Belajar dari Dapur: Siswa Kelas 1 SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya Berkreasi dengan Tempe dalam Proyek P5

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Suasana antusias dan semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dilaksanakan oleh siswa kelas 1 SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya. 

Dengan mengusung tema “Kewirausahaan”, para siswa diajak untuk mengenal lebih dekat salah satu makanan tradisional Indonesia, yaitu tempe. Tidak sekadar mengenal, mereka bahkan belajar membuat tempe dari kacang kedelai mentah hingga mengolahnya menjadi hidangan kreatif berupa pangsit tempe goreng.

Kegiatan ini berlangsung dalam beberapa tahap  dalam beberapa minggu. Dimulai dari proses perendaman dan perebusan kacang kedelai, pemberian ragi, hingga fermentasi yang membutuhkan waktu lebih dari satu hari. 

Anak-anak belajar dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu tinggi. Mereka melihat langsung perubahan kedelai menjadi tempe, lalu melanjutkan ke tahap kreasi makanan.

Baca juga : Konten Anomali Media Sosial dan Dampaknya bagi Pertumbuhan Anak dan Remaja Kita

Pada hari puncak kegiatan, tempe buatan sendiri diolah menjadi olahan kreasi tempe atau olret, berupa pangsit tempe goreng. Dengan dibimbing oleh Ibu Beatrice, anak-anak  mengisi kulit pangsit dengan adonan tempe yang telah dibumbui, lalu menyaksikan proses penggorengan.

Hasilnya dinikmati bersama sebagai bentuk perayaan atas proses belajar yang menyenangkan dan penuh makna. Guru kelas 1, Beatrice Giyan Puspitasari, S.Pd., menyampaikan rasa bangganya terhadap antusiasme para siswa. 

“Saya terharu melihat semangat anak-anak. Mereka tidak hanya belajar mengenal makanan tradisional, tapi juga belajar bekerja sama, sabar, dan bangga terhadap hasil usaha sendiri. Ini merupakan pengalaman belajar yang akan mereka ingat,” tuturnya.

Kepala sekolah SD Santo Yosef, Antonius Gunarto, S.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai yang ingin ditanamkan dalam Profil Pelajar Pancasila. 

Baca juga : PERSARI SD Santo Carolus Tarakanita Surabaya, Membentuk Pribadi yang Tangguh

“Proyek seperti ini memperkuat nilai gotong royong, mandiri, dan menghargai budaya sendiri sejak dini. Kami mendukung penuh kegiatan P5 yang kreatif dan menyenangkan seperti ini,” ujarnya.

Salah satu siswa, Selin, kelas 1A, dengan polosnya berkata, “Aku senang bikin pangsit tempe sendiri. Rasanya enak banget waktu dimakan bareng teman-teman!”

Melalui kegiatan ini, nilai-nilai seperti Creativity, Community, dan Conviction ditanamkan secara alami kepada anak-anak. Belajar tak lagi terbatas di kelas, tapi meluas hingga ke dapur — tempat di mana ilmu, budaya, dan rasa berkumpul menjadi satu.

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments