Peringkat Tata Kelola Sekolah Negeri Indonesia Menurut Lembaga Pemeringkat U.S News

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Hingga kini belum ada penjelasan yang memadai juga dari pemerintah terkait fenomena sepinya minat orang tua murid, mendaftarkan anaknya bersekolah di Sekolah Dasar (SD) negeri. Fenomena ini sudah terjadi lima tahun belakangan ini, sehingga kini, banyak SD negeri hanya memiliki murid berjumlah di bawah 60 orang. 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam keterangannya di kantor Komdigi ketika menjawab wartawan mengatakan ada tiga penyebab munculnya fenomena ini yakni, ada keterbatasan jumlah anak usia sekolah, terlalu banyak sekolah dasar yang dibangun dan keluarga muda lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. 

Pertanyaannya, apakah benar hanya tiga masalah tersebut yang menyebabkan menurunya minat orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri. Nampaknya pemerintah cenderung menghindari menelusuri lebih jauh, misalnya terkait mengapa keluarga muda cenderung menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta, meskipun harus membayar mahal.

Sementara jika masuk sekolah negeri gratis. Pertanyaannya, tidakkah ini terkait masalah mutu sekolah negeri kita? Tulisan ini mencoba memperlihatkan masalah mutu, meskipun secara tidak langsung, karena saya kesulitan mencari data mengenai mutu pendidikan dasar kita. 

Baca juga : Pemilik Sertifikat Pramuka Garuda Bisa Langsung Jadi Anggota Polri Tanpa Tes? Ini Penjelasan Kadiv Humas Polri

Saya menggunakan data tahun 2026 (7/4) yang dirilis oleh U.S News di antaranya tentang bagaimana pemerintah berbagai negara di seluruh dunia mengelola sekolah negerinya. Di antaranya mengenai efisiensi sistem pengelolaan sekolah negeri termasuk sekolah K-8 (Pra Sekolah, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama). 

U.S News pada awalnya adalah perusahaan media di Amerika Serikat yang kemudian secara berkala melakukan pemeringkatan termasuk pemeringkatan terhadap efisiensi pemerintah negara-negara di dunia dalam mengelola sekolah negerinya.  Dari peringkat yang dirilis kita dapat melihat bagaimana peringkat sekolah negeri kita. 

Peringkat tata kelola Sekolah Negeri Indonesia 

U.S News mengumpulkan data internasional tentang cara pemerintah mengelola sekolah negeri, termasuk tingkat melek huruf, indikator kinerja, dan tata kelola sekolah negeri. Dari sana kelihatan kualitas sistem pengelolaan sekolah negeri berbagai negara dan bagaimana negara-negara di dunia memberikan pendidikan berkualitas bagi warganya. 

Posisi negara-negara tersebut terlihat dari skor yang diperoleh setelah data-data diolah dengan rentang skor 0-100. Dengan demikian negara dengan skor 100 berarti pemerintahnya dapat mengelola pendidikannya dengan baik. Oleh karena itu, warganya dapat menikmati pendidikan yang bermutu. 

Negara dengan skor tertinggi adalah Denmark dengan skor 100. Posisi kedua ditempati oleh Swedia dengan skor 99.9, posisi ketiga ditempati oleh Inggris dengan skor 96.8, posisi keempat ditempati oleh Finlandia dengan skor 96.6. Posisi kelima ditempati oleh Jerman dan posisi keenam ditempati oleh Canada. 

Baca juga : Dari Altar ke Kehidupan: Menghidupi Misi Yayasan Tarakanita Melalui Perayaan Ekaristi

Inilah enam negara di dunia yang pemerintahnya dapat mengelola pendidikannya dengan sangat baik. Indonesia hanya memperoleh skor 1.8 dari 100. Posisi ini hampir menempatkan Indonesia pada urutan 10 negara di dunia dengan pengelolaan sekolah negeri terburuk yang di posisi teratas diduduki oleh Bangladesh dengan skor 1.5. 

Di jajaran negara-negara Asia, Jepang berada di posisi tertinggi dengan skor 91.0, di bawah jepang bertengger Korea Selatan dengan skor 72.5, posisi berikutnya ditempati oleh Singapura dengan skor 49.6 dan China menempati posisi berikutnya dengan skor 47.2. Ini adalah negara-negara di Asia yang sekolah negerinya terkelola dengan baik. 

Di Asia, India termasuk negara besar yang pengelolaan sekolah negerinya belum terkelola dengan baik, dengan skor hanya 4.3. Di kalangan negara-negara ASEAN, posisi di bawah Singapura ditempati oleh Malaysia dengan skor 8.4. Di bawahnya ada Vietnam dengan skor 4.1, menyusul Filipina dengan skor 3.4 dan Thailand dengan skor 2.4. 

Dengan data ini berarti di ASEAN, Indonesia berada di posisi paling buntut. Mudah-mudahan data seperti ini menjadi masukan bagi pemerintah Indonesia, untuk membenahi tata kelola sekolah-sekolah negeri kita, agar menjadi sekolah yang lebih bermutu pada masa yang akan datang.

Foto: Berita Jatim

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments