Gebyar Lomba HUT RI ke-80 Tarakanita Bengkulu: Cerdas, Sportif, dan Merdeka

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai taman Biara Komunitas Suster CB Bengkulu pada Jumat, 15 Agustus 2025. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh karyawan kantor wilayah Tarakanita Bengkulu berkumpul untuk mengikuti kegiatan lomba.

Lomba tersebut  dikemas dengan tema “Asah Pengetahuan dan Asah Raga.” Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen Tarakanita Bengkulu dalam menumbuhkan rasa nasionalisme, mempererat kebersamaan, sekaligus menghadirkan suasana yang menyegarkan di tengah rutinitas kerja.

Dengan mengikuti lomba-lomba yang sarat makna, para karyawan tidak hanya diajak untuk bergembira, tetapi juga diajak untuk menghidupi semangat perjuangan yang diwariskan para pahlawan bangsa.

Panitia membagi kegiatan lomba menjadi dua kategori utama, yakni Asah Pengetahuan dan Asah Raga. Pada kategori Asah Pengetahuan, ada dua lomba yang menguji wawasan peserta. 

Pertama, lomba tebak pengarang lagu nasional, dalam lomba ini peserta ditantang untuk menyebutkan nama pencipta lagu-lagu perjuangan maupun lagu kebangsaan yang sudah akrab di telinga masyarakat. Meski terlihat sederhana, lomba ini menghadirkan banyak kejutan. 

Beberapa peserta sempat terdiam ketika mendengar potongan instrumen lagu yang familiar di telinga namun tidak serta merta ingat tokoh di balik terciptanya lagu-lagu tersebut. Meski setiap lagu memiliki sejarah dalam perjuangan bangsa, tidak semua pencipta lagu akrab di telinga dan diingat namanya.

Lomba ini menjadi momen refleksi bahwa lagu-lagu nasional tidak hanya sekedar hiburan, tetapi juga media untuk menanamkan semangat cinta tanah air dan menghargai karya anak bangsa.

Baca juga : Sosialisasi Penyelenggaraan Pendidikan Karakter Tarakanita dan Panduan Sekolah Ramah Anak bagi Guru Tarakanita di Wilayah Jawa Tengah

Lomba kedua adalah kuis “Siapa Dia”, sebuah permainan menebak foto pahlawan nasional. Panitia menampilkan potret foto beberapa pahlawan dan tokoh bangsa.

Selain menambah wawasan sejarah, kuis ini juga menjadi sarana mengingat kembali jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Lomba ini berhasil dilewati dengan semangat oleh para peserta.

Sementara itu, kategori Asah Raga berlangsung lebih meriah dengan tiga jenis lomba yang menguji ketangkasan, kecepatan, dan kekompakan tim. Lomba pertama adalah estafet bola pingpong dengan kardus melengkung. 

Dalam lomba ini, setiap peserta harus memindahkan bola pingpong menggunakan kardus yang dibentuk melengkung, lalu menyerahkannya ke peserta berikutnya tanpa menjatuhkan bola. Beberapa bola jatuh, namun justru di situlah letak keseruan sekaligus tantangan kerja sama tim.

Lomba kedua adalah estafet bola pingpong dengan meniup bola di gelas berisi air penuh. Tantangan ini membuat suasana semakin heboh. Peserta harus meniup bola pingpong dari satu gelas ke gelas lainnya yang berisi air penuh.

Banyak tawa pecah ketika bola tidak mau bergerak atau jatuh terlempar dari gelas, membuat peserta harus berusaha lebih keras menuntut daya juang peserta. Sorakan dukungan dari rekan kerja membuat atmosfer lomba terasa penuh kegembiraan.

Puncaknya adalah lomba pasak bumi, yaitu membenamkan paku ke dalam balok kayu hanya dengan memukulnya menggunakan palu. Meski terlihat sederhana, lomba ini menuntut ketelitian, kesabaran, sekaligus kekuatan. 

Tidak jarang paku yang dipukul justru bengkok atau justru lepas, menimbulkan tawa lepas baik dari peserta maupun penonton.

Baca juga : Berbagi Baik di Hari Studi Guru (HSG), Guru Sharing Pembelajaran Mendalam Bersama

Seluruh rangkaian lomba tidak hanya menjadi ajang unjuk ketangkasan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana nilai sportivitas, solidaritas, dan kebersamaan tumbuh di antara karyawan. Sorak-sorai, tawa, dan tepuk tangan membaur tanpa sekat jabatan. Seluruh peserta larut dalam euforia perlombaan. 

Melalui perlombaan sederhana ini, kita diajak untuk menyalakan kembali semangat kebersamaan, sportivitas, dan rasa cinta tanah air.  Pesan ini semakin menguatkan makna kegiatan, bahwa peringatan HUT RI bukan hanya soal lomba atau seremonial semata.

Perlombaan juga menjadi momentum untuk memperbaharui komitmen bersama dalam menghidupi nilai persaudaraan sejati (Community), persatuan, kerja sama, dan cinta tanah air.

Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dan sesi foto bersama seluruh peserta. Wajah-wajah gembira terpancar, bukan semata karena hadiah, tetapi karena kebersamaan yang tercipta. 

Bagi sebagian besar karyawan, momen ini menjadi ruang pelepas penat sekaligus kesempatan untuk mempererat relasi dengan rekan kerja. Meski sederhana, peringatan HUT RI ke-80 di Kantor Wilayah Tarakanita Bengkulu tahun ini menjadi bukti nyata bahwa semangat perjuangan tidak pernah pudar.

Nilai gotong royong, kebersamaan, dan cinta tanah air tetap hidup dan terus diwariskan, bukan hanya melalui upacara atau seremonial, tetapi juga melalui tawa, kerja sama, dan sukacita dalam kebersamaan. 

Dengan demikian, lomba dalam rangka HUT RI ke-80 ini tidak hanya meninggalkan kenangan indah, tetapi juga memperkuat semangat nasionalisme dan persaudaraan yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan komunitas kantor wilayah Tarakanita Bengkulu. 

Penulis adalah PjS. Kabag Umum Yayasan Tarakanita Wilayah Bengkulu/Humas Tarakanita Bengkulu

5 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga : Gebyar Lomba HUT RI ke-80 Tarakanita Bengkulu: Cerdas, Sportif, dan Merdeka […]

trackback

[…] Baca juga : Gebyar Lomba HUT RI ke-80 Tarakanita Bengkulu: Cerdas, Sportif, dan Merdeka […]