Depoedu.com-Suasana haru dan bangga menyelimuti Pusat Pendidikan Perhubungan Kodiklat Angkatan Darat (Pusdik Komlek), Cimahi, Jawa Barat. Pada Rabu, 4 Februari 2026, ribuan pemuda resmi dilantik menjadi Prajurit Tamtama TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2025.
Di antara barisan pemuda tangguh itu, terselip satu nama yang kisahnya menggetarkan hati: Adrianus Petu Lewar.
Adrian, sapaan akrabnya, adalah lulusan SMKN 1 Larantuka jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Di balik seragam loreng yang kini melekat gagah di tubuhnya, tersimpan perjuangan panjang seorang pemuda yang tumbuh tanpa kasih sayang utuh orang tua sejak dalam kandungan.
Keteguhan Hati: “Sampai Batas Usia Berakhir”
Keberhasilan Adrian menembus seleksi TNI tergolong luar biasa. Pada gelombang sebelumnya, ia sempat gagal bahkan sebelum berperang karena kendala teknis jadwal seleksi yang telah ditutup.
Namun, kegagalan itu tidak memadamkan apinya. Ia kembali mendaftar pada Gelombang III dan hebatnya, ia langsung dinyatakan lolos dalam sekali percobaan seleksi resmi.
Baca juga : Provinsi Banten Uji Coba Pembatasan Penggunaan Gawai di Sekolah Bagi Guru dan Murid
Kepada sang paman, Adrian pernah menitipkan sebuah janji yang menunjukkan mental baja:
“Kalau saya gagal kali ini, saya akan coba lagi kali berikut. Kalau kali berikut juga masih gagal, saya akan coba lagi, begitu terus sampai dengan usia saya tidak sesuai persyaratan lagi.”
Masa Kecil yang Getir: Tumbuh dengan Segelas Energen
Perjalanan hidup Adrian adalah potret ketabahan. Sejak masih di dalam kandungan, sang ayah pergi merantau dan hilang kabar hingga saat ini. Saat menginjak usia 1,5 tahun, giliran sang ibu yang terpaksa merantau jauh untuk menyambung hidup.
Adrian kecil akhirnya diasuh oleh kakek dan neneknya di Flores Timur. Di masa-masa pertumbuhan itu, karena keterbatasan keadaan, Adrian yang seharusnya masih menyusu terpaksa digantikan dengan minuman sereal Energen oleh neneknya (almarhumah).
Setelah 5-6 tahun merantau, sang ibu baru kembali saat Adrian duduk di bangku kelas 5 SD, tepat saat ia akan menerima Sakramen Komuni Pertama. Pertemuan itu menjadi salah satu momen langka kebersamaan mereka sebelum tugas dan jarak kembali memisahkan.
Momen Pelantikan yang Mengharukan
Pada hari pelantikannya di Cimahi, sang ibu tak dapat hadir secara langsung. Jarak yang membentang dari Larantuka ke Bandung serta cuaca ekstrem yang tidak bersahabat menjadi penghalang. Namun, ikatan kekeluargaan tak membiarkan Adrian sendirian.
Baca juga : Hidup dalam Kesederhanaan, Persaudaraan dan Kasih Live In SMA Tarakanita di Cisantana Kuningan
Paman Adrian berinisiatif menghubungi rekannya yang sedang menempuh pendidikan S2 Beasiswa LPDP di Bandung, Damsianus Sepulo Tukan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) 2021-2023, Kabupaten Flores Timur itu pun hadir sebagai perwakilan keluarga.
Pertemuan antara Adrian dan Damsil di Pusdik Komlek berlangsung sangat mengharukan. Keduanya belum pernah bertemu sebelumnya. Adrian sempat tertegun, tidak menyangka akan ada sosok yang berdiri di sana untuknya.
Damsil kemudian menjelaskan bahwa ia adalah sahabat dari pamannya. Dalam suasana penuh isak tangis bahagia, Damsil memeluk erat prajurit baru itu, mengalungkan selempang, dan memberikan buket bunga sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan Adrian yang luar biasa.
Simbol Perjuangan Anak Perantau
Kisah Adrianus Petu Lewar adalah bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi dan latar belakang keluarga bukan penghalang untuk meraih mimpi setinggi langit.
Dari pesisir Larantuka hingga ke barisan prajurit di Cimahi, Adrian telah membuktikan bahwa niat yang tulus dan kegigihan adalah modal utama bagi seorang abdi negara.
Kini, Adrian siap mengabdi pada NKRI, membawa nama baik keluarga, dan membuktikan bahwa anak yang tumbuh dengan segelas Energen pun bisa berdiri tegak sebagai benteng pertahanan bangsa.
Penulis adalah Pengurus IGI Kab. Flores Timur, Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Titehena, Kab. Flores Timur

terima kasih suksesnya itu Anugerah dari tuhan seperti Rasul paulus :berkata barang siapa yg berusaha pasti ada upahnya .
[…] Baca juga : Kisah Adrianus Petu Lewar: Anak Yatim dari Larantuka yang Dilantik Jadi Prajurit TNI di Cimahi […]
[…] Baca juga : Kisah Adrianus Petu Lewar: Anak Yatim dari Larantuka yang Dilantik Jadi Prajurit TNI di Cimahi […]