaya Gelar Upacara Bendera
“Leadership tidak selalu berarti menjadi atasan. Kita perlu mengelola pikiran, emosi, sikap, waktu, tanggung jawab, dan cara merespons berbagai situasi,” ungkapnya.
Menurut Bapak Sigit, self leadership mendorong seseorang tidak sekadar bekerja karena instruksi, tetapi berani bertanya: Apa yang bisa saya lakukan? Apa yang bisa saya perbaiki? Apa yang bisa saya pelajari? dan apa kontribusi yang dapat saya berikan?
Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Eva mengajak peserta menjadikan Hari Studi sebagai kesempatan self reflection, yaitu berhenti sejenak dari rutinitas untuk melihat kembali apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu dikembangkan.
“Leadership itu everyone can be a leader. Kita bisa menjadi leader walaupun tidak memiliki anak buah,” jelas Dr. Eva.
Dalam dunia pendidikan, setiap pribadi memiliki pengaruh melalui sikap, cara bekerja, berkomunikasi, dan memberikan pelayanan. Karena itu, self leadership bukan hanya tentang pengembangan diri, tetapi juga tentang menghadirkan pengaruh positif bagi lingkungan dan organisasi.
Hari Studi Tata Usaha Tarakanita Nasional 2026 menjadi momentum untuk terus mengembangkan kompetensi, memperkuat tanggung jawab, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pelayanan pendidikan. Memimpin diri, mengembangkan kompetensi, dan memberi arti bagi organisasi.
