Depoedu.com-Menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, mampu bekerja sama, dan memiliki kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dalam proses pendidikan. Tidak hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, pembentukan karakter juga perlu hadir melalui pengalaman nyata yang menantang dan bermakna.
Semangat inilah yang diwujudkan oleh SMA Tarakanita Magelang melalui kegiatan Character Building 2026 yang secara khusus diperuntukkan bagi siswa kelas X.
Kegiatan yang merupakan program rutin tahunan bidang kesiswaan ini menjadi salah satu sarana bagi siswa baru untuk mengenal, beradaptasi, sekaligus membangun karakter sebagai bagian dari keluarga besar SMA Tarakanita Magelang.
Selama tiga hari dua malam, para siswa mengikuti rangkaian kegiatan di Markas Yon Armed 3 Naga Pakca Magelang. Dalam suasana yang berbeda dari kehidupan sekolah sehari-hari, siswa mendapatkan pengalaman pembinaan karakter dengan pendekatan kedisiplinan dan latihan yang terstruktur.
Menempa Diri melalui Kedisiplinan dan Tantangan
Character Building 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan di luar sekolah, tetapi menjadi ruang bagi siswa untuk belajar menghadapi tantangan, mengatur waktu, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun kelompok.
Berbagai kegiatan yang diberikan menuntut siswa untuk keluar dari zona nyaman. Kedisiplinan menjadi salah satu nilai utama yang ditanamkan. Siswa belajar mengikuti aturan, menghargai waktu, menjaga kekompakan, serta menyelesaikan setiap tantangan dengan penuh tanggung jawab.
Nilai tersebut selaras dengan semangat CC5+ Tarakanita, khususnya Conviction (daya juang). Melalui berbagai tantangan yang dihadapi, siswa diajak untuk membangun ketangguhan, keberanian, dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi proses kehidupan.
Selain Conviction, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menghidupi nilai Community, melalui kerja sama dan kekompakan antarsiswa; Competence, melalui berbagai wawasan dan keterampilan baru yang diperoleh; serta Compassion, melalui pembelajaran untuk peka dan tanggap terhadap kebutuhan serta keselamatan orang lain.
Belajar dari Yonarmed 3 Naga Pakca
Selain pembentukan karakter, siswa juga memperoleh berbagai wawasan yang memperkaya pengalaman mereka. Salah satunya adalah wawasan kebangsaan yang mengajak siswa memahami pentingnya rasa cinta tanah air dan tanggung jawab sebagai generasi muda Indonesia.
Siswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat satuan Yonarmed 3 Naga Pakca, termasuk mengenal berbagai alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang digunakan oleh TNI.
Baca juga : Pendidikan yang Berkebudayaan: Menuju Manusia Seutuhnya Menurut Cendekiawan Yudi Latif
Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat secara lebih dekat kehidupan dan tugas anggota TNI, sekaligus memperoleh pengetahuan yang mungkin tidak mereka dapatkan dalam pembelajaran sehari-hari di kelas.
Pembelajaran lainnya yang tidak kalah penting adalah materi PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat). Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami pentingnya sikap tanggap ketika menghadapi situasi darurat.
Materi PPGD juga memiliki keterkaitan erat dengan nilai Compassion (belarasa) dalam CC5+ Tarakanita. Bela rasa bukan hanya tentang merasa iba terhadap orang lain, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata untuk membantu dan memberikan pertolongan ketika dibutuhkan.
Dengan demikian, siswa tidak hanya diarahkan menjadi pribadi yang kuat untuk dirinya sendiri, tetapi juga pribadi yang mampu hadir dan membantu orang lain.
“Melelahkan, tetapi Seru”
Bagi siswa, pengalaman selama Character Building menjadi cerita tersendiri. Berbagai kegiatan yang menantang justru menjadi bagian yang paling berkesan.
Yusup, siswa kelas X.2, mengungkapkan bahwa kegiatan yang paling berkesan baginya adalah jurit malam. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus melatih kekompakan.
“Paling berkesan jurit malam karena melatih kekompakan. Seru dan asik,” ungkap Yusup.
Ketika ditanya mengenai perubahan yang ia rasakan setelah mengikuti kegiatan, Yusup menyampaikan bahwa dirinya menjadi lebih disiplin dan mulai memiliki kesadaran tentang kepemimpinan.
Sementara itu, Timo, siswa kelas X.3, memiliki pengalaman berkesan saat mengikuti kegiatan outbound. Baginya, pengalaman menuruni jurang menggunakan tali dan bermain lumpur menjadi sesuatu yang baru baginya.
“Saat outbound, terutama saat turun jurang menggunakan tali dan mandi lumpur, karena baru pertama kali main sekotor itu sebadan-badan,” tutur Timo.
Timo juga belajar mengenai pentingnya mengatur waktu. Salah satu tantangan yang ia rasakan adalah ketika harus mengikuti aturan waktu makan yang lebih teratur dan cepat.
“Pengalaman yang paling mengesan bagi saya adalah setiap waktunya makan karena harus bisa makan lebih cepat dan lebih menghargai waktu serta menata waktu,” ujarnya.
Baca juga : Ambisi Presiden Prabowo Subianto: Membangun Pendidikan Indonesia sebagai Fondasi Masa Depan
Pengalaman tersebut membuat Timo menyadari pentingnya kedisiplinan waktu dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika diminta menggambarkan Character Building 2026 dalam satu kalimat, Timo menjawab singkat, tetapi menggambarkan keseluruhan pengalamannya:
“Melelahkan tapi seru.”
Dari Tantangan Menjadi Pembelajaran
Setiap kegiatan tentu memiliki tantangan. Namun, justru melalui tantangan tersebut siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Keterbatasan fasilitas selama kegiatan, tuntutan kedisiplinan waktu, aktivitas fisik, hingga berbagai tantangan dalam kegiatan kelompok menjadi pengalaman yang mengajarkan siswa untuk beradaptasi dengan situasi baru.
Hal-hal sederhana yang mungkin sebelumnya dianggap biasa, seperti mengatur waktu, mengikuti aturan, menjaga kebersamaan, dan menghargai teman, menjadi pembelajaran yang lebih nyata ketika siswa mengalaminya secara langsung.
Inilah salah satu tujuan penting Character Building : membawa nilai-nilai karakter dari konsep menjadi pengalaman nyata.
Harapan untuk Generasi Muda Tarakanita
Sebagai kegiatan pembentukan karakter, Character Building 2026 diharapkan tidak berhenti ketika siswa meninggalkan Markas Yonarmed 3 Naga Pakca. Nilai-nilai yang diperoleh selama tiga hari dua malam tersebut diharapkan dapat terus dibawa dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di luar sekolah.
Bagi siswa kelas X, kegiatan ini menjadi salah satu langkah awal untuk mengenal diri, mengenal teman, dan membangun karakter sebagai bagian dari komunitas SMA Tarakanita Magelang.
Sejalan dengan semangat CC5+ Tarakanita, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki daya juang, kepedulian, kompetensi, kreativitas, serta kemampuan membangun kehidupan bersama.
Pada akhirnya, Character Building bukan semata-mata tentang seberapa kuat siswa menghadapi latihan, seberapa cepat mereka menyelesaikan tantangan, atau seberapa disiplin mereka mengikuti aturan.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi proses untuk membentuk pribadi yang mampu berkata: saya mampu menghadapi tantangan, saya peduli terhadap sesama, dan saya siap bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Character Building 2026 pun menjadi sebuah pengalaman yang mungkin melelahkan bagi para siswa, tetapi meninggalkan pelajaran yang berharga, sebuah pengalaman yang diharapkan menjadi bekal bagi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di SMA Tarakanita Magelang.
