Depoedu.com-Rabu pagi, 26 November 2025, suasana TK Strada Bhakti Nusa – Villa Melati Mas, Tangerang, tampak berbeda dari biasanya. Udara masih segar, namun suasananya sudah dipenuhi riuh rendah suara anak-anak yang berlatih nada demi nada.
Mereka bukan sekadar bernyanyi, hari itu mereka sedang merayakan sesuatu yang istimewa: Hari Guru Nasional ke-80, yang diperingati setiap 25 November dan bertepatan dengan hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia.
Tahun ini, sekolah memilih merayakan dengan cara unik. Tidak ada seremonial panjang, tidak ada pidato formal. Sebagai gantinya, mereka menghadirkan lomba paduan suara antar kelas, sebuah kegiatan yang memadukan musik, kebersamaan, keberanian, dan tentu saja, dedikasi untuk para guru.
Persiapan yang Dimulai dari Hati
Persiapan lomba dimulai sejak seminggu sebelumnya. Di setiap sudut sekolah, terdengar suara anak-anak menghafal lirik, menyusun gerakan sederhana, atau sekadar mencoba menjaga fokus mereka yang sering buyar.
Ada dua lagu yang harus dibawakan: lagu wajib “Wahai Guru” dan satu lagu nasional pilihan.
Di kelas TK A, Ibu Anna, salah satu guru yang penuh senyum sabar, memutuskan untuk memberi keleluasaan pada murid-muridnya.
“Di kelas saya, anak-anak diminta menentukan sendiri lagu pilihan. Agar mereka diberi kesempatan membuat keputusan, sekaligus belajar bertanggung jawab atas pilihan itu,” ujar Ibu Anna.
Hari-hari menuju lomba dipenuhi tawa, latihan nada yang kadang fals, dan gerakan kecil yang dibuat anak-anak dengan semangat penuh imajinasi.
Baca juga : Belajar Menghargai Perbedaan: Refleksi Kunjungan SMA Tarakanita Magelang ke Vihara dan Candi Mendut
Dua Kategori, Enam Kelas, Satu Panggung
Tahun ini, enam kelas ikut serta dan dibagi menjadi dua kategori berdasarkan tingkat perkembangan.
- Kategori 1: KB, TK A1, TK A2
- Kategori 2: TK B1, TK B2, TK B3
Pembagian ini bukan untuk menilai siapa lebih hebat, melainkan agar kompetisi lebih adil dan setiap anak dapat tampil dengan percaya diri sesuai tahap perkembangan mereka.
Dewan juri pun dipilih dengan serius. Guru-guru dari SD dan SMP Strada Bhakti Nusa diundang untuk menilai—memberi bobot profesional dalam lomba kecil penuh keceriaan ini.
Saat Panggung Menjadi Milik Mereka
Beberapa anak tampil penuh percaya diri, beberapa lainnya masih tampak kikuk dan menahan tawa. Namun semua mendapat tepuk tangan meriah. Di kategori pertama, kelas TK A2 berhasil menjadi juara pertama, disusul TK A1, dan juara ketiga diraih oleh kelompok KB.
Ibu Ivy, guru KB, tersenyum ketika mengenang penampilan murid-muridnya.
“Dari sembilan anak, ada tiga yang bisa menyanyi dengan baik. Enam sisanya… sedang menjadi diri sendiri selama lomba,” katanya sambil tertawa kecil.
Di kategori kedua, anak-anak TK B tampil lebih mantap. Juara pertama diraih oleh TK B2, disusul TK B1, sementara TK B3 menempati posisi ketiga.
Lebih dari Sekadar Perlombaan
Meski penuh semangat kompetisi, inti kegiatan ini jauh lebih besar dari sekadar menentukan juara. Kepala sekolah, Ibu Ella, menegaskan tujuan utama dari lomba ini.
Baca juga : “Makan Sehat, Anak Ceria: Cara KB TK Tarakanita 5 Bangun Kebiasaan Baik dari Meja Makan”
“Tujuan kegiatan ini adalah melatih anak untuk berani. Mereka menampilkan bakat klasik mereka di depan banyak orang. Itu bukan hal mudah. Kita orang dewasa saja belum tentu berani tampil di hadapan banyak penonton, apalagi anak seusia mereka,” ungkap Ibu Ella
Baginya, setiap anak yang berdiri di panggung itu sudah menjadi pemenang, pemenang melawan rasa gugup, pemenang atas rasa takut mencoba, pemenang dari rasa takut untuk tampil di depan banyak orang.
Hadiah untuk Guru, Kenangan untuk Anak
Ketika lomba berakhir, anak-anak kembali turun dari panggung dengan wajah sumringah. Beberapa berlari ke pelukan orang tua, beberapa masih menirukan gerakan panggung mereka, dan sebagian lain sibuk bertanya siapa sebenarnya juara favorit penonton.
Namun di balik itu semua, ada satu makna yang tak kalah penting: perayaan ini adalah hadiah kecil mereka untuk para guru, yang setiap hari membimbing, menguatkan, dan menuntun langkah kecil mereka menuju masa depan.
Di TK Strada Bhakti Nusa, Hari Guru tidak hanya diperingati — tetapi dirayakan melalui suara-suara kecil yang bernyanyi penuh keberanian. Dan pagi itu, harmoni kecil mereka menjadi musik paling indah bagi para guru yang hadir :
Wahai guru ku berterima kasih, Jasamu sungguh tak terlupa, Kau membimbing kami, mendidik kami, dengan kasih dan ketulusan
Kau mengajar kami Ilmu kehidupan, Kau abdikan seluruh hidupmu. Cahaya Ilmu dan Kasihmu menerangi setiap langkah kecil kami, menuju masa depan.
Guruku, aku sungguh berterima kasih… Selamat Hari Guru.
Tulisan ini pernah tayang di eposdigi,com, ditayangkan kembali dengan seizin penulis

[…] Baca Juga: Harmoni Kecil di Hari Guru: Kisah Lomba Paduan Suara TK Strada Bhakti Nusa […]