Depoedu.com-Lampu panggung di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang mulai meredup. Bunyi langkah kaki sang “Master of Ceremonies” memecah kesunyian, detak jantung berdegup kencang di balik tirai, dan ribuan pasang mata bersiap menjadi saksi sejarah.
Hari ini, Jumat, 13 Februari 2026, perjalanan panjang selama 75 tahun Hua Ind (Tionghua Indonesia) sebutan untuk Kolese Santo Yusup (Kosayu) Malang akan menggelar Pentas seni bersama dengan tajuk Odyssey of Light.
Dari langkah mungil siswa-siswi TK dan Montessori hingga sorot mata yang memancarkan tetap bersemangat dari kakak-kakak SMA Kosayu bersatu untuk menceritakan satu kisah tentang cahaya yang tak pernah padam di bumi Hua Ind.
Selama berminggu-minggu, lorong-lorong sekolah telah dipenuhi dengan melodi latihan, tetesan keringat di ruang tari, dan diskusi panjang demi menyempurnakan setiap detail penampilan.
Anak-anak kita bukan sekadar berlatih untuk sebuah pertunjukan, mereka tengah merajut keberanian dan rasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar Hua Ind.
Di balik kostum yang indah dan tata cahaya yang memukau, ada proses tetap bersemangat, disiplin dan cinta yang mereka dedikasikan khusus untuk Pentas Seni 75 tahun Hua Ind tercinta.
Kini, tibalah saatnya bagi kami para pendidik, orang tua, alumni, Kongregasi Murid-Murid Tuhan (CDD) dan semua pemerhati Hua Ind untuk melengkapi pementasan ini. Kehadiran kami di kursi penonton bukan sekadar pengamat, melainkan sumber energi utama bagi mereka.
Setiap tepuk tangan yang akan menggema hari ini adalah “cahaya” yang akan mereka kenang seumur hidup. Mari kita hadir, memberikan apresiasi setinggi-tingginya, dan membiarkan anak-anak kita melihat bahwa dukungan terbesar mereka ada di sini, di tengah kerumunan yang bangga akan sejarah 75 tahun Hua Ind.
Baca juga : Latih Fokus dan Logika, Siswa TKB Santo Carolus Antusias Ikuti Color Code Challenge
Perjalanan besar ini tidak bermula dari panggung yang gemerlap, melainkan dari sebuah keprihatinan dan visi tulus di tahun 1951. Adalah Pastor Joseph Wang, CDD., sang pembawa terang, yang menerima tugas mulia dari Mgr. AEJ Albers, O.Carm.
Di tengah dinamika zaman kala itu, beliau meletakkan batu pertama pendidikan bagi anak-anak keturunan Tionghoa di Malang dengan mendirikan “Hua-Ind Chung Hsueh” (Sekolah Menengah Katolik Tionghoa Indonesia).
Langkah awal ini bukan sekadar mendirikan gedung, melainkan menyalakan lilin pertama yang menjadi cikal bakal karya Kongregasi Murid-Murid Tuhan (CDD) di bumi Arema.
Dari satu nyala lilin di tangan Pastor Joseph Wang, cahaya itu kini telah berubah menjadi pijar yang luar biasa luasnya.
Selama 75 tahun, estafet nilai-nilai luhur diteruskan dari generasi ke generasi menjadi sebuah ekosistem pendidikan yang lengkap dan penuh persaudaraan.
Saat ini, pancaran “Odyssey of Light” itu tercermin nyata dalam wajah-wajah ceria di TK Kolese Santo Yusup 3, kemandirian di Saint Joseph Montessori School dan Elementary School (SJMS), semangat belajar di SDK Santo Yusup 2 dan 3, hingga ketangguhan para remaja di SMPK Kolese Santo Yusup 1 dan 2 serta SMAK Kolese Santo Yusup.
Tak lupa, kehangatan persaudaraan di Asrama SMP-SMA menjadi pelengkap yang menjaga nyala api kekeluargaan ini tetap hangat. Setiap unit adalah berkas cahaya yang berbeda, namun saat bersatu hari ini, mereka membentuk satu spektrum cahaya Hua Ind.

Pementasan akan dimulai dengan tarian tradisional persembahan murid SMA yang disambung dengan balutan musik Band dengan irama klasik era 60-an, kejayaan pop 90-an, hingga energi modern era 2000. Pilihan musik yang akan menjadi jembatan usia menghubungkan kenangan para alumni dengan semangat murid-murid masa kini.
Panggung Odyssey of Light akan dibuka dengan kekhidmatan yang menyatukan jiwa. Seluruh hadirin akan diajak berdiri, menyatukan suara dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang kemudian disambung dengan semangat yang membara melalui Mars Kosayu.
Harmoni suara ini menjadi pengingat bahwa di bawah bendera Merah Putih, keluarga besar Hua Ind terus berkarya bagi bangsa.
Keberagaman talenta Hua Ind semakin bersinar saat adik-adik kecil kita mengambil alih panggung. Saint Joseph Montessori School (SJMS) akan menampilkan keanggunan melalui denting pianika dan tarian balet yang memukau.
Tak kalah menggemaskan namun sarat makna, TK Kolese Santo Yusup 3 akan membawakan Tari Bapang Malangan, sebuah wujud kecintaan pada budaya lokal Malang.
Pesan moral yang kuat pun disampaikan melalui suara jernih Choir SDK Santo Yusup 3 dengan lagu bertajuk “Bully”, sebuah refleksi tentang empati dan kasih persaudaraan.
Suasana semakin meriah saat SDK Santo Yusup 2 menggebrak panggung melalui perpaduan Tari Kreasi dan Modern Dance. Penampilan ini menjadi simbol harmonisasi antara nilai-nilai tradisi yang terus dijaga dengan semangat perubahan zaman yang terus berkembamg. Sebuah energi segar yang menunjukkan betapa dinamisnya regenerasi di Hua Ind.
Baca juga : Antara Rendahnya Gaji Guru, Buruknya Kesejahteraan Guru dan Kemauan Politik Penguasa
Sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan, SMPK Kolese Santo Yusup 2 akan mempersembahkan Kreasi Mandarin Kontemporer. Mereka tampil sebagai “Penjaga Lentera”. Sosok yang dengan setia menjaga dan mengubah nyala kecil peninggalan pendahulu menjadi nyala besar yang menerangi perjalanan 75 tahun ini.
Kemegahan ini masih terus akan berlanjut melalui Ensemble dan Perkusi bernuansa China dari SMPK Kolese Santo Yusup 1. Dentuman perkusi yang megah ini seolah memanggil kembali memori sejarah, merayakan akar budaya yang membentuk jati diri Hua Ind, sekaligus menegaskan bahwa cahaya ini akan terus berpijar lebih terang.
Tak hanya melalui nada dan gerak tradisional, semangat Hua Ind yang dinamis juga terpancar melalui aksi freestyle basket dan modern dance dari murid SMA. Penampilan ini bukan sekadar unjuk ketangkasan, melainkan sebuah pesan mendalam bahwa cahaya ilmu dan karakter tidak pernah berhenti di dalam ruang kelas. Cahaya itu mengalir deras ke dalam rumah, merambah ke dunia kerja, dan berpijar di tengah masyarakat.
Di sinilah kita melihat bahwa peran para guru yang berdedikasi, orang tua yang penuh kasih, alumni dalam wadah PEKSY, hingga bimbingan spiritual para Imam CDD, semuanya bermuara pada satu tujuan luhur untuk menyalakan murid.
Pendidikan di Hua Ind adalah proses transfer nyala api. Sebuah upaya kolektif untuk memastikan bahwa setiap lulusannya membawa lentera yang mampu menerangi kegelapan dimanapun mereka berada.
Bahwa setelah 75 tahun berlalu, misi utama kita menjadikan insan Kolese Santo Yusup yang saleh dan terpelajar terus kita hidupi dalam terang dan persaudaraan yang tidak pernah berakhir di Hua Ind.
Selamat menikmati karya anak Hua Ind dalam Odyssey of Light, Jumat, 13 Februari 2026. Mari berikan apresiasi dan tepuk tangan terbaik kita untuk mereka.
Tetap Bersemangat!
Penulis adalah Kepala SMAK Kolese Santo Yusup Malang

[…] Baca juga : Odyssey of Light: Selebrasi Berlian 75 Tahun Hua Ind […]
[…] Baca juga : Odyssey of Light: Selebrasi Berlian 75 Tahun Hua Ind […]