Depoedu.com-Tanggal 4 November menjadi hari istimewa, pesta nama bagi Santo Carolus Borromeus sebagai pelindung Suster Suster Cinta Kasih Carolus Borromeus (CB) dan pelindung Yayasan Tarakanita.
Dikenal sebagai uskup dan kardinal sekitar abad ke–16, kehidupannya yang penuh kasih, berbela rasa pada yang miskin, memimpin dengan tegas dan bijaksana. Hidupnya setia pada Tuhan, melayani sesama, rendah hati. Kasih sejati dari Tuhan harus diamalkan dan pengabdian bagi sesama.
Pada hari Kamis, 06 November 2025 sekolah Tarakanita Blok Pluit mengadakan Perayaan Ekaristi Syukur dengan tema “Mewartakan kasih Tuhan dengan solidaritas sejati seturut teladan Santo Carolus Borromeus” di gereja Stella Maris, Pluit. Misa ini dipersembahkan oleh Rm Tarsisius Siswanto, MSC.
Setiap kita memiliki karunia yang diberikan oleh Tuhan, dan sudah selayaknya kita berbagi dengan sesama. (Rom.12: 3 – 13). Solidaritas dengan berbagi kepada yang membutuhkan.
Mereka yang punya ilmu pengetahuan baiklah sharing, bagi mereka yang punya potensi mengajar baiklah mengajar. Memiliki kepandaian menasehati, berbagilah dengan menasehati kebaikan kepada orang lain.
Perayaan kali ini merupakan bentuk rasa syukur atas karya Santo Carolus Borromeus dan sekaligus penghormatan kepada santo Carolus Borromeus sebagai pelindung Suster–suster cinta kasih CB dan Yayasan Tarakanita.
Dalam khotbahnya, Romo Sis (panggilan akrab Rm. Tarsisius Siswanto, MSC) menyampaikan bahwa Santo Carolus merupakan gembala yang baik, berani ambil resiko dalam pelayanan, bahkan berani menyerahkan hidupnya.

Semangat dalam pelayanan, kepedulian terhadap yang sakit, miskin, lemah didasarkan pada cinta sejati.
Seperti kutipan “Gembala yang baik mengenal domba–dombanya, dan domba juga mengenal Aku” (Yoh; 11 – 16), Romo Sis menjelaskan bagaimana kita merefleksikan dalam satu keluarga Yayasan Tarakanita, satu keluarga di mana Yesus dan Santo Carolus menjadi gembala yang baik.
Sudah sepatutnya kita meneladani semangat kegembalaan baik sebagai diri pribadi atau guru, karyawan, murid di sekolah Tarakanita. Semangat cinta sejati harus terus dihidupi, dipelihara, supaya hidup kita bermakna sesuai fungsi dan peran masing–masing, lanjut Romo Sis.
Kesempatan baik ini menjadi momentum untuk kita semua, bagaimana meneladani semangat Santo Carolus. Perlulah sejak dini ditanamkan dalam diri untuk belajar bertanggung jawab, baik sebagai murid, guru, maupun karyawan.
Baca juga : Meneladan St. Carolus Borromeus Menjadi Saksi Kasih Tuhan dengan Solidaritas yang Nyata
Menumbuhkembangkan rasa kasih sejati dengan menolong dan membantu sesama. Memberdayakan dalam hidup kita sehingga muncul solidaritas sesuai profesinya, dan semangat untuk mengabdi pada gereja dan sesama.
Perayaan Santo pelindung, (Carolus Day) jadi momentum penting dalam memaknai dan menghidupkan kembali nilai–nilai keutamaan Santo Carolus Borromeus.
Karya–karya besar Santo Carolus bisa kita teladani dengan berbuat baik terhadap sesama, terutama mereka yang lemah. Memberikan kedamaian, kenyamanan dalam hidup, dengan talenta yang kita miliki.
Karya dan keteladanan Santo Carolus memberikan semangat dan motivasi dalam hidup kita. Semangat untuk berbuat baik kepada sesama, terutama yang lemah dan tersisih, sakit, dan miskin.

[…] Baca juga : Perayaan Ekaristi: Mewartakan Kasih Sejati dengan Solidaritas Terhadap Sesama […]