Cegah Tangkal Kenakalan Remaja dan Narkoba: SMA Tarakanita 2 Jakarta Adakan Penyuluhan Kerjasama Dengan Polsek Metro Penjaringan

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Pada hari terakhir rangkaian kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), diisi dengan kegiatan memberikan pemahaman, pengetahuan mengenai kenakalan remaja dan narkoba. 

Sekolah bukan hanya sekedar berkaitan dengan proses pembelajaran mengenai ilmu pengetahuan, tetapi juga kegiatan pembelajaran lain yang memperkaya, memperkuat ataupun memperdalam materi. Terutama yang ada pada kehidupan sehari–hari.

Harapannya kegiatan MPLS menjadi bermanfaat dan berpengaruh positif  untuk siswa sehingga dapat berproses dengan lancar dan baik dalam pendidikan di SMA Tarakanita 2 Jakarta, juga siswa mampu mengatasi tantangan, permasalahan di kehidupan nyata.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan dan kebijakan Yayasan Tarakanita untuk menyelenggarakan kegiatan “Studium Generale”. Focus kegiatan pendidikan dan pembelajaran pada pengembangan pribadi melalui berbagai kegiatan dengan tujuan meningkatkan wawasan , pengetahuan dan keterampilan

Demikian juga yang dilakukan di SMA Tarakanita 2 Jakarta,  memberikan wawasan tambahan pada siswa  untuk menjadi bekal baik selama menjadi siswa maupun ketika sudah lulus dari sekolah.

Jumat,18 Juli 2025, sekolah bekerja sama dengan kepolisian Sektor Metro Penjaringan mengadakan penyuluhan “Kenakalan Remaja dan Narkoba” untuk siswa fase E (Kelas X).

Baca juga : Membangun Karakter Bangsa Melalui Tertib Berlalu Lintas : Sejenak bersama Satlantas Polres Magelang dalam rangkaian MPLS 2025

Kepala Unit Profesi dan Pengamanan Polsek Metro Penjaringan, Iptu Maryadi, S.H. mengawali penyuluhan dengan mengenalkan propam adalah unit Polri yang bertanggung jawab pada pembinaan profesi dan pengamanan di internal kepolisian. 

Mengurusi mengenai penyimpangan anggota, termasuk penegakan disiplin dan ketertiban di lingkungan Polri. Propam adalah polisinya polisi, tegas Maryadi.

Siswa–siswi fase E (Kelas X) secara usia dan perkembangan kepribadian merupakan tahapan peralihan atau masa transisi dari masa anak–anak ke masa dewasa. 

Dikatakan anak–anak, bukan, sudah dikatakan dewasa juga belum, sebut Maryadi. Usia remaja menjadi masa rawan dalam perkembangan pribadi, usia ini baru mencari jati diri, masa pencarian inilah kadang yang menjadi sebab penyimpangan.

Kenakalan remaja menjadi materi pertama yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan kali ini. Maryadi berikan apa itu kenakalan remaja, sebab terjadinya kenakalan di kalangan remaja, dan bentuk atau contoh kenakalan remaja terutama yang sering terjadi di sekolah.

Kenakalan remaja yang sering ditemui di sekolah, dari hal yang kecil misal bercanda colak colek tapi temannya tidak suka, mengirim foto, gambar yang membuat temannya tersinggung. Coret–coret baju, merokok, berkendara belum punya SIM, sampai bullying, disampaikan dengan baik. 

Bila terjadi maka ada sanksi dari yang ringan sampai berat, penjara, tergantung dari bentuk kenakalannya. Jika di laporan ke kepolisian, ada bukti dan saksi, maka pasti diproses secara hukum, imbuhnya.

Baca juga : Hari Terakhir MPLS SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya: Kolaborasi Edukatif Bangun Karakter Tangguh dan Peduli Sejak Dini

Di SMA Tarakanita 2 ini tidak ada yang terlibat dalam kenakalan remaja atau bahkan narkoba. Maryadi menambahkan siswa juga berperan aktif dengan berkomunikasi guru, satpam, dan semua pihak sekolah jika ada gejala kenakalan. Demikian pun juga kalau ada indikasi penggunaan narkoba. 

Kenali berbagai bentuk narkoba, kenali juga gejala–gejala yang menggunakan dan bahayanya, harapannya tidak ada siswa di sekolah ini yang terjerumus dalam narkoba. Setiap warga, termasuk siswa punya kewajiban yang sama untuk mencegah kenakalan remaja dan narkoba. 

Pemahaman dan jenis narkoba juga menjadi materi bagi siswa. Harapannya mengenal jenis–jenis bahaya narkoba. Dan jangan sampai masuk dalam lingkaran setan narkoba.

Maryadi juga memberikan penjelasan dan penguatan karakter Pancasila. Kata dia, belajar Pancasila bukan sekedar menghafal sila dari Pancasila tetapi juga menghayati nilai–nilai Pancasila tersebut.

Orang Indonesia harus paham betul mengenai nilai – nilai Pancasila dan mengamalkan dalam kehidupan sehari hari, baik sebagai siswa maupun anggota masyarakat.    

Menjadikan orang Indonesia yang beriman, akal dan pikiran, akhlak, beretika, moral, toleransi, dan bergotong royong. Setiap kita punya agama, apapun agama  yang kita imani menjadi dasar baik dalam kehidupan. Pancasila menjadi dasar dan modal untuk menuju Indonesia emas. 

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments